Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Esok ! Ketika Jabatan Disematkan dan Alam Menjadi Saksi Pelantikan

Esok ! Ketika Jabatan Disematkan dan Alam Menjadi Saksi Pelantikan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

jelajahtvnews.com,- Di kaki alam yang hijau, di bawah naungan pepohonan yang tumbuh lebih lama dari usia jabatan, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersiap melantik para pejabatnya.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kebun Raya Kuningan bukan sekadar lokasi seremonial, melainkan ruang makna—tempat di mana kekuasaan semestinya diuji, bukan dirayakan. Bagi masyarakat Kuningan yang mewarisi kearifan leluhur Sunda, alam bukan latar kosong. Ia adalah saksi yang tak pernah lupa. Hutan, kebun, dan gunung dipercaya menyimpan keseimbangan hidup, menegur manusia ketika batas dilampaui.

Maka ketika sumpah jabatan diucapkan di ruang terbuka, pesan yang lahir bukan hanya administratif, tetapi juga batiniah: kekuasaan tidak berdiri sendiri, ia selalu berada dalam pengawasan nilai dan alam.

Kebun Raya, sebagai ruang tumbuh dan perawatan, memantulkan harapan akan kepemimpinan yang merawat, bukan menguras. Jabatan tidak dimaknai sebagai singgasana, melainkan amanah. Seperti tanaman yang tidak bisa dipaksa berbuah, birokrasi pun tak seharusnya digerakkan oleh ambisi semata, melainkan oleh kesabaran, ketekunan, dan keberpihakan pada kehidupan rakyat.

Nama Padabeunghar, lokasi pelantikan, seakan berbicara dalam bahasa sunyi. Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan sejati tidak pernah berdiri sendiri, tetapi hidup ketika dirasakan bersama. Kekuasaan yang lahir dari ruang ini diuji bukan dari kemegahannya, melainkan dari kemampuannya merapatkan jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Di latar yang sama, Gunung Ciremai berdiri sebagai poros moral Kuningan. Dalam kepercayaan lokal, ia menjadi simbol keteguhan dan laku hidup. Pelantikan di lanskap alamnya memberi isyarat agar setiap keputusan pemerintahan tetap menengadah—sadar bahwa ada nilai yang lebih tinggi dari jabatan, dan tanggung jawab yang melampaui masa tugas.

Di tengah dinamika pasca-Pilkada dan konsolidasi kekuasaan, pelantikan ini dapat dibaca sebagai upaya menata ulang bukan hanya struktur organisasi, tetapi juga niat dan arah pelayanan. Sebuah ritual birokrasi yang, jika dibaca dengan kacamata leluhur, sejatinya adalah ajakan untuk menenangkan ambisi dan menguatkan amanah.

Di Kebun Raya Kuningan, sumpah akan diucapkan, nama akan dipanggil, dan jabatan akan disematkan. Namun pesan yang tertinggal di antara dedaunan jauh lebih panjang usianya: bahwa kepemimpinan yang kuat bukan yang paling tinggi berdiri, melainkan yang mampu mengakar, tumbuh, dan memberi teduh—bagi alam, dan bagi manusia yang dilayaninya.

  • Penulis: redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 135 Guru Penggerak Angkatan ke XI Dikukuhkan

    135 Guru Penggerak Angkatan ke XI Dikukuhkan

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Sebanyak 135 guru dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan sebagai Guru Penggerak .Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Guru Penggerak Kabupaten Kuningan, H. Pipin Mansyur Aripin, serta mendapat perhatian khusus dari Bupati Kuningan.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Program Guru Penggerak yang telah berjalan selama tiga tahun ini melibatkan total […]

  • Kopi Hawu 3

    Pesta Komponis Nusantara Meriahkan Milangkala Saung Kopi Hawwu ke-5

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Dalam rangkaian Milangkala Saung Kopi Hawwu ke-5, sebuah perayaan istimewa bertajuk Pesta Komponis Nusantara digelar di Saung Kopi Hawwu, Jalan Adipati, Cirendang, Kabupaten Kuningan. 23 September 2025Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Acara ini menjadi ruang terbuka bagi para pencipta lagu dan penggubah karya musik untuk menampilkan hasil kreasinya secara […]

  • Koni Kuningan

    Solidaritas & Sinergi, KONI Kuningan Mantapkan Target Prestasi Olahraga

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuningan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama cabang olahraga (cabor) anggota KONI, Sabtu pagi, di Ruang Rapat Linggarjati, Pendopo Kuningan.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Rakor resmi dibuka oleh Ketua KONI Kuningan, H. Trias Andriyana, yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh cabor atas perjuangan mereka pada […]

  • Img 20260128 Wa0118

    JF PK Utama Beri Pengarahan di Lapas Kuningan, Perkuat Kinerja dan Zona Integritas WBK/WBBM

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menerima pengarahan dari JF PK Utama, Nugroho, pada Rabu (28/1/2026). Kegiatan yang digelar di lingkungan Lapas Kelas IIA Kuningan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan sekaligus evaluasi kinerja organisasi, khususnya dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah […]

  • Okk Pwi

    OKK PWI Jabar di Kuningan: Menyulam Integritas, Meneguhkan Peran Pers di Era Digital

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Di bawah langit yang teduh, Rageman Resto menjadi saksi berkumpulnya para penjaga kata dan pengurai fakta. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) dengan tema penuh semangat: “Menuju PWI Lebih Baik, Bangkit Bersatu.”Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., […]

  • Pengamat Kebijakan Publik Abidinse

    Abidin Soroti “Kontradiksi Januari” Tunjangan DPRD Kuningan, Potensi TGR Mengintai

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kalau Februari ditahan karena Perbup “belum ada, maka Januari yang sudah cair justru menjadi titik kontradiksi yang paling rawan.” – Abidin

expand_less