Tangis Haru Petugas Kebersihan Pecah di Panggung Mayday Kuningan, Pulang Bawa Sepeda Motor dari Jalan Santai
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Suasana penuh haru menyelimuti rangkaian peringatan Mayday 2026 di Kabupaten Kuningan. Di tengah kemeriahan jalan santai dan kebersamaan antara pemerintah, serikat buruh, perusahaan, serta masyarakat, kebahagiaan tak terduga menghampiri seorang petugas kebersihan bernama Ibu Siti Asih asal Cipetir, Desa Ketawangunan.
Perempuan sederhana yang sehari-hari bekerja menjaga kebersihan lingkungan itu tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat namanya diumumkan sebagai pemenang hadiah utama berupa sepeda motor dalam kegiatan jalan santai Mayday 2026.
Rangkaian kegiatan yang digelar Disnakertan Kabupaten Kuningan bersama berbagai stakeholder tahun ini memang terasa berbeda. Tidak hanya menghadirkan hiburan dan olahraga bersama, kegiatan juga diisi pemeriksaan kesehatan gratis, santunan yatim piatu, hingga berbagai bentuk kepedulian sosial yang mengundang simpati masyarakat.
Ketua panitia pelaksana, dr. Krisyudi yang juga menjabat Sekretaris Dinas Disnakertan Kabupaten Kuningan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan Mayday tahun ini terlaksana tanpa menggunakan anggaran pemerintah, melainkan melalui kolaborasi dan dukungan para sponsor.

jajaran KSPSI AGN KUNINGAN
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perusahaan, serikat buruh, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan perayaan Mayday yang penuh makna dan kebersamaan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada DPC KSPSI AGN Kuningan dan Ketua Umum KSPSI AGN, Andi Gani Nena Wea, yang memberikan dukungan penuh, termasuk hadiah utama sepeda motor bagi peserta jalan santai.
Sementara itu, Ketua DPC KSPSI AGN Kuningan, Andang Koswara, saat menyerahkan secara simbolis hadiah sepeda motor yang didampingi Kepala Disnakertan Kuningan, menyampaikan ucapan selamat kepada ibu Siti Asih. Ia berharap momentum Mayday menjadi simbol persatuan dan kepedulian bersama antara pemerintah, buruh, perusahaan, dan masyarakat.
Kebahagiaan sederhana yang dirasakan ibu Siti Asih menjadi potret nyata bahwa perayaan Mayday bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang kebersamaan yang mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat kecil.
- Penulis: Admin


