Monumen Marsinah Berdiri di Nganjuk, Jejak Perjuangan Buruh Kini Diabadikan dalam Sejarah Bangsa
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SURABAYA,- Di tengah hamparan Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, sebuah monumen bersejarah kini berdiri megah sebagai simbol perlawanan kaum buruh Indonesia.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Patung dan Museum Pahlawan Buruh Marsinah resmi rampung 100 persen pada April 2026 dan menjadi penanda penting dalam perjalanan sejarah perjuangan pekerja di tanah air.
Monumen yang dibangun tepat di sebelah timur makam Marsinah itu bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi ruang ingatan kolektif tentang keberanian seorang buruh perempuan yang memperjuangkan hak-hak pekerja di tengah tekanan kekuasaan pada era 1990-an.
Nama Marsinah telah lama dikenang sebagai simbol keberanian kaum pekerja Indonesia. Pada tahun 1993, ia menjadi sorotan nasional setelah aktif memperjuangkan kenaikan upah buruh di kawasan industri Sidoarjo, Jawa Timur.
Namun perjuangan itu berakhir tragis ketika Marsinah ditemukan tewas setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Kasusnya menjadi salah satu catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia dan perjuangan buruh di Indonesia.
Kini, lebih dari tiga dekade setelah kepergiannya, negara menghadirkan penghormatan melalui pembangunan patung dan museum yang menyimpan dokumentasi perjuangan, perjalanan hidup, hingga semangat perlawanan Marsinah dalam membela hak-hak pekerja.
Rencananya, monumen bersejarah tersebut akan diresmikan langsung oleh Prabowo Subianto pada 1 Mei 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional.
Momentum itu dipandang sebagai bentuk pengakuan negara terhadap perjuangan kaum buruh sekaligus penghormatan kepada Marsinah sebagai simbol keberanian rakyat kecil melawan ketidakadilan.
Keberadaan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk juga diharapkan menjadi destinasi sejarah baru yang mampu mengedukasi generasi muda tentang pentingnya keadilan sosial, hak pekerja, dan nilai perjuangan kemanusiaan.
Monumen ini tidak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan buruh telah menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
- Penulis: Admin


