Breaking News
light_mode
Beranda » Sejarah » Susukan dalam Perspektif Sejarah, Hadiah Istimewa di Milangkala Desa ke-340

Susukan dalam Perspektif Sejarah, Hadiah Istimewa di Milangkala Desa ke-340

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Susukan, – Pagi itu, 19 Juni 2026. Matahari baru saja menampakkan dirinya dari ufuk timur. Cahaya keemasannya perlahan menyapu langit yang biru dan jernih, seolah ikut menyambut sebuah peristiwa bersejarah yang telah dinanti oleh seluruh warga.

Ratusan masyarakat Desa Susukan tampak memadati halaman Bale Desa. Wajah-wajah penuh harap dan kebanggaan menyatu dalam suasana yang khidmat. Mereka hadir untuk menjadi saksi perjalanan panjang kampung halamannya dalam rangkaian Milangkala Desa Susukan ke-340 tahun.

Hari bersejarah itu diawali dengan Sidang Paripurna Penetapan Hari Jadi Desa Susukan. Sebuah momentum yang bukan sekadar seremonial, melainkan peneguhan identitas dan penghormatan kepada jejak para pendahulu yang telah meletakkan pondasi peradaban di tanah yang mereka cintai.

Melalui perjalanan panjang penelitian, dengan berbekal sumber-sumber sejarah yang valid, para akademisi, budayawan, serta narasumber dari berbagai lintasan zaman—mulai dari masa pra-Islam, era Islam, hingga modernisasi—akhirnya sejarah Desa Susukan berhasil dirangkai dalam sebuah karya berharga berjudul “Susukan dalam Perspektif Sejarah”. Sebuah buku yang menjadi jendela bagi generasi hari ini dan masa depan untuk mengenali akar peradabannya.

Rangkaian Milangkala kemudian berlanjut menuju makam keramat Syeh Tumenggung Jayadipura. Di tempat yang penuh jejak sejarah itu, masyarakat berkumpul dalam Zikir Akbar dan doa bersama. Lantunan ayat suci, shalawat, dan doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh ketulusan menggema di antara pepohonan dan semilir angin pagi.

Tak sedikit mata yang berkaca-kaca. Sebab di sana, mereka tidak hanya mengenang leluhur, tetapi juga merasakan ikatan batin yang tak pernah putus antara masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Saatenonton pagelaran wayang golek

Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi lebih semarak namun tetap sarat makna. Tradisi kuno masyarakat Susukan kembali dihidupkan melalui kegiatan Nga Gogo atau Ngobeng, sebuah tradisi menangkap ikan dengan tangan kosong yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur.

Di aliran Sungai Cisande, tawa dan sorak kegembiraan bercampur menjadi satu. Anak-anak, orang tua, pemuda, hingga para sesepuh turun bersama ke sungai. Bukan sekadar mencari ikan, tetapi merawat kenangan, menjaga warisan budaya, dan mempererat tali persaudaraan yang telah terjalin selama ratusan tahun.

Puncak Milangkala menjadi perayaan yang begitu menggetarkan hati. Arak-arakan hasil bumi bergerak perlahan menyusuri jalan desa, menampilkan limpahan berkah yang telah diberikan Sang Pencipta kepada tanah Susukan. Hasil pertanian yang dibawa warga menjadi simbol rasa syukur atas kehidupan yang terus tumbuh dan berkembang.

Di tengah kemeriahan itu, santunan kepada anak-anak yatim menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika mampu berbagi kepada sesama. Sebuah wujud nyata dari nilai welas asih yang diwariskan oleh leluhur dan terus hidup dalam denyut kehidupan masyarakat Susukan.

Malam harinya, ribuan warga kembali berkumpul di Lapang Kertapati. Di bawah langit malam yang tenang, pagelaran wayang golek bersama dalang legendaris Asep Sunandar Sunarya menjadi penutup yang begitu berkesan. Lakon yang dimainkan seakan mengisahkan perjalanan panjang sebuah desa yang terus berdiri kokoh menghadapi perubahan zaman.

Di penghujung acara, Kepala Desa Susukan, Toto Ciptarasa, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Di hadapan masyarakat, beliau menyampaikan bahwa kekuatan terbesar Desa Susukan bukan hanya sejarah panjang yang dimilikinya, melainkan kebersamaan dan gotong royong warganya.

“Mengakar kepada leluhur, menularkan welas asih. Tema ini bukan hanya sebuah kalimat, tetapi menjadi cermin perjalanan Desa Susukan selama 340 tahun. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Susukan. Kebersamaan inilah yang akan membawa desa kita menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat di masa yang akan datang.”

Dan ketika malam semakin larut, ketika lampu-lampu panggung mulai redup, Milangkala ke-340 bukanlah akhir dari sebuah perayaan. Ia menjadi awal dari tekad baru untuk terus menjaga warisan leluhur, merawat persaudaraan, serta menuliskan lembaran sejarah berikutnya bagi generasi yang akan datang.

Susukan bukan hanya sebuah desa. Ia adalah rumah kenangan, mata air peradaban, dan warisan cinta yang akan terus hidup sepanjang zaman.

  • Penulis: jelajahtv news

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Silaturahmi Dengan Insan Pers

    Dandim 0615 Kuningan Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Paparkan Program Strategis Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Komandan Kodim 0615/Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung, menggelar silaturahmi bersama insan pers Kabupaten Kuningan, Kamis (9/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara TNI dan media dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta penyampaian program-program strategis nasional kepada masyarakat. Dalam forum tersebut, Dandim menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis TNI, khususnya dalam […]

  • Ketua Dpc Pdi Perjuangan Kab.kuningan

    Nuzul Rachdy SE : PDI Perjuangan Kuningan, Targetkan 13 Kursi DPRD dan Rebut Kembali Pilkada 2029

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    KUNINGAN – Suasana politik di Kabupaten Kuningan memasuki babak baru setelah Nuzul Rachdy, SE kembali terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan melalui Konferensi Cabang yang digelar serentak bersama tujuh kabupaten/kota lainnya. Proses konferensi yang berlangsung mulus, tertib, dan tanpa gejolak itu menegaskan soliditas internal partai berlambang banteng tersebut. Dalam keterangannya, Nuzul Rachdy menyampaikan rasa syukur […]

  • Cinta Rasul Menyatukan Warga Pamulihan dalam Tradisi, Silaturahmi, dan Karya Nyata

    Cinta Rasul Menyatukan Warga Pamulihan dalam Tradisi, Silaturahmi, dan Karya Nyata

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Jelajah TvNews
    • 0Komentar

    KUNINGAN,- Suasana penuh khidmat sekaligus semarak menyelimuti Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Selasa (25/8/2026), bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 yang digelar DKM Masjid Jami Baitul Mukhlisin mengusung tema “Cinta Rasulullah Menyatukan Kita dalam Cerita dan Karya.” Tema tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian kata, tetapi menjadi […]

  • Desa Jagara Wakili Kuningan di Lomba Desa Wisata Tingkat Nasional Dan Raih Peringkat 5 Besar

    Desa Jagara Wakili Kuningan di Lomba Desa Wisata Tingkat Nasional Dan Raih Peringkat 5 Besar

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Kuningan melalui Desa Jagara, Kecamatan Darma. Desa ini berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih peringkat ke-5 dalam ajang Lomba Desa Wisata Nasional (LDWN) Kategori II Tahun 2024. Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari […]

  • “Rafa & Jeda Waktu Di Kaki Ciremai: Film Menyentuh Tentang Sunyi, Cinta, dan Potret Yang Tak Pernah Diambil

    “Rafa & Jeda Waktu Di Kaki Ciremai: Film Menyentuh Tentang Sunyi, Cinta, dan Potret Yang Tak Pernah Diambil

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.comSebuah film pendek berlatar alam dan budaya Kuningan, Jawa Barat, berjudul “Rafa ” resmi dirilis secara daring sebagai bagian dari gerakan promosi seni visual dan wisata hati. Diproduksi oleh Anak Langit Ciremai Film, Dengan Garapan Sutradara Beben Subagja, Produser Sep.Rhdt, Manager produksi Heri JM, film pendek ini melibatkan beberapa pemain Mojang dan Jajaka Kuningan, seperti […]

  • Hj.ela Helayati

    Ketua TP PKK Kuningan: Ibu Adalah Pemimpin di Balik Layar yang Menginspirasi

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    Kuningan – Acara ESQ Training dengan tema “Leadership di Balik Layar, Peran Ibu Sebagai Inspirator” berlangsung penuh makna di Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini dihadiri jajaran istri Forkopimda, anggota Dharma Wanita Persatuan, Muslimat, serta pengurus TP PKK Kabupaten Kuningan. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, S.Sos., menekankan bahwa peran seorang ibu bukan hanya […]

expand_less