Diskominfo Kuningan Edukasi Pelajar MTsN 5 Darma tentang Bahaya Judol, Pinjol, dan Bullying
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"19.6.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"OU0GW5XE-9T07-KJYX-9ZLM-3K6ZFXB6TLJH","pictureId":"OU0GW5XE-9T07-KJYX-9ZLM-3K6ZFXB6TLJH","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"19.6.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"OU0GW5XE-9T07-KJYX-9ZLM-3K6ZFXB6TLJH","pictureId":"OU0GW5XE-9T07-KJYX-9ZLM-3K6ZFXB6TLJH","capability_name":"capcut_photo_editor"}"}
KUNINGAN – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelajar dituntut tidak hanya cakap menggunakan gadget, tetapi juga mampu melindungi diri dari berbagai ancaman di dunia maya.
Pesan inilah yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Kabupaten Kuningan dalam kegiatan Edukasi Literasi Digital bagi siswa kelas VIII MTs Negeri 5 Kuningan, yang berlangsung di Balai Desa Darma, Kamis, 8 Oktober 2026.
Mengusung tema “Game Online vs Judol: Kenali Perbedaannya, Pilih Masa Depanmu”, kegiatan ini menghadirkan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kuningan, Nana Suhendra, M.Pd., sebagai narasumber.
Para siswa diajak memahami perbedaan antara game online sebagai sarana hiburan dan judi online yang berpotensi menjerat penggunanya dalam kerugian finansial, kecanduan, hingga persoalan sosial.
Nana mengingatkan bahwa teknologi pada dasarnya memberikan banyak kemudahan. Namun, tanpa kemampuan mengendalikan diri, kemudahan tersebut justru dapat berubah menjadi jeratan.
Tak hanya membahas judi online, edukasi ini juga mengupas bahaya pinjaman online ilegal, perlindungan data pribadi, serta perundungan atau bullying, termasuk cyberbullying yang kerap terjadi melalui media sosial.
Suasana edukasi berlangsung interaktif. Para siswa berani menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka mengenai berbagai persoalan di lingkungan pergaulan maupun dunia digital.
Salah satu momen yang menyita perhatian datang dari seorang siswa bernama Fikri. Ia secara terbuka mengaku pernah menjadi korban bullying sekaligus pernah melakukan perundungan terhadap orang lain.
Dari pengalaman tersebut, Fikri menyadari bahwa bullying bukanlah jalan untuk menyelesaikan persoalan.
Ia pun menyampaikan pesan sederhana yang sarat makna, yaitu berpikir sebelum bertindak dan jangan bertindak sebelum berpikir.
Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa perundungan dapat meninggalkan luka, tetapi kesadaran, keberanian mengakui kesalahan, saling memaafkan, dan memperbaiki diri dapat menjadi awal perubahan.
Sementara itu, Kepala MTsN 5 Kuningan, H. Sueb, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi edukasi yang diberikan Diskominfo. Menurutnya, pendampingan dan pengarahan sangat penting agar siswa mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kuningan berharap generasi muda semakin cerdas, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
Sebab, game online boleh menjadi hiburan, tetapi jangan sampai menjadi kecanduan. Judi online bukan jalan menuju masa depan. Pinjaman online bukan solusi untuk menutup masalah, dan bullying bukan cara menyelesaikan perbedaan.
Bijak menggunakan teknologi, lindungi data pribadi, jauhi judi online, dan hentikan bullying demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar