Stop Bullying dari Sekolah hingga Rumah, Ketua PGRI Kuningan Dukung Film “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu”
- account_circle Jelajah TvNews
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Di balik layar lebar film “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu”, terselip sebuah pesan penting tentang masa depan anak-anak Indonesia: perundungan atau bullying bukan sekadar kenakalan biasa, tetapi persoalan serius yang membutuhkan kepedulian dan gerakan bersama.
Pesan tersebut mengemuka dalam petikan wawancara bersama Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, H. Suprida, yang didampingi Executive Producer Sandy Tumiwa dan Sutradara Beben Firmansyah dalam dialog kecil membahas fenomena perundungan di lingkungan pendidikan.
H. Suprida menilai, fenomena bullying di lingkungan sekolah hingga kini masih menjadi persoalan yang seolah tidak pernah selesai. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah.
Menurutnya, diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, hingga lingkungan digital.
Pola asuh dan komunikasi verbal di rumah, kata dia, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Sementara sekolah harus mampu menjadi rumah kedua yang memberikan rasa aman, nyaman, serta terbebas dari kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Di tengah perkembangan teknologi, pengawasan terhadap penggunaan gawai juga menjadi tantangan tersendiri.
Melarang anak menggunakan gadget sepenuhnya dinilai bukan solusi yang mudah di tengah kehidupan modern. Karena itu, pengawasan, pendampingan, serta pembatasan yang tepat menjadi kunci agar teknologi tidak berubah menjadi pintu masuk bagi konten kekerasan maupun perilaku negatif.
Film yang menjadi kampanye nasional stop bullying dengan produser dan ide cerita langsung oleh pangeran kuda putih Kuningan ( Sultan sepuh Cirebon ) , Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan media edukatif yang tidak sekadar menjadi tontonan menghibur, melainkan juga tuntunan yang mengajarkan nilai-nilai persahabatan, kepedulian, dan rasa saling menyayangi.
“Penanganan bullying membutuhkan sinergi. Mulai dari pola asuh dan komunikasi di rumah, sekolah yang bebas dari kekerasan fisik maupun verbal, sampai pengawasan penggunaan media digital dan gadget,” ujar H. Suprida.
Sebagai bentuk aksi nyata di dunia pendidikan, PGRI Kabupaten Kuningan memberikan dukungan terhadap kampanye dan karya sinematik “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu”.
Film tersebut dihadirkan bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai media edukasi dan kampanye Stop Bullying. Melalui bahasa film, pesan tentang persahabatan, kepedulian, kasih sayang, dan keberanian untuk menghentikan perundungan diharapkan dapat lebih mudah diterima oleh anak-anak, orang tua, guru, maupun masyarakat luas.
Karya ini juga membawa semangat kampanye nasional Stop Bullying, dengan dukungan pihak-pihak yang terlibat dalam produksi dan pengembangan ide ceritanya.
Di balik proses produksi, dialog antara pendidik, sineas, dan para penggerak kampanye menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pesan yang dibawa tidak berhenti di layar bioskop.
Sebab, menghentikan bullying bukan hanya tugas guru.
Orang tua memiliki peran. Sekolah memiliki tanggung jawab. Teman memiliki kepedulian. Dan masyarakat memiliki kewajiban untuk tidak membiarkan kekerasan tumbuh menjadi budaya.
Film “Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu” pun diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak tumbuh tanpa rasa takut, tanpa penghinaan, dan tanpa kekerasan.
Di penghujung dialog, pesan itu kemudian disuarakan bersama dengan lantang:
“Stop Bullying! Aku bukan musuhmu, tapi aku sahabatmu.”
Sebuah kalimat sederhana, namun menyimpan harapan besar: agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk menyakiti, dan persahabatan menjadi jalan untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
- Penulis: Jelajah TvNews


