Manajemen Talenta ASN Kuningan Disorot, Transparansi dan Akses Dinilai Perlu Dibenahi
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mang Ewo Dan Boy Sandi Soroti Mt Asn
KUNINGAN – Pelaksanaan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi sorotan. Sistem yang sejatinya dirancang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas ASN dinilai belum berjalan optimal, khususnya dalam hal keterbukaan dan akses kesempatan bagi seluruh pegawai yang memenuhi syarat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Haltersebut disampaikan Mang Ewo , Selaku pengamat kebijakan pemerintah, Selasa 21 April 2026
Sejumlah pandangan mengemuka bahwa manajemen talenta seharusnya menjadi alat transformasi birokrasi, mendorong ASN agar lebih adaptif, profesional, dan modern dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks. Selain itu, sistem ini juga diharapkan mampu menjaring sebanyak mungkin talenta terbaik di lingkungan pemerintahan secara adil dan transparan.
Namun, Menurut Mang Ewo, dalam praktiknya, masih ditemukan adanya ASN yang sebenarnya memenuhi kriteria untuk mengikuti manajemen talenta, tetapi tidak mendapatkan kesempatan.
Alasan yang mencuat pun dinilai kurang relevan, seperti persoalan administrasi data yang belum diperbarui, termasuk sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat Pim).
Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip dasar manajemen talenta yang mengedepankan keterbukaan dan akuntabilitas.
Pasalnya, pengelolaan data kepegawaian berada dalam kewenangan instansi terkait, yang seharusnya memiliki akses penuh terhadap seluruh informasi ASN.
“Manajemen talenta itu harusnya menjadi alat upgrade dan transformasi ASN agar lebih adaptif dan modern.
Misinya membuka peluang seluas-luasnya, bukan justru membatasi karena hal administratif yang seharusnya bisa diselesaikan secara sistem,” ungkap salah satu sumber.
Lebih lanjut disampaikan mang ewo, data kepegawaian seperti pangkat, golongan, jabatan, riwayat pendidikan, hingga sertifikat diklat seharusnya telah terintegrasi dalam sistem yang dikelola oleh instansi teknis. Dengan dukungan teknologi, proses pembaruan data dinilai bukan lagi menjadi kendala yang sulit diatasi.
Sorotan ini menjadi catatan penting bagi instansi terkait, khususnya dalam memastikan bahwa pelaksanaan manajemen talenta benar-benar berjalan sesuai prinsip sistem merit, yakni objektif, transparan, dan akuntabel.
Jika persoalan mendasar seperti pembaruan data saja belum dapat diselesaikan secara optimal, maka efektivitas kinerja dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur pun layak untuk dievaluasi lebih lanjut.
Ke depan, diharapkan pengelolaan manajemen talenta di Kabupaten Kuningan dapat lebih terbuka, inklusif, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh ASN yang memiliki potensi dan kompetensi untuk berkembang.
Hal senada juga disampaikan Boy Sandi, turut menyorot Pelaksanaan Managemenbtakenta ASN saat ini.
Ada beberapa hal yg perlu dijawab oleh Komite Talenta ASN misalnya kenapa tak semua pejabat yg memenuhi syarat (es III A/B) diundang untuk mengikuti Uji Kompetensi ini. Ujarnya,
Boy Sandi juga berharap, Uji Kom ini betul betul dilaksanakan obyektif dan profesional agar hasil yg ditetapkan sesuai dengan apa menjadi kebutuhan daerah. Dan Harus disadari bahwa pejabat daerah kedepan tidak bisa lagi santai santai dan berleha leha, mengingat situasi dinamika pembangunan yg semakin penuh tantangan.
User (Bupati) perlu aparat yang siap dan sigap mengakselerasi visi-misi daerah agar end user (masyarakat) merasakan manfaat positif dari kinerja yg diberikan, ujar boy sandi .
- Penulis: Admin


