Pelantikan Pejabat di Lereng Ciremai, Bupati Dian Tekankan Amanah dan Inovasi Birokrasi
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelantikan Pejabat Kuningan Di Taman Cadas Poleang
KUNINGAN – Suasana berbeda mewarnai pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Bertempat di kawasan Cadas Poleng, lereng Gunung Ciremai, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar resmi melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Rabu (29/4/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 562 Tahun 2026. Sejumlah pejabat strategis dipercaya mengisi posisi penting, di antaranya Tatiek Ratna Mustika sebagai Kepala Dinas Sosial, Aries Susandi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Rangga Apriatna sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta H. Apip Ropi’i sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Selain itu, penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui pengangkatan pejabat administrator dan pengawas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri. Beberapa nama yang dilantik antara lain Didi Ahyana, Agha Adhinugraha, dan Denni Abdurahim.
Dalam arahannya, Bupati Dian menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang menuntut kesungguhan dan tanggung jawab tinggi.
Pemilihan Cadas Poleng sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Tempat ini menjadi simbol awal pendakian menuju puncak Ciremai—sebuah filosofi perjalanan yang penuh tantangan bagi para pejabat yang baru dilantik.
“Semakin tinggi posisi, semakin besar tantangan. Terpaan akan semakin kuat. Maka ketika kita merasa goyah, jangan berpegang pada jabatan, tetapi berpeganglah pada aturan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya transformasi birokrasi yang lebih cepat, adaptif, dan solutif.
Menurutnya, keberhasilan tidak lagi diukur dari banyaknya program, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
mendorong para pejabat untuk berani menghadirkan inovasi, meninggalkan pola kerja lama yang stagnan, serta menciptakan terobosan yang berdampak positif. Evaluasi kinerja pun akan dilakukan secara berkala dengan indikator terukur, mencakup disiplin, konsistensi, dan capaian nyata.
Tak kalah penting, keteladanan menjadi kunci kepemimpinan. Seorang pemimpin, menurutnya, harus mampu memberi contoh melalui sikap dan tindakan, bukan sekadar kata-kata.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pejabat untuk bekerja dengan hati yang bersih, pikiran terbuka, dan semangat pengabdian tinggi.
“Jejak seorang pejabat tidak ditentukan oleh jabatannya, tetapi oleh karya dan manfaat yang ditinggalkan,” pungkasnya.
- Penulis: Admin


