Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kematian Ikan Dewa Cigugur Capai 762 Ekor, Pemkab Kuningan Bongkar Saluran Air Kolam

Kematian Ikan Dewa Cigugur Capai 762 Ekor, Pemkab Kuningan Bongkar Saluran Air Kolam

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN — Kematian massal ikan dewa kembali terjadi di Kolam Cigugur, Kabupaten Kuningan. Hingga Minggu (8/2/2026), jumlah ikan dewa yang mati tercatat telah mencapai 762 ekor dan masih berpotensi bertambah. Pemerintah Kabupaten Kuningan pun bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna mencegah dampak yang lebih luas.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Saluran Air Tengah Dibongkar

Saluran Air Tengah Dibongkar

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn. menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung proses pembongkaran saluran air yang diduga menjadi salah satu penyebab terganggunya ekosistem kolam ikan dewa.

Sampai hari ini jumlah ikan dewa yang mati sudah mencapai 762 ekor dan kemungkinan masih bertambah. Pemerintah daerah tengah berupaya maksimal untuk menangani permasalahan ini,” ujar Wabub di lokasi.

Menurut Wakil Bupati, salah satu faktor utama yang memicu kematian ikan dewa adalah tertutupnya sirkulasi air di Kolam Cigugur. Kondisi tersebut menyebabkan ikan tidak mendapatkan aliran air segar yang cukup, sehingga berdampak pada aktivitas dan kelangsungan hidup ikan. Dan saat ini sirkulasi air di kolam memang tertutup, sehingga ikan tidak memiliki ruang untuk bolak-balik menghirup air yang lebih segar,” jelasnya.

Kabid Perikanan Saat Mengecek Saluran Air

Kabid Perikanan Saat Mengecek Saluran Air

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Kuningan, Deni, menambahkan bahwa berdasarkan hasil penelitian sementara, ditemukan adanya perubahan struktur saluran air yang mengganggu aliran alami.

Sebelumnya saluran ini dipasangi coran setinggi sekitar 50 sentimeter. Hari ini akan dicoba digali kembali sedalam 50 sentimeter agar kembali sama dengan permukaan awal,” ungkap Deni.

Ia menjelaskan, sistem pengairan yang ada dibuat seakan-akan air mengalir, namun sebenarnya aliran air di bagian bawah tertahan. Volume air berkurang karena sistem pembuangan dinaikkan, kemudian ditutup dan dicor. Akibatnya, air terlihat penuh di permukaan, tetapi air di bagian bawah tidak mengalir dan mengendap.Air yang mengendap di bawah tidak terbuang, sehingga kualitas air menurun. Ini yang harus diubah. Pola pengairannya perlu diperbaiki, tambahnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah kini mengupayakan pembongkaran beton yang menghambat aliran air agar sirkulasi kembali normal dan ekosistem kolam ikan dewa dapat pulih secara bertahap.

Pemkab Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan serta melakukan langkah-langkah lanjutan demi menjaga kelestarian ikan dewa yang memiliki nilai historis, ekologis, dan budaya tinggi bagi masyarakat Cigugur dan Kabupaten Kuningan.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Kerja Uniku

    Raker 2026 UNIKU: Konsolidasi Kuat Menuju Akreditasi Unggul

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Universitas Kuningan Unggul — bukan mimpi, tapi tujuan yang akan kita wujudkan bersama.”

  • Dunia Musik Berduka Titiek Puspa Meninggal Di Usia 87 Tahun

    Dunia Musik Berduka Titiek Puspa Meninggal Di Usia 87 Tahun

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Dunia Musik Berduka Titiek Puspa Meninggal Di Usia 87 TahunThank you for reading this post, don’t forget to subscribe! jelajahtvnews.com,- Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Penyanyi legendaris dan maestro seni Tanah Air, Titiek Puspa, meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Almarhumah wafat pada usia […]

  • Kadishub.m.nurdijanto Sh Msi

    Dishub Kuningan Petakan Potensi Baru PAD Lewat Terminal dan Parkir

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    Kuningan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan terus mengintensifkan berbagai upaya strategis dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan melalui pendataan ulang serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas perhubungan yang selama ini belum tergarap maksimal.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!   Kuningan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan terus mengintensifkan […]

  • Img 20250925 Wa0058

    Danrem 063/SGJ Tutup Serbuan Teritorial di Hantara, Tinggalkan Jejak Pembangunan dan Kebersamaan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahyvnews.com,- Langit Kamis (25/9/2025) menaungi sebuah peristiwa penuh makna. Di lapangan sepak bola Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, dentang waktu dari pukul 09.40 hingga 14.44 WIB menjadi saksi berakhirnya rangkaian panjang Serbuan Teritorial TNI Korem 063/SGJ di wilayah Kodim 0615/Kuningan.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Upacara penutupan berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh […]

  • Disdikbud Kuningan Dorong Kolaborasi Pendidikan Lewat Program Pimda Nyawah

    Disdikbud Kuningan Dorong Kolaborasi Pendidikan Lewat Program Pimda Nyawah

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Program unggulan “Pimpinan Daerah Menyapa Siswa di Sekolah” atau Pimda Nyawah, yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, kembali digelar. Memasuki episode ke-18, kegiatan ini dilaksanakan di SMPN Jalaksana, menghadirkan Kapolres Kuningan AKBP Ali Akbar sebagai narasumber utama.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Dalam sesi penyampaian materi, Kapolres […]

  • Sekda Uukusmanassosmsi

    TGR Disdikbud Jadi Sorotan, Sekda Tegaskan Nilai Akumulasi Rp 3,2 Miliar

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Angka yang beredar itu jauh dari fakta. Bukan Rp8,6 miliar atau Rp14 miliar, melainkan Rp3,2 miliar sesuai rekomendasi Akumulasi” – Uu Kusmana

expand_less