Kadisdik Kuningan Dorong Penguatan Wawasan Kebangsaan
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
KUNINGAN — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter bagi peserta didik di lingkungan sekolah.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan tidak cukup disampaikan hanya ketika memperingati hari besar nasional. Penguatan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui proses pendidikan dan berbagai kegiatan edukatif di sekolah.
Dr. Carlan menyebut pemahaman terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kebangsaan generasi muda.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, menurutnya, penguatan nilai-nilai tersebut diperlukan agar peserta didik tetap memiliki landasan dalam memahami kehidupan berbangsa dan bernegara.
«“Penguatan wawasan kebangsaan ini penting agar anak didik maupun tenaga pendidik terus mengingat landasan bernegara kita. Penyadaran ini harus terus dibangun, salah satunya melalui kegiatan-kegiatan edukatif seperti cerdas cermat wawasan kebangsaan yang melibatkan anak-anak tingkat SD, MI, SMP, hingga MTs,” ujar Dr. Carlan.»
Pendidikan Karakter Dimulai dari Tiga Lingkungan
Dr. Carlan juga mengapresiasi para guru yang terus membimbing peserta didik untuk memahami nilai-nilai sejarah dan kebangsaan.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran lebih luas daripada sekadar mengejar prestasi akademik. Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun derajat dan martabat manusia.
Ia menjelaskan, proses pendidikan berlangsung melalui tiga lingkungan yang saling berkaitan, yakni pendidikan informal di keluarga, pendidikan nonformal di masyarakat, dan pendidikan formal di sekolah.
«“Mencapai paripurnanya hidup, derajat, dan martabat manusia itu terletak pada ilmu. Dalam pendidikan, terdapat tiga komponen utama yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan, yaitu pendidikan informal di lingkungan keluarga, pendidikan non-formal di masyarakat, serta pendidikan formal di sekolah. Ketiganya harus berjalan selaras,” jelasnya.»
Kabupaten Pendidikan Jadi Motivasi
Terkait status Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan, Dr. Carlan menilai predikat tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.
Ia berharap pendidikan di Kabupaten Kuningan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki kematangan emosional, spiritual, dan sosial.
«“Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan, bukan sekadar memintarkan. Anak-anak kita harus memiliki keseimbangan kecerdasan, mulai dari intelektual, emosional, spiritual, hingga kecerdasan sosial. Komponen-komponen inilah yang menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkarakter,” pungkasnya.»
Penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari, sehingga nilai Pancasila, persatuan, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian sosial tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan peserta didik dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar