Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Investasi Rp4,8 Triliun dari Jepang Masuk ke Ajaib, Sinyal Kepercayaan Asing terhadap Indonesia

Investasi Rp4,8 Triliun dari Jepang Masuk ke Ajaib, Sinyal Kepercayaan Asing terhadap Indonesia

JAKARTA — Kabar besar datang dari dunia teknologi finansial Indonesia.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ajaib Group menerima investasi strategis senilai 270 juta dollar AS atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan asal Jepang.

Investasi ini disebut menjadi salah satu pendanaan terbesar yang diterima perusahaan teknologi Indonesia dalam kurun waktu sekitar empat hingga lima tahun terakhir.

Presiden Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, menyebut masuknya investasi tersebut sebagai sinyal bahwa kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih tetap kuat.

Menurutnya, investasi dari SBI Holdings sekaligus menunjukkan bahwa modal asing tidak sepenuhnya meninggalkan Indonesia.

Bukan hanya menjadi kabar baik bagi Ajaib Group, investasi tersebut dinilai dapat memberikan energi baru bagi industri startup dan ekosistem investasi nasional.

Menariknya, perkembangan Ajaib juga menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat Indonesia terhadap investasi.

Basis pengguna Ajaib tidak hanya berasal dari kota-kota besar. Kemajuan teknologi, edukasi, dan layanan finansial telah membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk mulai berinvestasi.

Sementara itu, CEO sekaligus Co-founder Ajaib, Anderson Sumarli, menyoroti fenomena menarik di tengah kondisi pendanaan global.

Ketika modal asing sempat mengalami penurunan, justru masyarakat Indonesia semakin aktif masuk ke pasar investasi.

Dalam delapan bulan terakhir, jumlah investor baru di Indonesia disebut mengalami pertumbuhan signifikan, hingga jumlah investor saham telah melampaui 10 juta orang, yang sebagian besarnya merupakan investor ritel.

Mayoritas investor baru tersebut merupakan investor pemula dan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Teknologi membuat proses investasi menjadi semakin mudah. Masyarakat kini dapat membuka rekening investasi melalui telepon genggam hanya dalam hitungan menit, bahkan dengan modal yang relatif kecil.

Ajaib sendiri saat ini disebut telah memiliki hampir 7 juta pengguna yang berinvestasi melalui platformnya, dengan mayoritas merupakan investor ritel.

Bagi Anderson, fenomena tersebut menjadi gambaran bahwa ketika sebagian modal global keluar, masyarakat Indonesia justru ikut mengambil bagian dalam pertumbuhan pasar modal tanah air.

Investasi sebesar 270 juta dollar AS dari SBI Holdings juga menjadi semakin signifikan karena total modal yang telah dihimpun Ajaib sejak berdiri kini telah melampaui 500 juta dollar AS.

Lebih dari sekadar angka, investasi ini dipandang sebagai bentuk kepercayaan terhadap masa depan pasar dan industri teknologi Indonesia.

Ajaib berharap investasi dari perusahaan Jepang tersebut dapat membuka jalan bagi masuknya modal global lainnya ke Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem startup dan teknologi finansial nasional.

Di sisi lain, Ajaib juga berencana berdiskusi dengan pemerintah mengenai dukungan terhadap program edukasi finansial, terutama bagi generasi muda.

Pasalnya, sekitar 80 persen pengguna Ajaib disebut merupakan anak muda dan investor pemula.

Dengan demikian, masuknya investasi Rp4,8 triliun ini bukan hanya cerita tentang sebuah perusahaan teknologi yang mendapatkan pendanaan besar.

Lebih luas dari itu, ini menjadi gambaran tentang tumbuhnya kepercayaan terhadap ekonomi digital Indonesia, semakin terbukanya akses investasi bagi masyarakat, serta munculnya generasi baru investor dari berbagai penjuru negeri.

Berita ini dilansir dari: Kompas.com, Senin, 31 Agustus 2026.

  • Penulis: Jelajah TvNews

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less