Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » Dibalik Kursi Garuda : Antara Ambisi Loyalitas Dan Ujian Kepemimpinan

Dibalik Kursi Garuda : Antara Ambisi Loyalitas Dan Ujian Kepemimpinan

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN,- Di panggung politik, setiap kursi memiliki cerita.
Ada yang mengejarnya dengan ambisi, ada yang menunggunya dengan harapan, dan ada pula yang memilih berdiri tenang,
membiarkan waktu dan keputusan menentukan jalan.

Kini, cerita itu tengah bergulir di tubuh Partai Gerindra Kabupaten Kuningan.

Kursi Ketua DPC mulai menjadi pusat perhatian.
Nama Hj. Tuti Andriani, yang akrab disapa Amih Tuti, mengemuka.
Namun, panggung tak lagi hanya milik satu nama. Bertambah Dua Nama lagi.

Ada nama AS dan TT, dua anggota DPRD Kabupaten Kuningan, turut disebut dalam dinamika perebutan kepemimpinan.

Namun dari Tiga nama.
Tiga kemungkinan.
Dan satu keputusan yang masih menunggu waktu.

Di tengah riuhnya spekulasi, Amih Tuti justru menyampaikan sikap yang menarik untuk direnungkan.

Ia mengaku siap apabila partai memberikan amanah untuk memimpin.
Namun, jika kepercayaan itu jatuh kepada kader lain, ia pun menyatakan kesediaannya menerima keputusan.

Sebuah pernyataan yang terdengar sederhana. Tetapi, dalam politik, kesederhanaan kata-kata terkadang menyimpan makna yang panjang.

Sebab, menjadi pemimpin bukan hanya tentang berdiri paling depan.
Bukan pula sekadar tentang nama yang tertulis di atas struktur organisasi.

Kepemimpinan adalah tentang kepercayaan, Tentang kesanggupan merangkul perbedaan. Dan tentang kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas keinginan pribadi.

Amih Tuti bahkan membuka kemungkinan untuk berada di luar struktur kepengurusan, sembari tetap berkomitmen menjalankan pengabdiannya hingga 2029.

Apakah ini cermin kedewasaan politik? Sebuah bentuk keteguhan seorang kader? Ataukah sekadar sikap menunggu arah angin sebelum keputusan benar-benar diumumkan?

Kita tidak boleh tergesa-gesa menafsirkan. Sebab, politik bukan hanya soal apa yang terdengar,
melainkan juga tentang keputusan yang pada akhirnya benar-benar terjadi.

Di sisi lain, munculnya AS dan TT menghadirkan babak baru dalam percaturan internal Gerindra Kuningan.

Kini, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang paling dekat dengan kursi ketua.
Bukan pula siapa yang lebih dahulu disebut sebagai calon kuat.

Pertanyaan yang jauh lebih mendasar adalah:
siapa yang mampu menyatukan barisan?
Siapa yang sanggup merawat kepercayaan?
Dan siapa yang memiliki kemampuan membawa organisasi tumbuh lebih kuat menghadapi masa depan?

Sebab, partai politik bukan panggung bagi satu orang.
Ia adalah rumah bagi banyak harapan,
tempat kader ditempa,
gagasan dipertemukan,
dan cita-cita diperjuangkan.

Terlebih, tahun 2029 bukanlah cakrawala yang terlalu jauh.
Persiapan politik membutuhkan konsolidasi sejak hari ini.
Membutuhkan kepemimpinan yang kokoh,
organisasi yang solid,
dan kader-kader yang tidak hanya pandai berkompetisi,
tetapi juga mampu berdiri bersama setelah kompetisi berakhir.

Pada akhirnya, keputusan berada di tangan mekanisme dan kewenangan internal partai.

Amih Tuti telah menyampaikan kesiapannya.
AS dan TT turut menjadi nama yang diperbincangkan.
Namun, hingga keputusan resmi diumumkan, semua kemungkinan masih terbuka.

Dan di sinilah makna sesungguhnya dari sebuah ujian politik.

Ketika ambisi bertemu loyalitas.
Ketika harapan berhadapan dengan kenyataan.
Dan ketika jabatan harus diuji oleh tanggung jawab.

Sebab, kursi ketua mungkin hanya satu.
Tetapi, tanggung jawab membesarkan partai adalah pekerjaan bersama.

Siapa pun yang kelak dipercaya memimpin Gerindra Kuningan, sejarah tidak hanya akan mencatat namanya.

Sejarah juga akan menilai bagaimana ia memimpin,
bagaimana ia merangkul,
dan bagaimana ia menjaga kepercayaan.

Karena dalam politik,
yang paling lantang belum tentu paling kuat.
Yang paling dekat belum tentu paling tepat.
Dan yang tidak mendapatkan jabatan,
belum tentu kehilangan pengaruh.

Sebab, jabatan dapat diberikan melalui keputusan.
Namun, kepemimpinan sejati harus dibuktikan melalui pengabdian.

Kini, kita menunggu.
Bukan hanya siapa yang akan duduk di kursi Ketua DPC Gerindra Kuningan,
melainkan siapa yang benar-benar siap memikul beban di balik kursi itu.

Sebab, pada akhirnya,
yang dibutuhkan bukan sekadar seorang ketua,
melainkan seorang pemimpin yang mampu menyatukan kekuatan dan menjaga kepercayaan.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Img 20260222 Wa0031

    Gerakan Pangan Murah Ramadan 2026 Digelar di 15 Kecamatan

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kuningan – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan di 15 kecamatan. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Kegiatan yang dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 11 Maret 2026 ini diinisiasi oleh […]

  • Kadinsos Kuningan Respon Cepat Tangani Masalah Anak Yatim Dari Lampung

    Kadinsos Kuningan Respon Cepat Tangani Masalah Anak Yatim Dari Lampung

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kuningan, 4 Mei 2025 — Suasana haru menyelimuti ruang pelayanan Dinas Sosial Kabupaten Kuningan saat seorang gadis remaja bernama Rara Baras Patih (16 tahun) tiba dalam kondisi kebingungan dan penuh harap. Gadis asal Kota Baturaja, Bandar Lampung ini datang ke Polsek Cigugur pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, diantar oleh warga Desa Gunung keping […]

  • Sarah Saputri Harmonika Dunia

    Profil Eksklusif: Sarah Saputri — Harmoni Jiwa, Harmoni Nusantara Oleh Redaksi Jelajah TV News

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Di antara hiruk pikuk dunia musik Indonesia yang dipenuhi dentuman drum dan petikan gitar, hadir satu sosok yang menonjol karena alunan lembut harmonika yang ia tiupkan dengan penuh rasa. Dialah Sarah Saputri — seorang penyanyi, komposer, dan pemain harmonika asal Bandung yang berhasil mengangkat alat musik sederhana itu menjadi simbol harmoni budaya Indonesia di kancah […]

  • Besok Apel Pagi Istimewa, Pelantikan Pejabat Tinggi oleh Bupati Kuningan

    Besok Apel Pagi Istimewa, Pelantikan Pejabat Tinggi oleh Bupati Kuningan

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan akan menggelar apel pagi istimewa yang dirangkaikan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama pada Senin, 14 Juli 2025 mendatang. Kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB bertempat di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Komplek Kuningan Islamic Center (KIC). Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor: […]

  • Pasca Lebaran OW Cibulan Jadi Destinasi Favorit untuk berwisata di Kuningan

    Pasca Lebaran OW Cibulan Jadi Destinasi Favorit untuk berwisata di Kuningan

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Obyek Wisata Cibulan yang terletak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, khususnya pada momen libur Lebaran 1446 H. Tak hanya dikenal sebagai tempat wisata alam, Cibulan juga memiliki nilai sejarah dan legenda yang kuat, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Meski masa liburan Idul Fitri hampir berakhir, […]

  • Presiden Kspsi Andi Gani Nena Wea Doa Bersama

    Marsinah Dalam Cahaya Doa: Presiden KSPSI Gelar Tabur Bunga Di Makam Sang Pejuang

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Di bawah langit yang teduh dan penuh haru, langkah demi langkah mengalir menuju makam seorang perempuan yang namanya telah menjadi nyala abadi perjuangan buruh Indonesia: Marsinah. Hari ini, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, SH., MH., memimpin doa bersama dan tasyakuran, menyambut penuh syukur atas dianugerahkannya gelar Pahlawan Nasional bagi Marsinah oleh Presiden Prabowo […]

expand_less