Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » Menu MBG Dikritik Pedas, Wabup Kuningan: Anak-anak Jangan Diberi Makanan Asal Jadi.

Menu MBG Dikritik Pedas, Wabup Kuningan: Anak-anak Jangan Diberi Makanan Asal Jadi.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan menuai sorotan tajam. Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, secara terbuka meluapkan kekecewaannya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SDN 1 Karangmangu dan SDN 1 Cilaja.

Di hadapan sejumlah pihak, Tuti mengaku geram melihat menu makanan yang disajikan kepada para siswa. Ia menilai kualitas dan porsi makanan yang diberikan sangat jauh dari harapan, terutama pada bagian sayuran yang dinilai terlalu minim untuk ukuran kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

“Itu memang sangat keterlaluan ya Pak, itu hanya dengan dua lembar sayuran, dua iris wortel, dua iris pakcoy, yang satunya seperti rolade. Itu mohon-mohon itu di luar SOP. Mereka harusnya berpikir semua ini dibiayai negara, tinggal mereka laksanakan,” tegas Tuti dengan nada kecewa.

Menurutnya, program MBG tidak boleh dijalankan sekadar formalitas tanpa memperhatikan kualitas makanan. Sebab, program tersebut menyangkut masa depan dan pertumbuhan generasi muda di Kabupaten Kuningan.

“Jangan seperti itu, tidak ada anak meninggal gara-gara kelebihan sayur, jadi harus disesuaikanlah. Ini mah ulah dihinakeun teuing,” lanjutnya.

Wabup Tuti menegaskan bahwa para pengelola MBG memiliki tanggung jawab moral besar karena program tersebut menggunakan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

Ia bahkan mengibaratkan pengelolaan MBG seperti amanah besar yang harus dibagikan secara adil dan layak kepada para penerima manfaat.

“Dan jangan salah Pak, para pengelola MBG ini mereka itu seperti menerima warisan yang harus disesuaikan bagiannya kepada penerimanya,” katanya.

Meski belum memberikan sanksi atau teguran resmi, Tuti meminta seluruh pelaksana program segera melakukan evaluasi dan menjalankan MBG sesuai standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Sorotan ini semakin tajam karena Kabupaten Kuningan masih menghadapi persoalan stunting yang cukup tinggi. WabubTuti mengingatkan, jika kualitas menu MBG terus diabaikan, maka program besar pemerintah tersebut bisa kehilangan tujuan utamanya.
“Apalagi nanti kita Kuningan ini stunting-nya cukup tinggi.

Jadi kalau program MBG-nya tetap tapi stunting belum ada penurunan, berarti itu ada kesalahan di pemberian menu itu tadi,” pungkasnya.

Kritik keras Wakil Bupati Kuningan kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap evaluasi serius segera dilakukan agar program MBG benar-benar menjadi solusi peningkatan gizi anak sekolah, bukan sekadar proyek seremonial semata.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 0615/Kuningan: KDMP Jadi Harapan Baru Petani dan Kebangkitan Ekonomi Desa

    Dandim 0615/Kuningan: KDMP Jadi Harapan Baru Petani dan Kebangkitan Ekonomi Desa

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kami berharap Koperasi Desa Merah Putih mampu menjadi solusi nyata bagi petani, mempermudah akses pupuk, membebaskan masyarakat dari sistem ijon, serta menggerakkan ekonomi desa menuju kesejahteraan.” — Letkol Arh Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc.,

  • Perang Dingin Indonesia Dengan Singapura Siapa Yang Paling Dirugikan ?

    Perang Dingin Indonesia Dengan Singapura Siapa Yang Paling Dirugikan ?

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle jelajahtv news
    • 0Komentar

    Kedaulatan energi membutuhkan strategi jangka panjang, kebijakan yang terukur, serta pengelolaan sumber daya nasional yang memberikan nilai tambah bagi rakyat.”

  • Gedung DPR Menuju Cagar Budaya Nasional Akankah Pendopo Kuningan Menyusul Jadi Museum?

    Gedung DPR Menuju Cagar Budaya Nasional Akankah Pendopo Kuningan Menyusul Jadi Museum?

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com –Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa proses peningkatan status Gedung MPR/DPR RI menjadi cagar budaya nasional akan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan bangsa. “Gedung DPR sudah menjadi bangunan historik. Apalagi itu juga almamater saya dan mitra kerja kita. Pasti akan […]

  • Yuliyanti S.h

    Kasus Barang Tak Sesuai Marak, Yuliyanti Ajak Konsumen Digital Berani Tuntut Hak

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Advokat dan Konsultan Hukum Yuliyanti, S.H. menyoroti maraknya kasus ketidaksesuaian barang dalam transaksi jual beli online. Ia mengajak masyarakat, khususnya para konsumen digital, untuk tidak pasrah ketika barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan. “Barang datang tidak sesuai? Jangan cuma pasrah! Konsumen punya hak hukum yang jelas dilindungi oleh negara,” ujar Yuliyanti, S.H., […]

  • Yusuf Dandi Saat Ditemui Media

    BTNGC Diguncang Demonstrasi, Aliansi Masyarakat Kuningan Tuding Tata Kelola Ciremai Gagal

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Ketegangan menyelimuti halaman Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) pada Rabu (10/12/2025). Aliansi Masyarakat Kuningan (Alamku) datang dengan nada keras, membawa amarah yang sudah lama terkumpul terkait memburuknya krisis air di lereng Gunung Ciremai—wilayah yang ironi nya justru merupakan kawasan konservasi. Sejak pukul 11.06 WIB, puluhan warga mulai mengisi halaman balai konservasi tersebut. Lengkap […]

  • Ketua Hipakad Kab.kuningan

    HIPAKAD Kuningan Perkuat Sinergi dan Jaga Marwah Patriot dalam Halal Bihalal Se-Jawa Barat

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    HIPAKAD membawa marwah orang tua kami sebagai patriot. Maka setiap anggota wajib menjaga kehormatan dan nama baik dalam setiap langkah.”

expand_less