Ngagogo Jadi Simbol Kebersamaan, Bupati Kuningan Tebar 2 Kintal Ikan Dimilangkala Desa Susukan
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SUSUKAN – Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan mewarnai hari kedua rangkaian Milangkala Desa Susukan ke-340.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Bupati Kuningan di acara ngagogo
Dalam kegiatan budaya tradisional Ngagogo (Nangkap Ikan) yang digelar sungai Cande Bupati Kuningan turut hadir dan memberikan sebanyak 2 ton ikan untuk ditebar dan ditangkap bersama oleh warga Desa Susukan.
Tradisi Ngagogo yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat ini berlangsung meriah.
Ratusan warga dari berbagai kalangan antusias turun langsung mengikuti kegiatan yang sarat nilai kebersamaan tersebut. Selain memberikan ikan, Bupati Kuningan juga menyiapkan berbagai hadiah hiburan bagi masyarakat yang berhasil menangkap ikan terbanyak, sehingga menambah semarak suasana perayaan Milangkala.
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dr.H.Dian Rachmat Yanuar, MSi menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Milangkala Desa Susukan ke-340. Ia berharap masyarakat tetap menjaga persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.
Menurutnya, tradisi Ngagogo bukan sekadar kegiatan menangkap ikan, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam. Tradisi tersebut mengajarkan bahwa setiap keberhasilan memerlukan usaha, tahapan, dan proses yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh.

Acara nga Gogo di desa susukan
“Dalam tradisi Ngagogo terdapat nilai filosofis yang perlu kita maknai bersama. Untuk mencapai sesuatu, ada langkah dan proses yang harus dilaksanakan. Tujuan akhirnya adalah keberhasilan, dan keberhasilan itu tidak cukup hanya dengan teori, tetapi harus dibarengi dengan kerja nyata dan usaha yang sungguh-sungguh,” ujar Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perangkat desa, panitia, tokoh masyarakat, serta warga Desa Susukan yang telah bekerja sama menyukseskan rangkaian kegiatan Milangkala ke-340.
Sebagai penutup rangkaian acara hari kedua, masyarakat akan disuguhi hiburan budaya berupa pagelaran wayang golek yang menjadi salah satu warisan seni tradisional Sunda. Kehadiran wayang golek diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai budaya sekaligus menjadi sarana edukasi dan hiburan bagi masyarakat.
Milangkala Desa Susukan ke-340 bukan hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah desa, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, melestarikan tradisi leluhur, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masa depan desa yang lebih maju.
- Penulis: jelajahtv news

