Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Soal Pencabutan Moratorium, Mang Ewo: Kebijakan Ini Bukan Karena Kepentingan Sesaat

Soal Pencabutan Moratorium, Mang Ewo: Kebijakan Ini Bukan Karena Kepentingan Sesaat

  • account_circle sep
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kuningan — Terkait wacana pencabutan moratorium pembangunan perumahan, pemerhati kebijakan daerah Ewo Sujarwo, atau yang akrab disapa Mang Ewo, menyampaikan pandangan tegas mengenai isu yang tengah menjadi sorotan publik tersebut. Menurutnya, keputusan pencabutan moratorium tidak lahir dari kepentingan sesaat, melainkan melalui proses kajian panjang yang sudah dilakukan jauh sebelum kebijakan ini diumumkan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Mang Ewo menegaskan bahwa tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang menerapkan moratorium serupa, sehingga Kuningan sebenarnya berada dalam posisi yang unik. Ia juga menilai bahwa justru dalam aturan moratorium sebelumnya sudah diatur dengan jelas pembagian luasan wilayah untuk pembangunan perumahan, termasuk mekanisme perlindungan lingkungan yang dinilai cukup ketat.

“Kalau bicara potensi kerusakan lingkungan, justru moratorium itu sendiri mengatur bagaimana pembagian lahan dilakukan dengan memperhatikan kelestarian alam. Artinya, beban pengusaha semakin besar jika tidak mengikuti aturan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mang Ewo menilai bahwa pencabutan moratorium selaras dengan program besar pemerintah pusat dalam penyediaan 3 juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ia menyebut Kuningan sebagai daerah yang sedang menata sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentu memiliki peluang besar meningkatkan pendapatan sekaligus menunjukkan diri sebagai daerah yang ramah investasi.

“Sebagai daerah yang butuh meningkatkan PAD, kebijakan ini justru membuka ruang bagi tumbuhnya investasi. Kuningan harus mampu bersaing menarik investor, bukan sebaliknya,” jelasnya.

Menanggapi isu liar tentang dugaan suap yang belakangan berkembang, Mang Ewo menepis kemungkinan tersebut. Ia mempertanyakan secara logis isu yang beredar mengenai dugaan suap melalui transfer dengan nominal besar.

“Pertanyaannya, apa mungkin saat ini masih ada orang yang berani memberikan ‘suap’ lewat transfer, apalagi nominalnya besar? Itu tidak masuk akal,” ujarnya.

Mang Ewo berharap masyarakat dapat melihat kebijakan ini melalui kacamata yang lebih objektif. Menurutnya, setiap kebijakan pasti memiliki tantangan, namun jika dikawal bersama, pencabutan moratorium dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan menjaga keseimbangan pembangunan-perlindungan lingkungan di Kabupaten Kuningan.

  • Penulis: sep

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berita Hari Ini 20260420 110005 0000

    Hj.Rini Sudjianti, SE.MM: Bangga Generasi Muda Ukir Prestasi Pendidikan Di Olimpiade Internasional

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Motivasi belajar itu sangat penting, karena dengan belajar anak bisa mencapai apa yang diinginkan, tanpa meninggalkan iman dan takwa.”
    “Batasi penggunaan gadget, dorong anak untuk membaca, belajar, dan mencari pengalaman agar mampu bersaing hingga tingkat internasional.”

  • Img20250805095445

    Bupati Kuningan Kukuhkan Dewan Pengawas LPPL Periode 2025–2030: Dorong Transformasi Penyiaran Publik yang Cerdas dan Adaptif

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menetapkan dan mengukuhkan Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kabupaten Kuningan periode 2025–2030 melalui Keputusan Bupati Nomor 500.10.4/Kpts.753-Diskominfo/2025. Penetapan ini dilakukan setelah melewati proses panjang, mulai dari seleksi administrasi hingga uji kelayakan dan kepatutan yang difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Kuningan.Thank you for reading this post, don’t forget to […]

  • Diskatan 1

    Gerak Cepat Diskatan Kuningan, Tujuh Gerdal OPT Serentak Tekan Hama dan Penyakit Padi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menunjukkan respons cepat dalam melindungi tanaman pangan dengan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara serentak di tujuh titik wilayah, Rabu (21/1/2026).Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Langkah ini merupakan upaya terpadu dan berbasis wilayah untuk menekan potensi serangan […]

  • Jejak Langit & Tanah Perjalanan Spiritual Anak Kuningan

    Jejak Langit & Tanah Perjalanan Spiritual Anak Kuningan

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Episode 2 : Langit Dipuncak CiremaiThank you for reading this post, don’t forget to subscribe! jelajahtvnewa.con “Ketika mimpi tak lagi sekadar bunga tidur, tapi menjadi jendela pada sesuatu yang lebih besar, lebih dalam… dan kadang, lebih menakutkan.” Lima tahun berlalu sejak hari pernikahanku yang penuh keanehan itu. Hidup berjalan seperti biasa. Aku dan istriku membangun […]

  • 1001863118

    “Fathran Herbal: Dari Desa Darma, Racikan Tradisional Jadi Jalan Rezeki dan Harapan Baru”

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtbnews.com,- Dari sebuah rumah produksi sederhana di Desa Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, puluhan tangan terampil tengah sibuk meracik ramuan herbal. Dengan penuh kehati-hatian, mereka menggiling, menakar, dan membungkus bahan alami menjadi ribuan batang rokok herbal setiap harinya.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Bahan-bahan yang digunakan bukan sembarangan. Cengkeh, […]

  • Batu Cupu Susukan: Jejak Peradaban Sunda Kuno yang Menembus Zaman

    Batu Cupu Susukan: Jejak Peradaban Sunda Kuno yang Menembus Zaman

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle jelajahtv news
    • 0Komentar

    “Kabuyutan dan Batu Cupu menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya tertulis dalam naskah, tetapi juga terpahat pada batu dan ingatan masyarakat.”

expand_less