Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Bhakti Seorang Guru Bangun Jembatan Untuk Warga Kuningan

Bhakti Seorang Guru Bangun Jembatan Untuk Warga Kuningan

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN, — Kesuksesan di tanah rantau tidak selalu membuat seseorang melupakan kampung halaman. Bagi seorang putra asli Kabupaten Kuningan yang kini mengabdikan diri sebagai pengawas Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, keberhasilan justru menjadi jalan untuk kembali memberikan manfaat bagi daerah kelahirannya.

Saat meninjau pembangunan jembatan Di Cikananga garawangi

Berangkat dari keterbatasan ekonomi, perjalanan hidupnya ditempa oleh perjuangan panjang. Setelah menyelesaikan pendidikan di SPG Kuningan, yang dahulu berlokasi di samping Kantor Bupati Kuningan, ia memberanikan diri merantau ke Jakarta tanpa dukungan maupun fasilitas khusus.

Keteguhan, kerja keras, dan pengabdiannya di bidang pendidikan serta kebudayaan mengantarkannya menapaki berbagai pengalaman hingga tingkat internasional.

Tidak hanya berkecimpung dalam dunia pendidikan, ia juga pernah memimpin sejumlah misi kebudayaan dan kegiatan kepramukaan ke berbagai negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Korea Selatan, hingga Jepang.

Namun, sejauh apa pun langkahnya menjelajahi dunia, Kuningan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.

Dari Perjalanan Internasional untuk Kemajuan Kuningan

Kecintaannya terhadap tanah kelahiran diwujudkan melalui berbagai kegiatan promosi potensi daerah. Ia tercatat berulang kali membawa rombongan wisatawan, bahkan hingga ratusan orang, untuk mengenalkan kekayaan wisata dan potensi lokal Kabupaten Kuningan.

Dedikasi tersebut turut memperoleh apresiasi dari almarhum Bupati Kuningan. Kiprahnya juga bersinggungan dengan upaya penataan dan kebersihan Taman Kota Kuningan melalui kolaborasi bersama sektor pariwisata.

Baginya, kemajuan daerah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang telah memperoleh kesempatan dan keberhasilan di luar daerah.

Jembatan Persembahan untuk Warga Cikananga

Menjelang masa purnatugas, pengabdian tersebut kembali diwujudkan melalui langkah nyata di Desa Cikananga.

Melihat kondisi geografis desaa serta keterbatasan akses dan lahan permukiman, ia berinisiatif menggalang pembiayaan secara mandiri untuk membangun jembatan penghubung.

Konstruksi jembatan dirancang tanpa tiang penyangga di tengah sungai, dengan menggunakan struktur besi yang lebih kokoh. Desain tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus memperhatikan ketentuan teknis dan regulasi pembangunan.

Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 persen.

Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi titik perubahan bagi mobilitas masyarakat. Akses kendaraan roda empat menuju kawasan pesantren setempat dapat terbuka, sementara pengangkutan hasil bumi dan aktivitas ekonomi warga menjadi lebih mudah.

Lebih dari sekadar penghubung dua wilayah, pembangunan ini juga membuka peluang pengembangan kawasan permukiman ke arah wilayah hutan, dengan tetap memperhatikan ketentuan tata ruang dan perizinan yang berlaku.

Gotong Royong Warga Menjadi Energi Pembangunan

Dampak pembangunan jembatan mulai terlihat dari tumbuhnya partisipasi masyarakat.

Sejumlah warga secara sukarela merelakan sebagian tanahnya untuk mendukung pelebaran jalan desa hingga mencapai 6 meter.

Semangat swadaya tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur mampu menumbuhkan kesadaran kolektif ketika masyarakat melihat manfaat yang dapat dirasakan bersama.

Jembatan Cikananga pun tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai simbol kepedulian, kebersamaan, dan harapan baru bagi masyarakat desa.

Pengabdian Tanpa Pamrih untuk Kuningan

Di tengah perjalanan hidup yang telah mengantarkannya pada berbagai pengalaman, inisiatif pembangunan jembatan ini disebut tidak dilandasi ambisi politik maupun kepentingan pribadi.

Semangat yang dibawa adalah keinginan untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar aktivitas warga, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Kuningan.

Kisah ini menjadi potret bahwa pengabdian kepada tanah kelahiran tidak selalu diwujudkan melalui jabatan atau kekuasaan.

Terkadang, pengabdian hadir dalam bentuk yang sederhana tetapi berdampak panjang: sebuah jembatan yang menghubungkan dua sisi sungai, mendekatkan masyarakat pada pelayanan, dan membuka jalan bagi harapan generasi mendatang.

Dari Kuningan ia berangkat, menapaki dunia, lalu kembali membawa manfaat. Sebuah bakti putra daerah yang menjadikan pembangunan bukan sekadar tentang beton dan besi, melainkan tentang kepedulian dan masa depan masyarakat.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relokasi PKL Jangan Relokasi Penghidupannya

    Relokasi PKL Jangan Relokasi Penghidupannya

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. Yanyan AnugrahaKetua Bidang Hubungan Antar Lembaga PPHI (Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia) Kisruh dan ketidakpuasan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan pertokoan Jalan Siliwangi, Kuningan, masih belum menemui titik terang. Para PKL yang direlokasi merasa bukan hanya dipindahkan tempatnya, tetapi juga direlokasi penghasilannya ke titik nol. Sebuah ironi yang memilukan. Di satu sisi, […]

  • Wisata Cibulan Jadi Pilihan Favorit Bagi Para Rombongan Peziarah

    Wisata Cibulan Jadi Pilihan Favorit Bagi Para Rombongan Peziarah

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Kawasan Obyek wisata Cibulan yang sudah Melegenda ini, bagi sebagian para rombongan peziarah yang datang tentunya tidak asing lagi. Bahkan Meraka berkali kali rombongan hadir di wisata Cibulan manis kidul jalaksana Kuningan. Dan rata rata rombongan para wisatawan religi ini usai mengunjungi makam Sunan gunung jati Cirebon , untuk tujuan akhirnya Ada dikawasan Wisata […]

  • Rizal Nurfahrozy

    PMII Kuningan Dorong Peran Mahasiswa dan Media Kawal Demokrasi serta Pembangunan Daerah

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kuningan – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kuningan menunjukkan keseriusannya dalam mengoptimalkan peran mahasiswa dan media sebagai garda terdepan dalam mengawal demokrasi serta mendorong pembangunan daerah. Hal ini disampaikan dalam rangkaian tahapan Konferensi Cabang PMII Kuningan, yang menjadi momentum refleksi arah gerakan organisasi ke depan. Salah satu kandidat ketua cabang, Rizal Nurfahrozy, menegaskan bahwa […]

  • Lolos dari Sorotan Kamera, Tiga Anggota DPRD Diduga Tinggalkan Kejari Melalui Pintu Samping

    Lolos dari Sorotan Kamera, Tiga Anggota DPRD Diduga Tinggalkan Kejari Melalui Pintu Samping

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Di balik pintu yang tertutup, proses hukum terus berjalan. Sementara di luar, publik menanti jawaban, dan jurnalisme tetap setia mengawal setiap langkah menuju terang.”

  • Gambar Ilustrasi

    Jejak Sumpah Cakraningrat: Dari Runtuhnya Ciputri hingga Lereng Ciremai

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews com,- Keinginan itu telah lama bersemayam di benak Prabu Cakraningrat. Hasrat untuk mempersunting sang putri bukan sekadar urusan perasaan, melainkan bagian dari pusaran kuasa dan takdir. Singkat cerita, pertemuan pun terjadi.Di hadapan sang prabu, sang putri menyatakan kesediaannya untuk disunting. Namun dari pertemuan itu, sejarah mulai bergeser. Jimatan Prabu Cakraningrat berhasil dilumpuhkan. Pertahanan Sungai […]

  • Masjid Edi Suhaedi  Desa Nanggela Mandirancan  Siap Sambut Salat Idul Adha 1447 H

    Masjid Edi Suhaedi Desa Nanggela Mandirancan Siap Sambut Salat Idul Adha 1447 H

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Penamaan masjid ini bukan sekadar simbol, melainkan ungkapan terima kasih yang paling tulus kepada sosok yang telah berjasa besar dalam perjalanan hidup dan kesuksesan kami.” — H. Soeteddy

expand_less