Pemkab Kuningan dan Kuda Putih Picture Matangkan Film Anti-Bullying
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- comment 1 komentar
- print Cetak

KUNINGAN,- Produksi film layar lebar bertema anti-perundungan berjudul Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu segera memasuki tahap pelaksanaan. Film karya putra daerah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan kampanye nasional untuk mencegah perundungan atau bullying, khususnya di kalangan pelajar.
Berbagai tahapan persiapan produksi telah dilakukan secara bertahap, mulai dari koordinasi dengan pihak terkait hingga pematangan konsep cerita. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan tim produksi Kuda Putih Picture kini memasuki tahap persiapan akhir.
Selain penyempurnaan skenario, tim produksi juga tengah mematangkan berbagai kebutuhan teknis sebelum proses pengambilan gambar dimulai. Produksi film tersebut ditargetkan segera dilaksanakan pada akhir Oktober 2026.
Pemkab Kuningan Dukung Persiapan Produksi Film
Sebagai bagian dari persiapan, tim produksi bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Kuningan, rapat kerja Sekda bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata, menggelar rapat koordinasi untuk membahas kesiapan lokasi syuting.
Sekda UU.Kusmana S,Sos, menyampaikan Koordinasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai rencana, sekaligus membuka peluang keterlibatan sekolah dan destinasi wisata di Kabupaten Kuningan sebagai bagian dari latar cerita film.
Kehadiran film ini diharapkan tidak hanya membawa pesan edukasi mengenai bahaya perundungan, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kearifan lokal Kuningan kepada masyarakat luas. Ujarnya.
Dengan mengangkat identitas daerah, film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu diharapkan menjadi karya kreatif yang mampu menggabungkan pesan sosial dengan promosi potensi daerah.
Gandeng Aktor Nasional dan Talenta Muda Kuningan
Film ini disutradarai Beben Firmansyah, dengan ide cerita sekaligus produser Mama Sultan Sepuh Cirebon. Sejumlah aktor nasional dijadwalkan terlibat, di antaranya Rd. Sandi Tumiwa, Yama Carlos, Dede Sulaiman, serta sejumlah aktor lainnya.
Menariknya, produksi film ini juga akan melibatkan talenta muda dari Kabupaten Kuningan sebagai bagian dari pengembangan potensi sumber daya manusia di bidang perfilman.
Keterlibatan talenta lokal diharapkan dapat membuka ruang bagi generasi muda daerah untuk mengembangkan kemampuan seni peran, mengenal industri perfilman, sekaligus berkontribusi dalam menghasilkan karya yang memiliki pesan sosial.
Film Anti-Bullying dengan Misi Kampanye Nasional
Mama Sultan Sepuh Cirebon menyampaikan bahwa film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu bukan sekadar karya hiburan, melainkan juga membawa misi edukasi dan pencegahan perundungan.
Menurutnya, film ini menjadi kesempatan bagi Kuningan untuk menghadirkan karya putra daerah yang mengangkat persoalan sosial sekaligus memperkenalkan potensi lokal ke tingkat nasional.
“Selain mengangkat kearifan lokal Kuningan, film ini juga melibatkan talenta muda dari daerah. Kita perlu bangga karena kehadiran film ini bukan hanya memberikan edukasi tentang pencegahan perundungan sejak dini, tetapi juga menjadi bagian dari kampanye nasional anti-bullying yang lahir dari Kabupaten Kuningan,” ujar Mama Sultan Sepuh Cirebon seusai rapat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Film tersebut direncanakan menjangkau penonton di berbagai wilayah Indonesia melalui penayangan di bioskop. Dengan demikian, pesan mengenai persahabatan, empati, penghargaan terhadap sesama, dan penolakan terhadap segala bentuk perundungan diharapkan dapat diterima oleh pelajar, orang tua, tenaga pendidik, serta masyarakat luas.
Melalui film Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu, Kuningan berpeluang menghadirkan kontribusi nyata melalui industri kreatif dalam membangun kesadaran bersama bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi setiap anak.
Persiapan yang kini memasuki tahap akhir menjadi langkah menuju terwujudnya sebuah karya film yang tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menyuarakan pesan kemanusiaan bagi generasi muda Indonesia.
- Penulis: jelajahtv news

https://addlinks.pro/a30mI
13 Oktober 2026 16:59