IDI KUNINGAN MENJEMPUT HARAPAN DI PELOSOK MELALUI SENTUHAN KEMANUSIAAN
- account_circle Jelajah TvNews
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Pengabdian tidak selalu hadir dalam panggung besar. Terkadang, ia tumbuh sederhana—di ruang sekolah, di tengah masyarakat, melalui tangan-tangan yang datang membawa pengetahuan, kepedulian, dan harapan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Semangat itulah yang kembali ditorehkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan melalui bakti sosial bertajuk “IDI Kuningan Mengabdi untuk Negeri”, yang digelar di SMP Negeri 1 Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan.
Di tempat itu, profesi bukan sekadar gelar. Jas putih para dokter menjelma menjadi simbol pengabdian. Mereka datang bukan hanya untuk memeriksa, tetapi juga untuk mendengar, menjelaskan, dan menghadirkan rasa bahwa kesehatan adalah hak setiap masyarakat.
Kegiatan yang memasuki pelaksanaan kedua ini menyasar masyarakat di wilayah Kecamatan Subang, Salajambe, dan Cilebak. Antusiasme warga menjadi gambaran bahwa di balik jarak dan keterbatasan akses, selalu ada harapan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat.
Sebanyak 18 dokter spesialis dari berbagai bidang keahlian bersama sejumlah dokter umum turut ambil bagian. Pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, hingga edukasi tentang pola hidup sehat dan pencegahan penyakit diberikan secara langsung kepada masyarakat.
Bagi sebagian warga, kehadiran dokter spesialis di tengah mereka bukan sekadar pelayanan. Ia adalah kesempatan untuk bertanya, memperoleh kepastian, dan memahami kondisi kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan yang lebih besar.
Koordinator kegiatan, dr. Agah Nugraha, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dokter terhadap masyarakat sekaligus wujud komitmen profesi dalam menjalankan pengabdian kemanusiaan.
«“Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada negeri. Harapannya, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran para dokter.”»
Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten Kuningan, dr. Arif Wibowo, Sp.OT, Subsp. PI(K), SH, MH, M.MRs, menegaskan bahwa pengabdian merupakan bagian penting dari semangat organisasi profesi dokter.
Bagi IDI Kuningan, ilmu yang dimiliki seorang dokter tidak berhenti di ruang praktik. Pengetahuan harus bergerak, mendatangi masyarakat, menyentuh kehidupan, dan memberi manfaat bagi sesama.
Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Kuningan, Hj. Amih Tuti Andriani. Ia menilai kegiatan pengabdian seperti ini menjadi langkah positif dalam memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus mempererat hubungan antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.
Lebih jauh, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin merata dan berkualitas.
Sebab kesehatan bukan hanya tentang mengobati ketika sakit datang. Kesehatan adalah tentang pengetahuan, pencegahan, kepedulian, dan keberanian untuk menjaga kehidupan sejak dini.
Di Subang, Salajambe, dan Cilebak, semangat itu kembali dinyalakan.
Para dokter datang membawa ilmu. Masyarakat menyambut dengan harapan. Dan di antara keduanya tumbuh sebuah pesan sederhana: bahwa pengabdian sejati adalah ketika ilmu yang dimiliki mampu menjadi manfaat bagi kehidupan orang lain.
“IDI Kuningan Mengabdi untuk Negeri” pun bukan sekadar nama sebuah kegiatan. Ia menjadi pengingat bahwa di balik sumpah profesi, masih ada panggilan kemanusiaan—untuk hadir, melayani, dan memberikan yang terbaik bagi negeri.
Dari ruang sekolah di pelosok wilayah Kuningan, semangat itu berjalan pelan namun berarti.
Karena sejatinya, pengabdian tidak menghitung seberapa jauh langkah ditempuh, tetapi seberapa banyak kehidupan yang disentuh.
- Penulis: Jelajah TvNews


