Dugaan Bullying Anak SD di Cpakem, Disdikbud Klarifikasi
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
KUNINGAN — Beredarnya informasi mengenai dugaan tindakan bullying yang menimpa seorang anak sekolah dasar (SD) di wilayah Desa Cipakem, kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan, mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan.

Kunjungan di RS juanda
Untuk memastikan kondisi dan memperoleh informasi secara langsung, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Disdikbud Kabupaten Kuningan, Surya, S.Pd., M.M., melakukan kunjungan ke RS Juanda pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, pihak Disdikbud berdialog dengan keluarga korban dan memperoleh keterangan mengenai kronologi kejadian yang sebelumnya beredar di masyarakat sebagai dugaan bullying.
Menurut keterangan pihak keluarga yang ditemui di rumah sakit, persoalan tersebut telah dibicarakan secara kekeluargaan. Kedua pihak keluarga sepakat untuk mengutamakan proses pengobatan hingga kondisi anak yang menjadi korban benar-benar pulih.
“Pihak keluarga sudah melakukan rembukan dan sepakat untuk melakukan pengobatan hingga sembuh. Karena ini insiden, dan tidak ada unsur penganiayaan maupun kesengajaan yang terjadi pada saat bermain,” ujar ibu korban, Nursiah.
Kronologi Kejadian
Surya menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah anak tengah menyaksikan hiburan di desa. Mereka kemudian berencana melakukan sebuah atraksi permainan.
Dalam prosesnya, salah seorang anak disebut menuangkan bensin ke tanah dan kemudian membakarnya. Api diduga menyambar tangan anak tersebut. Karena panik dan berusaha melepaskan botol yang berada di tangannya, bensin kemudian tumpah dan mengenai pakaian anak lain yang berada di sampingnya.
“Menurut keterangan yang kami dapat, kejadian bermula saat anak-anak sedang menonton hiburan di desa. Kemudian mereka berencana bermain atraksi. Saat bensin terbakar dan menyambar tangan salah seorang anak, botol tersebut dilepas ke samping dan mengenai anak yang berada di dekatnya,” jelas Surya.
Disdikbud: Perlu Melihat Kejadian Secara Utuh
Dari hasil pengecekan dan keterangan awal yang diterima, Surya menyampaikan bahwa peristiwa tersebut lebih mengarah pada sebuah insiden saat bermain dan bukan tindakan penganiayaan yang disengaja.
Meski demikian, pihak Disdikbud tetap memberikan perhatian terhadap kondisi anak serta memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan dengan baik.
Kedua keluarga juga disebut masih berkomunikasi dan bersama-sama menunggu perkembangan kondisi anak selama menjalani perawatan di rumah sakit.
“Yang terpenting saat ini adalah kondisi anak. Kedua keluarga sudah saling memaafkan dan keluarga dari anak yang terlibat juga menyatakan siap membantu menanggung biaya pengobatan yang timbul selama perawatan di rumah sakit,” ungkap Surya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi orang tua dan lingkungan sekitar untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya ketika menggunakan benda atau bahan yang mudah terbakar.
Disdikbud juga mendorong agar setiap persoalan yang melibatkan anak dapat diselesaikan secara bijaksana dengan mengutamakan keselamatan, pemulihan, perlindungan anak, serta komunikasi antara keluarga dan pihak terkait.
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar