Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Nungora Nu Ngabuana: Dari Secangkir Kopi Menjadi Gerakan Kebudayaan

Nungora Nu Ngabuana: Dari Secangkir Kopi Menjadi Gerakan Kebudayaan

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN — Kebudayaan tidak selalu lahir dari panggung megah. Kadang ia tumbuh dari ruang sederhana, dari percakapan kecil, dari secangkir kopi yang diseduh dengan ketulusan, lalu perlahan menemukan jalannya menjadi gerakan yang menghidupkan ingatan sebuah bangsa.

Enam tahun perjalanan Saung Kopi Hawu menjadi gambaran bagaimana konsistensi dapat mengubah sebuah ruang sederhana menjadi panggung kebudayaan. Dari sebuah rumah makan yang bersahaja, Saung Kopi Hawu perlahan menjelma menjadi ruang bertemunya seni, tradisi, ekonomi kreatif, komunitas, dan generasi muda.

Owner Saung Kopi Hawu Dadan A. Latif, melihat perjalanan tersebut bukan sekadar perayaan milangkala. Baginya, enam tahun adalah perjalanan panjang untuk membuktikan bahwa kebudayaan membutuhkan komitmen, konsistensi, dan keberanian untuk terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan akar.

Melalui Hibar Budaya Nusantara, ribuan pelaku seni dan budaya dihimpun dalam sebuah ruang bersama. Mereka tidak hanya datang untuk mempertontonkan karya, tetapi juga merawat nilai, mempertemukan gagasan, sekaligus membuka ruang regenerasi kebudayaan.

Di sisi lain, para pelaku ekonomi kreatif ikut tumbuh sebagai bagian penting dari ekosistem tersebut. Kuliner tradisional, kerajinan, seni pertunjukan, hingga berbagai kreativitas masyarakat menjadi kekuatan yang menggerakkan roda ekonomi sekaligus menjaga identitas lokal.

Hibar Budaya Nusantara kemudian tidak berhenti sebagai sebuah acara. Ia tumbuh menjadi bagian dari ikhtiar mengawal ajaran dan nilai-nilai Ki Sunda di Kabupaten Kuningan, dengan menjadikan budaya bukan sekadar sesuatu yang dikenang, tetapi sesuatu yang terus dihidupkan.

Perjalanan itu pun memiliki jejak tema yang menggambarkan proses pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Pada tahun pertama, “Nu Ngora Nu Ngabudaya” menjadi sebuah ajakan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton kebudayaan, tetapi mengambil peran sebagai pelaku dan penjaganya.

Memasuki tahun kedua, pesan yang dibangun semakin dalam: nilai-nilai adiluhung budaya harus mampu terpancar dalam setiap denyut kehidupan generasi muda.

Tahun ketiga membawa pesan “Balikeun Tali Paranti, Nimbang Rasa Ku Nu Ngora”. Sebuah pengingat bahwa kemajuan tidak berarti meninggalkan tata nilai. Setiap langkah perlu tetap berpijak pada aturan, etika, dan rasa.

Kemudian pada tahun keempat, “Napak Nanjeur Waluya” menjadi simbol tentang keberanian untuk berdiri, bergerak maju, dan menyambut setiap kesempatan dengan penuh keberkahan.

Memasuki tahun kelima, “Nanjeurkeun Kawaaluyaan Pancer Kabudayaan” menjadi refleksi untuk mengembalikan berbagai nilai budaya kepada satu pusat kesadaran: bahwa kebudayaan merupakan jati diri yang harus terus dirawat.

Kini, pada Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawu, lahirlah sebuah ikrar baru:

“Nu Ngora Nu Ngabuana.”

Bukan sekadar slogan, tetapi sebuah pandangan bahwa generasi muda dengan nilai-nilai luhur Ki Sunda harus mampu ngabudaya di buana—membawa kebudayaan lokal menembus ruang yang lebih luas tanpa kehilangan akar tempat ia tumbuh.

Sebab budaya bukan benda yang disimpan di dalam lemari sejarah. Budaya adalah napas yang harus dihidupkan, dipraktikkan, diwariskan, dan diperkenalkan kepada dunia.

Dadan Abdul Latif menilai, Kabupaten Kuningan memiliki begitu banyak potensi yang masih dapat digali. Perjalanan Saung Kopi Hawu menjadi salah satu bukti bahwa potensi tersebut dapat berkembang ketika masyarakat, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, tokoh masyarakat, dan generasi muda berjalan dalam satu irama.

Saung Kopi Hawu pun tidak pernah berdiri sendirian.

Di belakang setiap kegiatan terdapat ribuan pelaku seni dan budaya yang ikut bergerak. Ada komunitas yang memberikan dukungan, masyarakat yang menjaga keberlangsungan, pemerintah yang membuka ruang, para tokoh yang memberikan gagasan, serta doa-doa yang mengiringi setiap langkah.

Dari sanalah sebuah ruang sederhana menemukan maknanya.

Secangkir kopi menjadi perjumpaan.
Perjumpaan menjadi gagasan.
Gagasan menjelma gerakan.
Dan gerakan akhirnya menjadi kebudayaan yang hidup.

Kini, Hibar Budaya Nusantara melangkah lebih jauh. Perjalanannya mengantarkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kalender event Jawa Barat, membuka ruang yang lebih luas bagi Kuningan untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, tradisi, dan ekonomi kreatifnya.

Enam tahun bukanlah akhir perjalanan.

Justru menjadi penanda bahwa jalan kebudayaan baru saja menemukan cakrawalanya.

Dari Hawu untuk Nusantara. Dari akar budaya, menuju buana.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MELESAT RUN 2026:Ratusan  Peserta Berlari, Warnai Hari Jadi ke-528 Kuningan

    MELESAT RUN 2026:Ratusan Peserta Berlari, Warnai Hari Jadi ke-528 Kuningan

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Jelajah TvNews
    • 0Komentar

    KUNINGAN .Suasana meriah menyelimuti Lapangan Paramarta, Kabupaten Kuningan, Minggu, 6 September 2026. Ribuan peserta mengikuti MELESAT RUN bertajuk “Bersama Berlari Warnai Negeri”, dengan menempuh jarak 5,28 kilometer, yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan. Euforia peserta semakin semarak dengan hiburan musik dari Band Blue Monday. Di tengah suasana penuh kegembiraan, Bupati9 Kuningan […]

  • Jelahatv

    Esok ! Ketika Jabatan Disematkan dan Alam Menjadi Saksi Pelantikan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Di kaki alam yang hijau, di bawah naungan pepohonan yang tumbuh lebih lama dari usia jabatan, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersiap melantik para pejabatnya. Kebun Raya Kuningan bukan sekadar lokasi seremonial, melainkan ruang makna—tempat di mana kekuasaan semestinya diuji, bukan dirayakan. Bagi masyarakat Kuningan yang mewarisi kearifan leluhur Sunda, alam bukan latar kosong. Ia adalah […]

  • Bank Kuningan Adakan Perpanjangan Kerjasama MOU Dengan Kejari Kuningan

    Bank Kuningan Adakan Perpanjangan Kerjasama MOU Dengan Kejari Kuningan

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelakahtvnews.com,- Bank Kuningan dan Kejaksaan Negeri Kuningan pada Selasa Siang (18/02/2025) telah menandatangani Perpanjangan Perjanjian Kerjasama (MoU) dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Dodo Warda, SE, MM selaku Direktur Utama Bank Kuningan dan Sunarto,S.Pd.,S.H.,M.H. Selaku Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan. MOU ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kerjasama antara Bank […]

  • Bantuan Traktor untuk Petani Kuningan Diterpa Isu Hoaks, Pemdes Susukan Tegaskan Tidak Ada Penjualan

    Bantuan Traktor untuk Petani Kuningan Diterpa Isu Hoaks, Pemdes Susukan Tegaskan Tidak Ada Penjualan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menyalurkan sebanyak 63 unit traktor dan pompa air kepada kelompok tani di berbagai wilayah, termasuk kelompok tani Desa Susukan, Kecamatan Cipicung, yang mengelola lahan pertanian seluas 95 hektare. Namun, penyaluran pada Senin (19/5/2025) tersebut sempat diwarnai rumor tak sedap. Beredar kabar bahwa salah satu traktor bantuan telah […]

  • Img 20250924 183242

    Putra Daerah Bangkitkan Semangat Voli Kuningan di Ajang Kejurda AGN Cup 2025

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    Kabupaten Kuningan kembali mencatat sejarah penting di dunia olahraga. Kejurda Voli AGN Cup 2025 resmi bergulir dengan penuh semangat, menghadirkan para atlet terbaik Jawa Barat yang berjuang memperebutkan tiket menuju Kejurnas pada Oktober mendatang. Di balik gemerlap turnamen ini, nama besar Bapak Andi Gani Nena Wea—putra daerah yang kini menjadi tokoh nasional—hadir sebagai sosok yang […]

  • Aliansi komunitas budaya Jawa barat Adakan Halal Bihalal Di Bumi Aki

    Aliansi komunitas budaya Jawa barat Adakan Halal Bihalal Di Bumi Aki

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Dihadiri wakil kota Bogor, Dedi Rahim , tokoh seniman, Budayawan, Asosiasi koperasi kota Bogor dan sejumlah pejabat penting lainya hadir mengikuti acara halal bihalal di bumi Aki Batutulis Bogor.12 April 2025 Meyakinkan mereka, bahwa seni budaya itu masih ada, acara dibuka dengan acara kidung dan pencak silat Menurut wali kota Dedi Rahim, Para budayawan […]

expand_less