Mang Ewo : Tuti Andriani Berpotensi Jadi Kekuatan Baru Gerindra Kuningan
- account_circle Asep Rukmana
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Dinamika politik menjelang penentuan kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kuningan mulai menjadi perhatian sejumlah kalangan. Nama Tuti Andriani dinilai memiliki potensi untuk menjadi figur penting dalam menentukan arah dan kekuatan politik partai tersebut ke depan.
Pengamat kebijakan publik, Sujarwo yang akrab disapa mang Ewo, menyampaikan pandangannya terkait kemungkinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra memberikan kepercayaan kepada Tuti Andriani untuk menakhodai DPC Gerindra Kabupaten Kuningan.
Menurut Mang Ewo ,apabila keputusan tersebut benar-benar terwujud, bukan tidak mungkin akan muncul dinamika baru, baik di internal partai maupun dalam peta persaingan politik di luar Gerindra.
“Patut diduga keras, akan ada pihak yang merasa kurang nyaman jika DPP Gerindra akhirnya mempercayakan kepada Tuti Andriani untuk menjadi nahkoda DPC Gerindra Kabupaten Kuningan,” ungkap mang Ewo.
Ia menilai, kemungkinan munculnya respons dari berbagai pihak merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar, terutama ketika muncul figur yang dinilai memiliki potensi untuk memperkuat posisi partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
selai itu, apabila Tuti Andriani yang saat ini berada pada posisi K-2 mendapatkan amanah dari DPP Gerindra untuk memimpin DPC Gerindra Kabupaten Kuningan, hal tersebut berpotensi memberikan warna tersendiri bagi perkembangan politik lokal.
Bahkan, menurutnya, kehadiran Tuti sebagai pucuk pimpinan partai dapat memunculkan berbagai prediksi mengenai peta persaingan pada pesta demokrasi 2029 di Kabupaten Kuningan.
“Jika akhirnya Tuti Andriani yang saat ini berada pada posisi K-2 mendapatkan amanah dari DPP Gerindra, siapa pun akan memprediksi bahwa pada pesta demokrasi 2029 di Kabupaten Kuningan, ia akan menjadi sosok yang sulit untuk dikalahkan,” ujar mang Ewo.
Pandangan tersebut menjadi gambaran mengenai besarnya potensi politik yang ia lihat pada sosok Tuti Andriani. Meski demikian, peta politik menuju 2029 tetap akan ditentukan oleh banyak faktor, termasuk keputusan resmi partai, konsolidasi organisasi, dukungan masyarakat, serta dinamika politik yang berkembang.
Kepemimpinan Perempuan Bisa Menjadi Daya Tarik Politik
Lebih jauh, Mang Ewo menilai kehadiran perempuan sebagai pucuk pimpinan partai politik di Kabupaten Kuningan dapat menjadi daya tarik tersendiri di tengah kepemimpinan partai yang selama ini cenderung didominasi kaum laki-laki.
Menurutnya, figur perempuan memiliki peluang untuk menghadirkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda, terutama dalam membangun komunikasi, merawat kebersamaan, serta memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Ia juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan ingatan masyarakat terhadap sosok almarhumah H. Uce, yang pernah memimpin Kabupaten Kuningan dan dikenal melalui pendekatan kepemimpinan dengan sentuhan keibuan.
Bagi Mang Ewo, pengalaman kepemimpinan perempuan di daerah dapat menjadi salah satu referensi dalam melihat peluang munculnya figur perempuan di panggung politik Kuningan.
Kendati demikian, kualitas kepemimpinan tentu tidak semata-mata ditentukan oleh gender, melainkan juga oleh kapasitas, integritas, kemampuan membangun organisasi, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Menanti Keputusan DPP Gerindra
Wacana mengenai kemungkinan Tuti Andriani memimpin DPC Gerindra Kabupaten Kuningan kini menjadi salah satu isu yang menarik untuk dicermati dalam dinamika politik lokal.
Apabila kepercayaan tersebut diberikan, tantangan berikutnya adalah membangun soliditas internal partai, memperkuat komunikasi politik, serta merumuskan strategi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Kuningan.
Namun, hingga adanya keputusan resmi dari DPP Partai Gerindra, kemungkinan tersebut tetap menjadi bagian dari dinamika dan analisis politik yang berkembang.
Pandangan Mang Ewo menegaskan bahwa pergantian atau penentuan pucuk pimpinan partai bukan sekadar persoalan struktur organisasi, melainkan juga berpotensi memengaruhi peta kekuatan politik menuju Pemilu 2029 di Kabupaten Kuningan.
Publik pun akan menantikan bagaimana keputusan DPP Gerindra nantinya, sekaligus melihat sejauh mana figur dan kepemimpinan yang terpilih mampu membawa partai semakin dekat dengan aspirasi masyarakat.
- Penulis: Asep Rukmana

Saat ini belum ada komentar