Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Batu Cupu Susukan: Jejak Peradaban Sunda Kuno yang Menembus Zaman

Batu Cupu Susukan: Jejak Peradaban Sunda Kuno yang Menembus Zaman

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN,- Di balik hamparan sawah dan aliran sungai yang membelah tanah Susukan, tersimpan jejak panjang perjalanan sebuah peradaban. Sebuah kisah yang bermula dari mata air kehidupan, di kawasan sakral Sendang Cikabuyutan.

Ratusan bahkan mungkin ribuan tahun silam, ketika belum ada jalan, belum ada batas-batas wilayah, dan belum terdengar azan menggema di tanah ini, manusia telah menemukan tempat terbaik untuk memulai kehidupan. Di sekitar sumber air yang tak pernah kering, mereka membangun permukiman, bercocok tanam, dan menjalin hubungan harmonis dengan alam yang memberi kehidupan.

Aliran Cisande dan Ciberes menjadi saksi bagaimana masyarakat awal Susukan tumbuh dan berkembang. Mereka hidup sederhana, mengolah tanah, memanfaatkan hasil alam, serta menyesuaikan diri dengan setiap lekuk bentang alam yang mengelilinginya.

Namun Susukan bukan hanya tentang kehidupan agraris. Di tanah ini berdiri peninggalan masa lampau yang masih menyimpan banyak misteri. Batu Cupu, Batu Yoni, dan bebatuan besar yang tersebar di kawasan kabuyutan menjadi penanda hadirnya peradaban tua yang pernah berkembang jauh sebelum datangnya pengaruh Islam.

Benda-benda batu tersebut bukan sekadar artefak sejarah. Mereka adalah simbol keyakinan, cerminan cara pandang manusia terhadap alam semesta, kehidupan, dan kekuatan-kekuatan yang dianggap menjaga keseimbangan dunia. Pada masa itu, masyarakat Sunda kuno meyakini bahwa alam memiliki ruh dan kehendaknya sendiri. Gunung, mata air, pepohonan, hingga bebatuan dipercaya menjadi bagian dari dunia yang hidup dan sakral.

Di tengah kepercayaan tersebut, lahirlah konsep kabuyutan, ruang suci tempat leluhur dihormati dan kekuatan kosmis diyakini bersemayam. Kabuyutan menjadi pusat spiritual masyarakat, tempat manusia berusaha memahami hubungan antara dirinya, alam, dan dunia yang tak kasatmata.

Legenda-legenda kuno pun tumbuh dari tanah ini. Kisah tentang tokoh-tokoh sakti yang bertapa di puncak gunung, tentang roh penjaga alam, hingga sosok Nyai Putri Dewi Candra Wulan yang melambangkan kesuburan dan kehidupan. Semua menyatu dalam tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Air yang mengalir dari mata air kabuyutan bukan hanya sumber kehidupan fisik, tetapi juga menjadi simbol kelahiran, kesuburan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat Susukan. Dari sinilah identitas budaya lokal mulai terbentuk, menciptakan jalinan antara mitos, ritual, dan nilai-nilai kehidupan yang terus bertahan hingga kini.

Lalu waktu bergerak. Angin perubahan datang membawa ajaran baru. Islam mulai memasuki wilayah ini, perlahan menyatu dengan tradisi yang telah hidup sebelumnya. Sebuah transformasi sosial dan spiritual pun dimulai, membentuk wajah baru Desa Susukan tanpa sepenuhnya menghapus jejak-jejak masa lalunya.

Inilah kisah tentang asal-usul Susukan. Sebuah perjalanan panjang dari mata air peradaban, warisan budaya Sunda kuno, hingga datangnya era Islamisasi yang mengubah arah sejarah masyarakatnya.

  • Penulis: jelajahtv news

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Perjuangan Menuju Pengabdian, H. Soeteddy Resmikan Masjid ke-8 di Nanggela

    Dari Perjuangan Menuju Pengabdian, H. Soeteddy Resmikan Masjid ke-8 di Nanggela

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Kesuksesan akan menemukan makna sejatinya ketika dihadirkan menjadi manfaat bagi sesama. Masjid adalah persembahan syukur kepada Allah SWT dan warisan amal yang akan terus hidup dalam setiap doa umat.” – H. Soeteddy

  • Img 20250812 155702

    Bupati Kuningan Tegas Larang Penjualan Buku & LKS di Sekolah

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,-Bupati Kuningan mengeluarkan kebijakan tegas yang melarang penjualan buku pelajaran maupun Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang PAUD/TK, SD hingga SMP. Kebijakan ini tertuang dalam surat resmi bernomor 400.3/2603/Disdikbud, tertanggal 12 Agustus 2025, yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan serta seluruh kepala satuan pendidikan. Langkah ini diambil […]

  • Bunda PAUD Kuningan: Anak Bahagia, Indonesia Maju – Komitmen Bersama Mewujudkan Kabupaten Ramah Anak

    Bunda PAUD Kuningan: Anak Bahagia, Indonesia Maju – Komitmen Bersama Mewujudkan Kabupaten Ramah Anak

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Kuningan yang digelar pada Minggu, 27 Juli 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas PPKBP3A, para guru PAUD, pemerhati anak, serta para orang tua dan anak-anak dari berbagai wilayah di […]

  • Prihatin Kasus Perundungan, Pangeran Heru Kunjungi Korban di Desa Babakan Mulya

    Prihatin Kasus Perundungan, Pangeran Heru Kunjungi Korban di Desa Babakan Mulya

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Jelajah TvNews
    • 0Komentar

    JALAKSANA — Kepedulian dan empati terhadap korban perundungan atau bullying ditunjukkan oleh Sepuh Cirebon sekaligus yang Dipertuan Agung Dewan Adat Nasional Republik Indonesiia dan penggagas gerakan Stop Bullying, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H. Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada korban dan keluarga yang tengah menghadapi kondisi sulit akibat dugaan perundungan yang […]

  • KDM Bicara Manajemen Warung, Pusaka Kuningan Dorong UMKM Naik Level

    KDM Bicara Manajemen Warung, Pusaka Kuningan Dorong UMKM Naik Level

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Jelajah TvNews
    • 0Komentar

    KUNINGAN — Di balik ramainya warung dan usaha kecil yang menjadi denyut ekonomi masyarakat, ada satu hal yang kerap luput diperhatikan: kemampuan mengelola usaha. Pesan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penguatan kapasitas pelaku UMKM mendapat respons positif dari Paguyuban Pengusaha Kecil dan Menengah atau Pusaka Kuningan. Ketua Umum Pusaka Kuningan, Yopi Sujana, menilai perhatian […]

  • Sajian Manana Tradisional Khas Sunda

    Saung Kopi Hawu, Oase Kampung di Kuningan: Harmoni Alam, Musik Sunda, dan Cita Rasa Tradisi Usai Lebaran

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN — Usai hiruk pikuk Idulfitri, suasana tenang dan hangat bisa ditemukan di Saung Kopi Hawu. Berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Cigintung, Kabupaten Kuningan, destinasi ini menjadi pilihan favorit warga kota yang rindu nuansa kampung yang asri dan autentik. Di tengah kesejukan alam, pengunjung disambut alunan musik tradisional Sunda yang mengalir lembut. Petikan Kecapi berpadu […]

expand_less