Duka Mendalam Korban Disabilitas Asal Kuningan, Bupati Desak Pelaku Dihukum Berat
- account_circle Admin
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Kasus dugaan tindak kekerasan terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas asal Kabupaten Kuningan yang berujung meninggal dunia mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Bupati Kuningan menyampaikan rasa prihatin dan penyesalan mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut.
Dalam keterangannya, Bupati mengaku terus menerima laporan perkembangan kasus dari jajaran pemerintah daerah, termasuk saat dirinya berada di Jakarta usai kegiatan pelantikan kepala sekolah.
Ia menilai peristiwa yang menimpa korban merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh terulang kembali.
Bupati meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan menuntaskan kasus tersebut demi memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga. Menurutnya, tindakan para pelaku merupakan perbuatan yang tidak manusiawi dan harus dihukum seberat-beratnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka kemungkinan memberikan pendampingan kepada keluarga korban apabila diperlukan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga dalam menghadapi proses hukum hingga kasus benar-benar selesai.
Bupati juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kuningan yang bekerja di luar daerah agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan atau kondisi rentan.
Kasus ini pun memantik keprihatinan luas dari masyarakat. Banyak pihak berharap proses hukum berjalan transparan dan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Berdasarkan penuturan keluarga, YM diketahui baru sekitar satu tahun bekerja di sebuah pabrik sepatu di wilayah Brebes. Namun selama tiga hari, keluarga kehilangan kontak dan tidak lagi dapat berkomunikasi dengannya.
Merasa khawatir, pacar korban berinisial G kemudian berinisiatif menyusul ke tempat kos korban di Brebes. Saat pintu kamar dibuka, YM ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri tanpa busana.
Keluarga juga mendapati adanya bercak muntahan, kotoran, serta darah di lokasi kejadian.
“Saya tahu dari pacarnya video call pas sampai di sana dan memperlihatkan kondisi adik saya yang tidak sadarkan diri dan tanpa busana,” ujar kakak korban kepada awak media melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2026).
Korban kemudian dibawa pulang ke Kabupaten Kuningan dan menjalani perawatan di RS Sidawangi. Selama menjalani perawatan, kondisi psikologis korban disebut sangat terguncang. Keluarga mengungkapkan korban mengalami trauma berat dan histeris setiap kali melihat laki-laki mendekat.
Setelah sempat menjalani perawatan dan dipulangkan ke rumah, kondisi YM terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada 7 Mei 2026. Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian di wilayah Brebes.
Keluarga korban mengaku menerima informasi bahwa terduga pelaku berinisial R diduga telah melarikan diri.
- Penulis: Admin


