Dari Perjuangan Menuju Pengabdian, H. Soeteddy Resmikan Masjid ke-8 di Nanggela
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Rasa syukur yang sejati bukan hanya diucapkan dalam doa, tetapi diwujudkan melalui amal yang terus mengalir manfaatnya. Nilai itulah yang tergambar dalam peresmian Masjid Edi Suhaedi, masjid kedelapan yang dibangun oleh H. Soeteddy, di Desa Nanggela, Kecamatan Mandirancan, pada Minggu, 26 Juli 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Mesjid Edi suhaedi
Peresmian berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut keluarga besar H. Soeteddy, perangkat Desa Nanggela, para sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang turut menyaksikan lahirnya rumah ibadah baru yang diharapkan menjadi pusat syiar Islam dan pemersatu umat.
Dalam sambutannya, H. Soeteddy menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Edi Suhaedi merupakan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas perjalanan hidup yang dimulai dari perjuangan sederhana hingga mengantarkannya pada keberhasilan. Baginya, setiap pencapaian tidak akan berarti tanpa dibalas dengan pengabdian kepada Sang Pencipta dan pelayanan kepada sesama.
“Sebagai putra daerah, saya ingin mengabdikan diri kepada Allah SWT melalui pembangunan rumah-rumah ibadah. Masjid ini adalah persembahan bagi masyarakat dan para musafir yang membutuhkan tempat untuk beribadah,” ungkapnya.

Doa bersama di mesjid Edi suhaedi
Ia menjelaskan, Masjid Edi Suhaedi merupakan masjid kedelapan yang dibangunnya. Rumah ibadah tersebut juga menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan dukungan keluarga besar yang senantiasa menjadi kekuatan dalam setiap langkah kehidupannya.
Pembangunan masjid berlangsung selama sekitar tujuh bulan hingga akhirnya dapat diresmikan dan dibuka untuk masyarakat. H. Soeteddy pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga dan perangkat desa yang telah memberikan dukungan sehingga proses pembangunan berjalan dengan baik.
Mewakili Kepala Desa Nanggela, Sekretaris Desa menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian H. Soeteddy terhadap kemajuan kehidupan keagamaan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Masjid Edi Suhaedi menjadi solusi bagi kebutuhan sarana ibadah, khususnya bagi warga Dusun Pahing, sekaligus menjadi ikon baru yang diharapkan mampu meningkatkan aktivitas keagamaan di wilayah tersebut.
“Semoga ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir kepada Pak Haji Soeteddy beserta keluarga. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian beliau kepada masyarakat Nanggela,” ujarnya.
Sekretaris Desa juga berharap pengurus masjid yang telah diberi amanah dari unsur masyarakat dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan ibadah, pendidikan, dan pembinaan umat.
Masjid Edi Suhaedi juga akan dibuka selama 24 jam agar dapat melayani masyarakat maupun para musafir yang membutuhkan tempat beribadah kapan pun. Pemerintah desa pun mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga, memakmurkan, dan merawat masjid sebagai pusat persaudaraan dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Peresmian Masjid Edi Suhaedi menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati bukanlah tentang seberapa tinggi seseorang mencapai puncak kehidupan, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu diwariskan bagi sesama. Sebab, ketika harta dipersembahkan untuk rumah Allah, maka manfaatnya akan terus hidup dalam setiap sujud, doa, lantunan ayat suci, dan langkah kaki umat yang datang memakmurkannya.
- Penulis: Admin

