Wakil Ketua Komisi IV DPRD ,Yaya SE : Film Dokumenter Susukan, Cara Generasi Hari Ini Mengenakan Warisan Leluhur
- account_circle Jelajah TvNews
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Perayaan tasyakuran kemerdekaan di Desa Susukan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, terasa semakin bermakna ketika masyarakat diajak kembali menelusuri jejak sejarah dan peradaban tanah leluhur melalui sebuah film dokumenter.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Acara Nobar
Dalam sambutannya, Yaya, S.E., anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PKS sekaligus Wakil Ketua Komisi IV, menyampaikan apresiasi atas hadirnya film dokumenter yang mengangkat sejarah Desa Susukan.sabtu 22 Agustus 2026.
Menurut Yaya, film tersebut bukan sekadar karya visual yang merekam perjalanan masa lalu. Lebih dari itu, film dokumenter tersebut menjadi upaya untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat tentang perjuangan, budaya, serta nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
Ia menyebut, perjalanan sejarah Desa Susukan sebelumnya telah dituangkan dalam sebuah buku. Kini, pengetahuan tersebut dikembangkan menjadi film dokumenter agar jejak sejarah dapat dikenal lebih luas, khususnya oleh generasi muda.
“Sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Sejarah adalah identitas, cerminan untuk hari ini, dan mudah-mudahan menjadi pijakan kita semua untuk membangun masa depan,” ujar Yaya.

Malam tasyakuran kemerdekaan
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan juga terhadap media jelajahtvnews,yang telah memproduksi film dokumenter , hingga seluruh warga Desa Susukan yang bersama-sama mendorong lahirnya karya dokumenter tersebut.
Menurutnya, dari perjalanan sejarah Susukan yang dituangkan dalam buku maupun film, terdapat banyak jejak penting, termasuk kisah tokoh budaya dan perjalanan masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kuningan.
Yaya menilai, keberadaan film dokumenter tersebut menjadi momentum penting untuk membuka kembali lembaran sejarah yang selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat.
Bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran bahwa sebuah desa memiliki akar sejarah, kebudayaan, dan nilai leluhur yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
Di tengah kemajuan zaman, jejak tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak semestinya memutus hubungan dengan sejarah.
Sebab, ketika sebuah generasi mampu mengenal dari mana mereka berasal, mereka akan memiliki pijakan yang lebih kuat untuk menentukan ke mana arah masa depan akan dibawa.
- Penulis: Jelajah TvNews


