Seren Taun Cigugur Dimulai, Bupati Kuningan Tekankan Pentingnya Merawat Tradisi dan Kearifan Lokal
- account_circle Admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr.H.Dian Rachmat Yanuar, Menyampaikan, menghadiri prosesi budaya Damar Sewu yang menjadi penanda dimulainya rangkaian ritual Seren Taun di kawasan Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur. Rabu 03 Juni 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan yang sarat makna budaya tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri masyarakat, tokoh adat, budayawan, serta berbagai elemen masyarakat yang turut menjaga kelestarian tradisi warisan leluhur.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa Damar Sewu memiliki makna filosofis yang mendalam. Damar Sewu yang berarti seribu lentera atau seribu cahaya menjadi simbol penerangan dan harapan, sekaligus menandai dibukanya rangkaian kegiatan ritual Seren Taun yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Menurutnya, penyelenggaraan Damar Sewu dan Seren Taun bukan sekadar agenda seremonial atau tradisi tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata upaya merawat budaya, menjaga identitas daerah, serta mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai pelestarian budaya lokal memiliki peran penting dalam memperkuat karakter bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya luar.
“Pemerintah Daerah memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bersusah payah menyelenggarakan kegiatan ini. Tradisi budaya dan kearifan lokal bukan hanya cerita masa lalu atau sejarah yang harus ditinggalkan, melainkan dapat menjadi pedoman untuk masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Kuningan yang didampingi Camat Cigugur, menegaskan, bahwa budaya lokal merupakan benteng yang mampu menjaga jati diri masyarakat dari berbagai pengaruh yang tidak selaras dengan nilai-nilai dan tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat Cigugur selama bertahun-tahun.
Ia berharap tradisi Seren Taun dan Damar Sewu dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sehingga tetap menjadi warisan budaya yang hidup dan berkembang. Selain menjaga kelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman sebagaimana nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui perayaan Damar Sewu, masyarakat tidak hanya diajak mengenang warisan leluhur, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial, budaya, dan kehidupan berbangsa di Kabupaten Kuningan.
- Penulis: Admin


