Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Bhakti Seorang Guru Bangun Jembatan Untuk Warga Kuningan

Bhakti Seorang Guru Bangun Jembatan Untuk Warga Kuningan

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN, — Kesuksesan di tanah rantau tidak selalu membuat seseorang melupakan kampung halaman. Bagi seorang putra asli Kabupaten Kuningan yang kini mengabdikan diri sebagai pengawas Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, keberhasilan justru menjadi jalan untuk kembali memberikan manfaat bagi daerah kelahirannya.

Saat meninjau pembangunan jembatan Di Cikananga garawangi

Berangkat dari keterbatasan ekonomi, perjalanan hidupnya ditempa oleh perjuangan panjang. Setelah menyelesaikan pendidikan di SPG Kuningan, yang dahulu berlokasi di samping Kantor Bupati Kuningan, ia memberanikan diri merantau ke Jakarta tanpa dukungan maupun fasilitas khusus.

Keteguhan, kerja keras, dan pengabdiannya di bidang pendidikan serta kebudayaan mengantarkannya menapaki berbagai pengalaman hingga tingkat internasional.

Tidak hanya berkecimpung dalam dunia pendidikan, ia juga pernah memimpin sejumlah misi kebudayaan dan kegiatan kepramukaan ke berbagai negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Korea Selatan, hingga Jepang.

Namun, sejauh apa pun langkahnya menjelajahi dunia, Kuningan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.

Dari Perjalanan Internasional untuk Kemajuan Kuningan

Kecintaannya terhadap tanah kelahiran diwujudkan melalui berbagai kegiatan promosi potensi daerah. Ia tercatat berulang kali membawa rombongan wisatawan, bahkan hingga ratusan orang, untuk mengenalkan kekayaan wisata dan potensi lokal Kabupaten Kuningan.

Dedikasi tersebut turut memperoleh apresiasi dari almarhum Bupati Kuningan. Kiprahnya juga bersinggungan dengan upaya penataan dan kebersihan Taman Kota Kuningan melalui kolaborasi bersama sektor pariwisata.

Baginya, kemajuan daerah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang telah memperoleh kesempatan dan keberhasilan di luar daerah.

Jembatan Persembahan untuk Warga Cikananga

Menjelang masa purnatugas, pengabdian tersebut kembali diwujudkan melalui langkah nyata di Desa Cikananga.

Melihat kondisi geografis desaa serta keterbatasan akses dan lahan permukiman, ia berinisiatif menggalang pembiayaan secara mandiri untuk membangun jembatan penghubung.

Konstruksi jembatan dirancang tanpa tiang penyangga di tengah sungai, dengan menggunakan struktur besi yang lebih kokoh. Desain tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus memperhatikan ketentuan teknis dan regulasi pembangunan.

Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 persen.

Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi titik perubahan bagi mobilitas masyarakat. Akses kendaraan roda empat menuju kawasan pesantren setempat dapat terbuka, sementara pengangkutan hasil bumi dan aktivitas ekonomi warga menjadi lebih mudah.

Lebih dari sekadar penghubung dua wilayah, pembangunan ini juga membuka peluang pengembangan kawasan permukiman ke arah wilayah hutan, dengan tetap memperhatikan ketentuan tata ruang dan perizinan yang berlaku.

Gotong Royong Warga Menjadi Energi Pembangunan

Dampak pembangunan jembatan mulai terlihat dari tumbuhnya partisipasi masyarakat.

Sejumlah warga secara sukarela merelakan sebagian tanahnya untuk mendukung pelebaran jalan desa hingga mencapai 6 meter.

Semangat swadaya tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur mampu menumbuhkan kesadaran kolektif ketika masyarakat melihat manfaat yang dapat dirasakan bersama.

Jembatan Cikananga pun tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai simbol kepedulian, kebersamaan, dan harapan baru bagi masyarakat desa.

Pengabdian Tanpa Pamrih untuk Kuningan

Di tengah perjalanan hidup yang telah mengantarkannya pada berbagai pengalaman, inisiatif pembangunan jembatan ini disebut tidak dilandasi ambisi politik maupun kepentingan pribadi.

Semangat yang dibawa adalah keinginan untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar aktivitas warga, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Kuningan.

Kisah ini menjadi potret bahwa pengabdian kepada tanah kelahiran tidak selalu diwujudkan melalui jabatan atau kekuasaan.

Terkadang, pengabdian hadir dalam bentuk yang sederhana tetapi berdampak panjang: sebuah jembatan yang menghubungkan dua sisi sungai, mendekatkan masyarakat pada pelayanan, dan membuka jalan bagi harapan generasi mendatang.

Dari Kuningan ia berangkat, menapaki dunia, lalu kembali membawa manfaat. Sebuah bakti putra daerah yang menjadikan pembangunan bukan sekadar tentang beton dan besi, melainkan tentang kepedulian dan masa depan masyarakat.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Proton Fc Tony Indra Gunawan

    Anniversary ke-1 Proton FC, Bupati Dian: “Ini Role Model Klub Olahraga di Kuningan”

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN — Perayaan Anniversary ke-1 Proton FC berlangsung hangat dan penuh kebanggaan. Klub futsal yang baru berusia setahun ini berhasil menarik perhatian banyak pihak berkat perkembangan pesat, manajemen profesional, dan prestasi yang terus diraih. Salah satu yang memberikan apresiasi tinggi adalah Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa bahagia […]

  • . “Cinta Maharani Bersinar di Film Langkah Kecil Rani: Ketekunan Anak Desa yang Menginspirasi”

    . “Cinta Maharani Bersinar di Film Langkah Kecil Rani: Ketekunan Anak Desa yang Menginspirasi”

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews com,- Memasuki hari ketiga proses pengambilan gambar, film edukasi anak berjudul “Langkah Kecil Rani” semakin mencuri perhatian publik. Pemeran utamanya, Cinta Maharani (12 tahun), siswi SDN 02 Caracas Kabupaten Kuningan, menuai banyak pujian atas kemampuan aktingnya yang mengharukan dan menyentuh hati. Film ini merupakan karya sutradara Bens Subagja, diproduksi oleh komunitas Anak Langit Ciremai, […]

  • H.rokhmat Ardian Se.mm

    H.Rakhmat Ardian Kunjungi & Berikan Bantuan Untuk Keluarga Penderita Kanker di Desa Padarek

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Di tengah keterbatasan, semangat anak-anak ini adalah kekuatan besar yang harus kita jaga bersama.” – H. Rakhmat Ardian, SE., MM.

  • Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Kuningan Dirotasi, Bupati Dian: “Buat Program Berdampak, Bukan Sekadar Tampak”

    Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Kuningan Dirotasi, Bupati Dian: “Buat Program Berdampak, Bukan Sekadar Tampak”

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali melakukan rotasi jabatan terhadap tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam Apel Pagi di Halaman Setda, Senin (14/07/2025). Rotasi ini berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 821.22/KPTS.738/BKPSDM/2025 sebagai upaya penyegaran birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Jabatan […]

  • Diskusi Warung Rakyat

    Warung Rakyat : Kuningan Lestari Mimpi Atau Asli ?

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN — Isu lingkungan kembali menjadi sorotan dalam diskusi publik bertajuk “Warung Rakyat: Kuningan Lestari, Asli atau Mimpi?” yang digelar di Saung Kopi Hawu, Jalan Ir. Soekarno, Cigintung, Kuningan, Sabtu (1/11/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Warung Rakyat ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Federik HR. Amalo, Wina Winiarti, S.Hut., M.Ing, dan Ir. Usep […]

  • Saat Petugas Tni Bergotong Royong Dengan Warga

    Tanah Longsor Ancam Permukiman di Padahurip, Respons Cepat Warga dan Babinsa Cegah Kerusakan Lebih Besar

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Suasana pagi di Dusun Tajur, Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe, mendadak mencekam saat tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Kuningan, Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Material tebing yang amblas perlahan mulai bergerak mendekati rumah warga di RT 12 RW 04, memicu kekhawatiran akan potensi bencana susulan. Peristiwa itu pertama kali disadari oleh Jahudi […]

expand_less