BPKAD Kuningan Bidik Pendapatan dari Dakting , Skema Nilai masih Dalam Perhitungan
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Bpkad Kuningan Deden Sopandi
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus mengkaji potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari proyek dakting atau saluran kabel bawah tanah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kepala BPKAD Kuningan, Deden Kurniawan Sopandi, menyampaikan bahwa program dakting tidak hanya bertujuan menata estetika pusat kota, tetapi juga menjadi peluang strategis untuk menambah pemasukan daerah.
Hal tersebut disampaikan Usai mengikuti Acara Peringatan Hari Kartini Di Mayang, Selasa 21 April 2026.
Menurut Deden. “Untuk dakting tentunya ‘napasnya’ sama. Satu, menertibkan pusat kota, tapi jangan lupakan PAD,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menjalin komitmen dengan APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi).
Dalam skema kerja sama ini, pemerintah tidak mengeluarkan biaya konstruksi, namun tetap memperoleh kontribusi dari para operator yang memanfaatkan infrastruktur tersebut.
“Keuntungannya, kita tidak keluar biaya pembangunan, tapi ke depan kita mendapatkan kontribusi dari operator,” jelasnya.
Terkait besaran kontribusi, pihaknya mengaku masih dalam tahap perhitungan. Nilai tersebut akan disesuaikan dengan luas lahan yang digunakan serta jumlah operator yang memanfaatkan jaringan dakting.
“Nilainya masih kita hitung, karena kita akan lihat tanah yang kita pakai berapa, operator yang menggunakan berapa, termasuk komponen-komponen lahannya,” tambahnya.
Meski belum final, estimasi awal untuk ruas Jalan Siliwangi menunjukkan potensi PAD yang cukup menjanjikan.
“Ya mudah-mudahan untuk ruas Jalan Siliwangi itu, sekitar Rp300 juta bisa kita dapat,” ungkapnya optimistis.
Program dakting ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penataan kota sekaligus membuka sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi daerah.
- Penulis: Admin


