Ratusan Siswa SMPN 1 Kuningan Adu Akting, Pesan “Stop Bullying” Siap Menembus Layar Lebar
- account_circle jelajahtv news
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Suasana berbeda terasa di SMPN 1 Kuningan, Jawa Barat. Ratusan siswa antusias mengikuti open casting film layar lebar “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu”, Kamis, 20 Agustus 2026.
Bukan sekadar mencari bakat akting, kegiatan ini membawa pesan yang jauh lebih besar: mengajak generasi muda berani melawan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan.
Gagasan film tersebut lahir dari kepedulian Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., terhadap kehidupan dan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Cerita “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu” diharapkan menjadi bagian dari kampanye nasional STOP BULLYING di Indonesia.
Hal itu disampaikan Sultan Sepuh Cirebon usai membuka kegiatan open casting di SMPN 1 Kuningan.
Film ini disutradarai RD. Beben Firmansyah Arianatareja, putra mendiang sutradara ternama Maman Firmansyah. Kehadiran film tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan edukasi tentang pentingnya persahabatan, empati dan kepedulian terhadap sesama.
Antusiasme siswa terlihat sejak kegiatan casting dimulai. Ruang casting dipenuhi para pelajar yang ingin mencoba kemampuan mereka di depan kamera. Para siswa mengikuti proses tersebut dengan pendampingan dari guru dan pihak sekolah.
Kepala SMPN 1 Kuningan, H. Adang Kusdiana, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kanjeng Sultan Sepuh Cirebon yang telah memberikan perhatian terhadap persoalan anak-anak dan generasi muda, khususnya melalui pesan edukasi dalam film tersebut.
Sementara itu, Executive Producer RD. Sandy Tumiwa, S.H., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap produksi film “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu”.
Menurutnya, proses casting di SMPN 1 Kuningan akan berlangsung selama dua hari hingga Jumat sore, sehingga para siswa masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi dan bakat mereka.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak, di antaranya BSI Bank Syariah Indonesia, PLN, PLN Mobile, Telkom Indonesia dan Pertamina, yang turut menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda.
Film ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar tontonan.
Sebab di balik layar, ada pesan yang ingin ditanamkan: bahwa seorang teman bukanlah musuh, perbedaan bukan alasan untuk merendahkan, dan sekolah seharusnya menjadi tempat tumbuh yang aman bagi setiap anak.
Lewat layar lebar, pesan sederhana itu kembali digaungkan:
“Aku bukan musuhmu… aku sahabatmu.”
- Penulis: jelajahtv news


