Open Casting Film Stop Bullying Hadir di SMPN 4 Kuningan, Semai Talenta Muda dan Selamatkan Anak Bangsa
- account_circle Jelajah TvNews
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Semangat melawan perundungan atau bullying terus digaungkan melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan dunia anak muda. Kali ini, pesan tersebut hadir di lingkungan SMPN 4 Kuningan melalui kegiatan Open Casting film bertema anti-bullying, “Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu.”
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Poto Bersama dengan Jajar Crew Kuda putih Picture
Kehadiran tim produksi mendapat sambutan hangat dari Kepala SMPN 4 Kuningan, Momon Surahman, S.Pd. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sultan Sepuh Cirebon beserta seluruh tim produksi yang telah memilih SMPN 4 Kuningan sebagai salah satu bagian dari rangkaian Open Casting.
Menurutnya, kehadiran kegiatan tersebut bukan sekadar mencari calon pemain film, tetapi juga menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenal dan mengembangkan potensi seni peran.
Momon berharap, Open Casting dapat memicu semangat berkesenian sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta muda dari kalangan pelajar.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut dinilai menjadi bentuk sinergitas dan kolaborasi dalam mendukung gerakan Stop Bullying di lingkungan sekolah.
“Dengan adanya Open Casting ini, anak-anak akan mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru. Mereka tidak hanya belajar seni peran, tetapi juga belajar tentang bagaimana membangun karakter, percaya diri, bekerja sama, dan menghargai sesama,” demikian semangat yang disampaikan pihak sekolah.
Dari Kuningan untuk Nusantara
Sementara itu, Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., selaku produser film “Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu”, hadir memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para siswa SMPN 4 Kuningan.
Didampingi Executive Producer sekaligus bintang tamu, Rdn. Sandy Tumiwa, Sultan Sepuh mengajak para pelajar untuk berani bermimpi, mengembangkan potensi diri, serta menjadi bagian dari generasi yang berani menyuarakan perdamaian dan persahabatan.
Film “Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu” membawa pesan kuat tentang bahaya perundungan sekaligus pentingnya membangun lingkungan yang aman, ramah, dan saling menghargai bagi anak-anak.
Menariknya, film tersebut lahir dari tanah Kuningan. Mulai dari produser, pemain, sutradara, hingga lokasi produksinya, seluruhnya melibatkan sumber daya dan wilayah Kabupaten Kuningan.
Karena itu, film ini bukan sekadar karya layar lebar, tetapi juga membawa sebuah kebanggaan:
Dan alhamdulilah film ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan institusi, di antaranya BSI Bank Syariah Indonesia, PLN Nusantara Power, Telkom Indonesia, dan Pertamina
“Dari Kuningan untuk Nusantara.”
Di balik kamera dan gemerlap dunia perfilman, tersimpan misi yang jauh lebih besar—menyelamatkan anak-anak bangsa dari luka perundungan.
Seni peran menjadi pintu masuk. Film menjadi media penyampai pesan. Dan anak-anak menjadi alasan utama mengapa gerakan ini harus terus dinyalakan.
Sebab melawan bullying bukan hanya tentang menghentikan sebuah tindakan, tetapi tentang mengajarkan kepada generasi muda bahwa setiap anak berhak tumbuh tanpa rasa takut, dihargai tanpa syarat, dan memiliki sahabat yang menguatkan.
“Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu” — sebuah pesan dari Kuningan untuk Indonesia, bahwa persahabatan selalu lebih kuat daripada perundungan.
- Penulis: Jelajah TvNews


