Tanggapi Isu PHK Massal, Fery Rizkiana Sebut Kuningan Daerah ‘Seksi’ Bagi Investor Baru
- account_circle Admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Fery Riskiana
KUNINGAN – Munculnya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang menerjang sejumlah perusahaan besar nasional menjadi perhatian serius bagi pengamat kebijakan publik sekaligus Ketua Komite Pemuda Asli Kuningan (KOMPAK), Fery Rizkiana Tri Putra. Namun, di balik tantangan ekonomi tersebut, Fery melihat adanya peluang emas bagi Kabupaten Kuningan untuk tampil sebagai solusi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurut Fery, Kabupaten Kuningan memiliki “iklim investasi” yang sangat menjanjikan dan cenderung stabil dibandingkan daerah industri padat modal lainnya. Ia menilai Kuningan kini telah bertransformasi menjadi daerah yang sangat “seksi” bagi para pelaku usaha untuk membuka lini bisnis baru, terutama di sektor pariwisata, industri kreatif, dan agribisnis.
“Badai PHK di kota-kota besar harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk menjemput bola. Kita punya daya tarik alam yang luar biasa, ketersediaan SDM muda yang melimpah, dan yang paling penting adalah iklim daerah yang kondusif untuk menjaring investor,” ujar Fery, Senin (27/4/2026).
Fery menekankan bahwa untuk menarik minat investor, diperlukan komitmen kuat dalam hal kemudahan perizinan dan kepastian hukum. Ia mendorong agar Kuningan terus memperkuat ekosistem bisnis lokal agar para pemodal merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Kota Kuda.
“Kuningan itu paket lengkap. Geografisnya strategis, UMK yang kompetitif, dan keamanan daerah yang terjaga. Jika kita bisa mengemas potensi ini dengan baik, Kuningan bukan hanya akan menyerap tenaga kerja lokal, tapi juga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat yang tahan terhadap guncangan ekonomi nasional,” tambah mantan Presiden
Mahasiswa Universitas Kuningan tersebut.
Langkah strategis ini, menurut Fery, sangat krusial untuk menekan angka pengangguran serta memberikan alternatif lapangan kerja bagi warga Kuningan yang mungkin terdampak efisiensi di kota-kota besar. Ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersinergi menjaga kondusivitas daerah demi tercapainya target investasi yang maksimal.
“Ini saatnya kita membuka pintu selebar-lebarnya bagi bisnis yang berkelanjutan. Dengan begitu, isu PHK nasional tidak akan berdampak sistemik ke daerah jika kita memiliki ketahanan ekonomi lokal yang kuat,” tutupnya.
- Penulis: Admin


