Gagasan Strategis: Menjemput Potensi PAD Lewat Optimalisasi Ekosistem Haji di Kabupaten Kuningan
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ide Dan Gagasan Strategis Dalam Optimalisasi Pad
Oleh: WAWAN GUNAWAN
(Sudut Pandang Inovasi Daerah)
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukanlah sekadar angka-angka di atas kertas, melainkan hasil dari kepekaan melihat peluang di depan mata.
Salah satu potensi “raksasa tidur” yang perlu segera diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan adalah pengelolaan ekosistem keberangkatan haji yang lebih terintegrasi dan bernilai ekonomis.
Pemikiran ini lahir dari pengamatan mendalam di lapangan oleh Kepala Bidang TTM Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun mengawal ketertiban dan kelancaran prosesi pelepasan jamaah, terlihat adanya kebutuhan mendesak yang selama ini belum terfasilitasi dengan maksimal.
Pembangunan Mess Pemerintah: Solusi Humanis dan Sumber Pendapatan
Setiap musim haji tiba, ribuan pengantar dari pelosok desa di Kabupaten Kuningan memadati area keberangkatan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak pengantar, terutama dari daerah pinggiran, kesulitan mencari tempat singgah yang layak. Mereka seringkali terpaksa beristirahat di area terbuka atau kendaraan karena minimnya akomodasi yang terjangkau.
Urgensi Mess/Asrama Haji Kuningan:
Fasilitas Singgah: Pembangunan Mess Pemerintah atau Asrama Haji lokal dapat menjadi tempat menginap yang representatif bagi para pengantar.
Retribusi Jasa Usaha:
Melalui pengelolaan yang profesional, fasilitas ini menjadi instrumen baru peningkatan PAD melalui retribusi penginapan dan jasa terkait.
Ketertiban Umum: Dengan adanya tempat singgah terpusat, konsentrasi massa lebih mudah dikendalikan, sehingga aspek keamanan dan ketertiban (Trantibum) lebih terjaga.
Sentralisasi Oleh-oleh Haji:
Memutar Roda Ekonomi Lokal
Potensi ekonomi haji sangatlah besar, namun sayangnya seringkali “lari” ke luar daerah. Selama ini, banyak jamaah atau keluarga jamaah yang berbelanja kebutuhan perlengkapan ibadah, air zam-zam, kurma, hingga aksesori haji di luar Kuningan karena belum adanya pusat perbelanjaan yang terintegrasi.
Visi Centralized Haji Corner:
Ekosistem Terpadu: Perlu adanya satu wilayah khusus yang dikembangkan sebagai pusat perlengkapan dan oleh-oleh haji.
Pemberdayaan UMKM: Menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan haji.
Efisiensi Masyarakat:
Warga Kuningan tidak perlu lagi berbelanja ke luar kota. Uang yang berputar tetap berada di lingkup domestik Kabupaten Kuningan, yang secara otomatis berdampak pada penguatan ekonomi kerakyatan.
Kesimpulan: Sinergi Kebijakan dan Pengalaman Lapangan
Ide gagasan ini bukan sekadar wacana, melainkan kristalisasi dari realita di lapangan. Keberangkatan haji tahun demi tahun jangan hanya dilihat sebagai rutinitas seremoni, melainkan momentum strategis untuk pelayanan publik sekaligus penguatan fiskal daerah.
Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Kuningan mengakomodir pemikiran visioner ini. Dengan membangun infrastruktur pendukung yang tepat, kita tidak hanya memberikan kenyamanan bagi tamu Allah dan keluarganya, tetapi juga membuka keran pendapatan baru bagi kemajuan Kabupaten Kuningan.
- Penulis: Admin


