Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Hikmah di Balik Musibah Ketika Alam Mengingatkan, Manusia Seharusnya Mendengar

Hikmah di Balik Musibah Ketika Alam Mengingatkan, Manusia Seharusnya Mendengar

  • account_circle sep
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

jelajahtvnews.com,- Musibah yang menimpa masyarakat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh kembali menampar kesadaran kolektif bangsa. Di tengah dunia yang seolah bergerak tanpa jeda, bencana menghadirkan hentakan yang memaksa manusia berhenti sejenak, menata ulang cara pandang, dan merenungkan apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam tradisi keimanan, setiap peristiwa di alam semesta bukanlah kejadian acak. Semuanya berada dalam lingkup ketetapan Ilahi ada yang berjalan melalui hukum sebab-akibat, ada yang terjadi tanpa pola yang dapat ditangkap manusia. Namun, inti dari semua itu bukan sekadar mencari penyebab fisik dari bencana, melainkan menggali pelajaran moral dan spiritual yang tersimpan di baliknya.

Alam diciptakan dengan keseimbangan. Ayat-Nya menegaskan, “Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al Qamar: 49). Ukuran itu bukan angka matematis semata, tetapi prinsip harmoni. Ketika manusia melampaui batas, keseimbangan pun terganggu, dan alam merespons. Tidak selalu dalam bentuk murka, tetapi sebagai mekanisme korektif.

Kerusakan ekologis hari ini tidak lahir tiba-tiba. Firman Allah menjelaskan dengan sangat jujur, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar Rum: 41). Ayat ini seakan memotret kondisi kekinian eksploitasi berlebihan, alih fungsi lahan yang serampangan, lemahnya pengawasan, hingga kebijakan yang mengabaikan aspek lingkungan. Dalam konteks inilah musibah menjadi cermin yang memantulkan kembali kesalahan manusia.

Bencana seharusnya bukan sekadar disesali. Ia seharusnya menjadi pintu masuk untuk muhasabah diri. Bagi para pemegang kekuasaan, momentum ini layak dijadikan evaluasi total. Kebijakan publik bukan dokumen administratif belaka, melainkan instrumen yang menentukan keselamatan banyak orang. Satu kebijakan yang salah arah dapat menciptakan kerentanan luas, membuat lingkungan rapuh dan masyarakat rentan.

Jabatan, pada hakikatnya, adalah amanah. Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An Nisa: 58). Makna amanah, menurut Ibnu Athiyyah, mencakup seluruh urusan agama dan dunia yang dipikul manusia, baik dalam ucapan maupun tindakan. Sementara Al-Munawi menyebut amanah sebagai setiap hak yang wajib ditunaikan dan dijaga. Dua definisi itu menyatu dalam pesan yang jelas kekuasaan bukan ruang untuk menyimpan ambisi pribadi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dibayar dengan integritas.

Jika amanah dilalaikan, akan ada hak rakyat yang terabaikan, ada lingkungan yang terkorbankan, dan ada kerusakan yang lahir tanpa disadari. Dalam konteks bencana ekologis, kelalaian itu bisa memicu dampak yang berlipat ganda. Tidak sedikit bencana alam yang sejatinya merupakan bencana sosial lahir dari keputusan politik yang tidak berpihak pada keselamatan lingkungan.

Namun muhasabah tidak hanya milik para penguasa. Masyarakat pun layak bercermin. Tindakan kecil seperti membuang sampah sembarangan, merusak kawasan hutan, atau membiarkan praktik ilegal berlalu tanpa suara, semuanya akumulatif. Ketika alam menegur, teguran itu berlaku untuk seluruh lapisan.

Ibnu Rajab Al Hambali mengingatkan, “Seorang mukmin jika tertimpa bala’ di dunia, ia kembali mencela dirinya… dan hal tersebut mengajaknya untuk kembali kepada Allah dengan taubat dan istighfar.” (Jami’ul Ulum wal Hikam: 2/53). Inilah pesan spiritual yang tidak lekang oleh waktu musibah bukan hanya berita buruk, tetapi undangan untuk memperbaiki diri.

Di tengah kesedihan dan kepedihan, harapan tetap menyala. Setiap bencana membuka peluang untuk memperkuat solidaritas, memperbaiki tata kelola, dan menata ulang hubungan manusia dengan alam. Masyarakat dapat memperkuat budaya peduli lingkungan, pemerintah dapat memperbaiki sistem mitigasi dan kebijakan ekologis, dan kita semua dapat menjadikan tragedi sebagai modal kebangkitan moral.

Musibah tak dapat ditolak, tetapi hikmahnya tidak boleh dibiarkan berlalu. Alam telah berbicara. Kini, manusia yang harus memutuskan apakah ia akan mendengar dan berubah, atau abai dan mengulang kesalahan yang sama. Muhasabah ini tidak hanya untuk mukmin yang jauh disana, ini juga untuk kita semua yang berada di Kuningan.

  • Penulis: sep

Rekomendasi Untuk Anda

  • Img 20260407 Wa0133

    Jembatan Harapan di Ciwaru Mulai Dibangun, Warga Tak Lagi Terisolasi Tag:

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Ini bukan sekadar jembatan, tapi penghubung harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.”

  • Img20250826101919 01

    Bank BJB Salurkan CSR untuk Kuningan: Komitmen Nyata Bangun Daerah dan Sejahterakan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Dalam semangat membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bank BJB kembali menegaskan komitmennya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan. Simbolisasi penyerahan bantuan ini dilaksanakan di Ruang Pendopo, Selasa 26 Agustus 2025, dan diterima langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar.Thank you for reading this post, don’t forget […]

  • Domba Naga Hitam Pdp Vinrel

    Naga Hitam Mengamuk di Padasari! Domba Andalan PDP Vinrell Pangluhur Sabet Juara 1, Bawa Pulang Mobil

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN,- Gelaran Latihan Bersama (Latber) Seni Ketangkasan Domba Garut yang berlangsung di Pamidangan Padasari, Desa Padasari, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Minggu (12/04/2026), berlangsung meriah dan penuh gengsi.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Sorotan utama tertuju pada domba tangguh bernama “Naga Hitam”, milik PDP Vinrell Pangluhur, yang tampil dominan sejak babak awal […]

  • H. Toto Tohari: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas Sosial dan Semangat Berbagi

    H. Toto Tohari: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas Sosial dan Semangat Berbagi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN,- Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan bukan hanya sebagai momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai ajang memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kuningan, H. Toto Tohari, SE menyampaikan bahwa Idul Adha merupakan […]

  • May Day Cup AGN Tennis Cup 2025 Siap Meriahkan Hari Buruh

    May Day Cup AGN Tennis Cup 2025 Siap Meriahkan Hari Buruh

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), turnamen AGN Tennis Cup 2025 siap digelar di Lapangan Korpri Kuningan pada tanggal 3 Mei 2025. Sebanyak ±64 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan akan ambil bagian dalam ajang ini, yang mempertandingkan kategori ganda putra dan ganda putri.Thank you for reading this post, don’t forget […]

  • Img 20250918 204148

    Solidaritas Buruh dan Polri: Presiden KSPSI Andi Gani Temui Ribuan Buruh PHK di Jawa Barat

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti ribuan buruh di Bandung dan Garut saat Presiden KSPSI, Bapak Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H., hadir untuk bertemu langsung dengan para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Kehadiran Andi Gani yang dikenal sebagai pejuang buruh itu disambut histeris dan penuh antusias oleh para eks karyawan perusahaan […]

expand_less