18 Mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Ihya Kuningan Resmi Mengabdi di Desa Linggamekar, Awali Kolaborasi Membangun Desa Wisata
- account_circle Admin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Semangat pengabdian kepada masyarakat mulai berdenyut di Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Sebanyak 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Islam Al-Ihya Kuningan resmi diterima oleh Pemerintah Desa Linggamekar dalam seremoni yang berlangsung di Aula Bale Desa Linggamekar, Senin (3/8/2026).
Momentum penerimaan berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara diawali dengan penyerahan rompi (vest) KKN dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kepada Kepala Desa Linggamekar, yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan vest kepada seluruh mahasiswa sebagai simbol dimulainya pengabdian dan kolaborasi bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Linggamekar Juharaga, S.E., Dosen Pembimbing Lapangan O. Rahmat Hidayat, S.Pd.I., M.Ag., Bhabinkamtibmas Desa Linggamekar Bripka Hendratmo, Babinsa, perangkat desa, Ketua BPD, Ketua LPM, Karang Taruna, unsur organisasi desa, serta seluruh mahasiswa KKN Kelompok 6.
Ketua KKN Kelompok 6, Muhamad Tohirin, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa bukan untuk merasa paling mengetahui kondisi desa, melainkan untuk belajar, mengabdi, dan membangun sinergi bersama masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa KKN menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus menyerap pengalaman, budaya, serta kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Desa Linggamekar.
Tohirin juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan arahan, dukungan, dan kritik yang membangun agar seluruh program kerja selama KKN dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan . Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu beradaptasi, memahami kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan kontribusi yang relevan dengan kondisi di lapangan.
Ia menambahkan, pelaksanaan KKN Universitas Islam Al-Ihya Kuningan tahun 2026 dipusatkan di Kecamatan Cilimus dengan penyebaran mahasiswa di sembilan desa, termasuk Desa Linggamekar sebagai salah satu lokasi pengabdian.
Kepala Desa Linggamekar, Juharaga, S.E., menyambut hangat kehadiran mahasiswa dan menyebut KKN sebagai momentum strategis untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat desa.
Ia menjelaskan bahwa Desa Linggamekar merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Linggajati sejak 28 Oktober 1982, yang kini terdiri atas tiga dusun dengan sekitar 2.130 jiwa atau 716 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Menurutnya, ilmu yang dimiliki mahasiswa akan menjadi nilai tambah apabila mampu diterapkan secara nyata melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Juharaga juga mengungkapkan bahwa Desa Linggamekar telah ditetapkan sebagai desa wisata dan sedang mempersiapkan pengembangan berbagai destinasi melalui dukungan pemerintah pusat. Ia berharap mahasiswa dapat ikut berkontribusi dalam mendukung potensi tersebut, sekaligus aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selama bulan Agustus.
Melalui semangat gotong royong, kolaborasi, dan pengabdian, kehadiran 18 mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Ihya Kuningan diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pembangunan desa menuju masa depan yang lebih maju.
- Penulis: Admin





