Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Bhakti Seorang Guru Bangun Jembatan Untuk Warga Kuningan

Bhakti Seorang Guru Bangun Jembatan Untuk Warga Kuningan

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN, — Kesuksesan di tanah rantau tidak selalu membuat seseorang melupakan kampung halaman. Bagi seorang putra asli Kabupaten Kuningan yang kini mengabdikan diri sebagai pengawas Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, keberhasilan justru menjadi jalan untuk kembali memberikan manfaat bagi daerah kelahirannya.

Saat meninjau pembangunan jembatan Di Cikananga garawangi

Berangkat dari keterbatasan ekonomi, perjalanan hidupnya ditempa oleh perjuangan panjang. Setelah menyelesaikan pendidikan di SPG Kuningan, yang dahulu berlokasi di samping Kantor Bupati Kuningan, ia memberanikan diri merantau ke Jakarta tanpa dukungan maupun fasilitas khusus.

Keteguhan, kerja keras, dan pengabdiannya di bidang pendidikan serta kebudayaan mengantarkannya menapaki berbagai pengalaman hingga tingkat internasional.

Tidak hanya berkecimpung dalam dunia pendidikan, ia juga pernah memimpin sejumlah misi kebudayaan dan kegiatan kepramukaan ke berbagai negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Korea Selatan, hingga Jepang.

Namun, sejauh apa pun langkahnya menjelajahi dunia, Kuningan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.

Dari Perjalanan Internasional untuk Kemajuan Kuningan

Kecintaannya terhadap tanah kelahiran diwujudkan melalui berbagai kegiatan promosi potensi daerah. Ia tercatat berulang kali membawa rombongan wisatawan, bahkan hingga ratusan orang, untuk mengenalkan kekayaan wisata dan potensi lokal Kabupaten Kuningan.

Dedikasi tersebut turut memperoleh apresiasi dari almarhum Bupati Kuningan. Kiprahnya juga bersinggungan dengan upaya penataan dan kebersihan Taman Kota Kuningan melalui kolaborasi bersama sektor pariwisata.

Baginya, kemajuan daerah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mereka yang telah memperoleh kesempatan dan keberhasilan di luar daerah.

Jembatan Persembahan untuk Warga Cikananga

Menjelang masa purnatugas, pengabdian tersebut kembali diwujudkan melalui langkah nyata di Desa Cikananga.

Melihat kondisi geografis desaa serta keterbatasan akses dan lahan permukiman, ia berinisiatif menggalang pembiayaan secara mandiri untuk membangun jembatan penghubung.

Konstruksi jembatan dirancang tanpa tiang penyangga di tengah sungai, dengan menggunakan struktur besi yang lebih kokoh. Desain tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus memperhatikan ketentuan teknis dan regulasi pembangunan.

Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 persen.

Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi titik perubahan bagi mobilitas masyarakat. Akses kendaraan roda empat menuju kawasan pesantren setempat dapat terbuka, sementara pengangkutan hasil bumi dan aktivitas ekonomi warga menjadi lebih mudah.

Lebih dari sekadar penghubung dua wilayah, pembangunan ini juga membuka peluang pengembangan kawasan permukiman ke arah wilayah hutan, dengan tetap memperhatikan ketentuan tata ruang dan perizinan yang berlaku.

Gotong Royong Warga Menjadi Energi Pembangunan

Dampak pembangunan jembatan mulai terlihat dari tumbuhnya partisipasi masyarakat.

Sejumlah warga secara sukarela merelakan sebagian tanahnya untuk mendukung pelebaran jalan desa hingga mencapai 6 meter.

Semangat swadaya tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur mampu menumbuhkan kesadaran kolektif ketika masyarakat melihat manfaat yang dapat dirasakan bersama.

Jembatan Cikananga pun tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai simbol kepedulian, kebersamaan, dan harapan baru bagi masyarakat desa.

Pengabdian Tanpa Pamrih untuk Kuningan

Di tengah perjalanan hidup yang telah mengantarkannya pada berbagai pengalaman, inisiatif pembangunan jembatan ini disebut tidak dilandasi ambisi politik maupun kepentingan pribadi.

Semangat yang dibawa adalah keinginan untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar aktivitas warga, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Kuningan.

Kisah ini menjadi potret bahwa pengabdian kepada tanah kelahiran tidak selalu diwujudkan melalui jabatan atau kekuasaan.

Terkadang, pengabdian hadir dalam bentuk yang sederhana tetapi berdampak panjang: sebuah jembatan yang menghubungkan dua sisi sungai, mendekatkan masyarakat pada pelayanan, dan membuka jalan bagi harapan generasi mendatang.

Dari Kuningan ia berangkat, menapaki dunia, lalu kembali membawa manfaat. Sebuah bakti putra daerah yang menjadikan pembangunan bukan sekadar tentang beton dan besi, melainkan tentang kepedulian dan masa depan masyarakat.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Idi Kuningan

    Dari Kuningan untuk Aceh: Tim Medis IDI Berangkat Jalankan Misi Kemanusiaan Selama 14 Hari

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Kepedulian tak mengenal jarak. Dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sekelompok tenaga kesehatan bersiap menembus batas wilayah demi satu tujuan: kemanusiaan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan, dipimpin langsung oleh Ketua IDI Kuningan, Dr. dr. Asep Hermana, SpB, FINACS, MM, akan bertolak menuju Aceh dalam sebuah misi kemanusiaan. Keberangkatan tim medis ini disampaikan langsung oleh […]

  • Kuningan Tuan Rumah CEF 2025, 130 UMKM Tampil dan Berjaya di Ajang Regional

    Kuningan Tuan Rumah CEF 2025, 130 UMKM Tampil dan Berjaya di Ajang Regional

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN –Kabupaten Kuningan kembali menjadi pusat perhatian regional dengan menjadi tuan rumah Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF) 2025, yang digelar oleh Bank Indonesia (BI). Acara berlangsung selama tiga hari, dari 20 hingga 22 Juni 2025, di kawasan Pandapa Paramarta, menampilkan lebih dari 130 pelaku UMKM dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Kota Cirebon). Tak […]

  • Dr Agah Nugrahas.k.m Kabid Yankes Kuningan

    Langkah Nyata Lawan Stunting: Rujukan Balita dan PKMK Berdampak Signifikan Di Kuningan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Penanganan stunting melalui rujukan balita ke rumah sakit serta pemberian PKMK (program pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) Seperti Susu, memberikan dampak yang signifikandan terhadap Balita stunting dan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dinas Kesehatan kabupaten Kuningan Melalui Ketua pelaksana kegiatan program rujukan balita stunting dr.Agah Nugraha, yang hari ini mendapat promosi sebagai […]

  • Mang Ewo Pengamat Kebijakan Publik

    Uu Kusmana Resmi Dilantik Jadi Sekda Kuningan, Akhiri Polemik dan Bawa Harapan Baru bagi Birokrasi

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Setelah melalui proses yang panjang dan penuh dinamika, Kabupaten Kuningan akhirnya memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Uu Kusmana resmi dilantik oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si pada Kamis (6/11/2025), di Pendopo Setda Kuningan. Pelantikan ini sekaligus mengakhiri polemik berkepanjangan terkait sosok yang akan menempati jabatan strategis tersebut. Pengamat kebijakan publik, […]

  • Bank Kuningan Di Puncak Perayaan Mayday 2026

    May Day 2026: Bank Kuningan Tunjukkan Komitmen Kuat untuk Solidaritas Pekerja Nasional dan Bangun Sinergitas

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    May Day bukan sekadar peringatan, tetapi momentum memperkuat solidaritas dan memperluas perspektif pekerja menghadapi dinamika ketenagakerjaan.” — Arief Komara

  • Hadirkan KPK, Fakultas Hulum UNIKU Gelar Kuliah Umum

    Hadirkan KPK, Fakultas Hulum UNIKU Gelar Kuliah Umum

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bangsa yang kuat lahir dari generasi yang menjunjung tinggi hukum dan integritas. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mencegah budaya koruptif sejak dini.”

expand_less