Moment Di KRI Dewa Ruci : Jangan Sampai Kompas Pemerintah Kehilangan Arah
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
Oleh: Redaksi Jelajahtv
Kunjungan Bupati Kuningan bersama jajaran SKPD ke KRI Dewaruci dalam agenda joy sailing, Kamis (15/10/2026), bukan sekadar perjalanan menikmati sejarah pelayaran, tetapi juga momentum untuk merefleksikan arti kepemimpinan, kedisiplinan, dan pengabdian.
Kegiatan tersebut tidak serta-merta dapat dinilai sebagai pemborosan. Namun, di tengah perhatian terhadap kondisi keuangan daerah, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki manfaat yang jelas, sejalan dengan prioritas, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Filosofi kapal mengajarkan bahwa seorang nakhoda bukan hanya bertugas menjaga kekompakan awak, tetapi juga memastikan arah perjalanan tetap benar dan perbekalan digunakan secara bijaksana.
Begitu pula pemerintahan. Kekompakan pejabat harus berujung pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan yang tepat sasaran, dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Terinspirasi dari perjalanan KRI Dewaruci dan kisah pencarian jati diri Bima, kebijaksanaan sejati tidak diukur dari kemegahan perjalanan, melainkan dari kemampuan mengambil pelajaran dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.
Pertanyaan terpenting setelah perjalanan itu bukanlah apa yang dilihat para pejabat di atas kapal, melainkan apa yang akan berubah ketika mereka kembali menjalankan tugas di Kuningan.
Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan filosofi kepemimpinan, tetapi juga bukti nyata pengabdian, transparansi, dan tanggung jawab dalam mengelola anggaran.
Jangan sampai pemerintah pulang membawa cerita tentang ketangguhan sebuah kapal, tetapi lupa memastikan bahwa kapal besar bernama Kuningan tetap berlayar menuju kesejahteraan rakyat.
Redaksi Jelajahtv
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar