Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Nungora Nu Ngabuana: Dari Secangkir Kopi Menjadi Gerakan Kebudayaan

Nungora Nu Ngabuana: Dari Secangkir Kopi Menjadi Gerakan Kebudayaan

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN — Kebudayaan tidak selalu lahir dari panggung megah. Kadang ia tumbuh dari ruang sederhana, dari percakapan kecil, dari secangkir kopi yang diseduh dengan ketulusan, lalu perlahan menemukan jalannya menjadi gerakan yang menghidupkan ingatan sebuah bangsa.

Enam tahun perjalanan Saung Kopi Hawu menjadi gambaran bagaimana konsistensi dapat mengubah sebuah ruang sederhana menjadi panggung kebudayaan. Dari sebuah rumah makan yang bersahaja, Saung Kopi Hawu perlahan menjelma menjadi ruang bertemunya seni, tradisi, ekonomi kreatif, komunitas, dan generasi muda.

Owner Saung Kopi Hawu Dadan A. Latif, melihat perjalanan tersebut bukan sekadar perayaan milangkala. Baginya, enam tahun adalah perjalanan panjang untuk membuktikan bahwa kebudayaan membutuhkan komitmen, konsistensi, dan keberanian untuk terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan akar.

Melalui Hibar Budaya Nusantara, ribuan pelaku seni dan budaya dihimpun dalam sebuah ruang bersama. Mereka tidak hanya datang untuk mempertontonkan karya, tetapi juga merawat nilai, mempertemukan gagasan, sekaligus membuka ruang regenerasi kebudayaan.

Di sisi lain, para pelaku ekonomi kreatif ikut tumbuh sebagai bagian penting dari ekosistem tersebut. Kuliner tradisional, kerajinan, seni pertunjukan, hingga berbagai kreativitas masyarakat menjadi kekuatan yang menggerakkan roda ekonomi sekaligus menjaga identitas lokal.

Hibar Budaya Nusantara kemudian tidak berhenti sebagai sebuah acara. Ia tumbuh menjadi bagian dari ikhtiar mengawal ajaran dan nilai-nilai Ki Sunda di Kabupaten Kuningan, dengan menjadikan budaya bukan sekadar sesuatu yang dikenang, tetapi sesuatu yang terus dihidupkan.

Perjalanan itu pun memiliki jejak tema yang menggambarkan proses pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Pada tahun pertama, “Nu Ngora Nu Ngabudaya” menjadi sebuah ajakan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton kebudayaan, tetapi mengambil peran sebagai pelaku dan penjaganya.

Memasuki tahun kedua, pesan yang dibangun semakin dalam: nilai-nilai adiluhung budaya harus mampu terpancar dalam setiap denyut kehidupan generasi muda.

Tahun ketiga membawa pesan “Balikeun Tali Paranti, Nimbang Rasa Ku Nu Ngora”. Sebuah pengingat bahwa kemajuan tidak berarti meninggalkan tata nilai. Setiap langkah perlu tetap berpijak pada aturan, etika, dan rasa.

Kemudian pada tahun keempat, “Napak Nanjeur Waluya” menjadi simbol tentang keberanian untuk berdiri, bergerak maju, dan menyambut setiap kesempatan dengan penuh keberkahan.

Memasuki tahun kelima, “Nanjeurkeun Kawaaluyaan Pancer Kabudayaan” menjadi refleksi untuk mengembalikan berbagai nilai budaya kepada satu pusat kesadaran: bahwa kebudayaan merupakan jati diri yang harus terus dirawat.

Kini, pada Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawu, lahirlah sebuah ikrar baru:

“Nu Ngora Nu Ngabuana.”

Bukan sekadar slogan, tetapi sebuah pandangan bahwa generasi muda dengan nilai-nilai luhur Ki Sunda harus mampu ngabudaya di buana—membawa kebudayaan lokal menembus ruang yang lebih luas tanpa kehilangan akar tempat ia tumbuh.

Sebab budaya bukan benda yang disimpan di dalam lemari sejarah. Budaya adalah napas yang harus dihidupkan, dipraktikkan, diwariskan, dan diperkenalkan kepada dunia.

Dadan Abdul Latif menilai, Kabupaten Kuningan memiliki begitu banyak potensi yang masih dapat digali. Perjalanan Saung Kopi Hawu menjadi salah satu bukti bahwa potensi tersebut dapat berkembang ketika masyarakat, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, tokoh masyarakat, dan generasi muda berjalan dalam satu irama.

Saung Kopi Hawu pun tidak pernah berdiri sendirian.

Di belakang setiap kegiatan terdapat ribuan pelaku seni dan budaya yang ikut bergerak. Ada komunitas yang memberikan dukungan, masyarakat yang menjaga keberlangsungan, pemerintah yang membuka ruang, para tokoh yang memberikan gagasan, serta doa-doa yang mengiringi setiap langkah.

Dari sanalah sebuah ruang sederhana menemukan maknanya.

Secangkir kopi menjadi perjumpaan.
Perjumpaan menjadi gagasan.
Gagasan menjelma gerakan.
Dan gerakan akhirnya menjadi kebudayaan yang hidup.

Kini, Hibar Budaya Nusantara melangkah lebih jauh. Perjalanannya mengantarkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kalender event Jawa Barat, membuka ruang yang lebih luas bagi Kuningan untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, tradisi, dan ekonomi kreatifnya.

Enam tahun bukanlah akhir perjalanan.

Justru menjadi penanda bahwa jalan kebudayaan baru saja menemukan cakrawalanya.

Dari Hawu untuk Nusantara. Dari akar budaya, menuju buana.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Doa Ibu Di Setiap Langkah Kerja Keras Dan Kejujuran H Supardi

    Ada Doa Ibu Di Setiap Langkah Kerja Keras Dan Kejujuran H Supardi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- H. Supadi lahir dari keluarga sederhana pada tanggal 1 juli 1959 silamdengan jumlah anggota keluarga tujuh orang. terdiri Kaka dan adik, Sejak kecil, H. Supardi sudah terbiasa dengan lingkungan kehidupan yang penuh perjuangan dan kerja keras. Beliau sebagai tulang punggung keluarga saat ayahnya tengah sakit.Bisnis usahanya berawal dari hasil memelihara bebek, maupun ayam, bahkan […]

  • Batu Altar

    Perlindungan Cagar Budaya Cipari, Warisan Prasejarah Penting di Kabupaten Kuningan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN — Perlindungan dan pelestarian cagar budaya menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga jati diri bangsa. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang menegaskan bahwa cagar budaya merupakan kekayaan budaya bernilai tinggi bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, serta kebudayaan nasional. Salah satu cagar budaya penting […]

  • Img 20250807 Wa0017

    TMMD Ke-125 Kodim 0615/Kuningan Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Sindangjawa: Wujud Komitmen Bersama Cegah Narkoba

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba, TMMD ke-125 Kodim 0615/Kuningan menggelar kegiatan penyuluhan dengan tema “Komitmen Bersama Cegah Narkoba di Desa Sindangjawa”, bertempat di Balai Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede, Rabu malam (6/8/2025). Kegiatan ini dipimpin oleh Koordinator TMMD, Danramil 1507/Luragung, Lettu Arh Fatkhu Azis, bekerja sama dengan BNN Kabupaten Kuningan, dan dihadiri oleh […]

  • Andi Gani Nena Wea Sh.mh

    Kapolri Hadiri HUT ke-53 KSPSI, Tegaskan Komitmen Polri Kawal Kesejahteraan Buruh Indonesia

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    JAKARTA – Listyo Sigit Prabowo menghadiri langsung perayaan Hari Ulang Tahun ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang digelar di Lapangan PT Victory Ching Luh Indonesia, Tangerang, Banten, Senin (16/2/2026). Kehadiran Kapolri menjadi simbol dukungan kuat Polri terhadap perjuangan dan kesejahteraan kaum buruh di Indonesia. Perayaan HUT KSPSI tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan […]

  • Usai Dilantik PJ Sekda Kuningan Beni Prihayatno Akan Cairkan TPP Usai Bupati Terpilih Dilantik

    Usai Dilantik PJ Sekda Kuningan Beni Prihayatno Akan Cairkan TPP Usai Bupati Terpilih Dilantik

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews com,- PJ Sekda Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si, Memastikan bahwa untuk roda pemerintahan kuningan, terutama pelayanan terhadap masyarakat harus optimal, yang kedua kita akan membantu program 100 hari kerja Bupati Kuningan Terpilih, Termasuk 10 program prioritas beliau, karena sudah tertuang dalam program 100 hari kerja, Selain itu, mempersiapkan pasca bupati dilantik yang berkoordinasi dengan […]

  • Foto Bersama Dengan Para Atlet

    Kejurkab PBSI dan Bupati Cup 2025 Resmi Ditutup

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Gemuruh tepuk tangan memenuhi GOR Anrimusthi Badminton Center pada Minggu malam (14/9/2025), saat Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) PBSI dan Bupati Cup Bulu Tangkis 2025 resmi ditutup. Ajang bergengsi yang menjadi wadah lahirnya bibit-bibit unggul bulu tangkis Kuningan ini meninggalkan jejak prestasi, kebersamaan, sekaligus semangat baru bagi para atlet muda. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian […]

expand_less