Breaking News
light_mode
Beranda » Sejarah » Jejak Sunyi Di Balong Darma Loka Kuningan

Jejak Sunyi Di Balong Darma Loka Kuningan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

Siang itu, matahari membakar langit Kuningan, tepat di atas kepala. Panas menyengat membuatku memutuskan menepi di sebuah warung kecil di pinggir Jalan Raya Darma. Di sanalah mataku tertumbuk pada sebuah papan sederhana bertuliskan: “Balong Darma Loka.”

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Didorong rasa penasaran, aku melangkah masuk, melewati ruangan kecil hingga tiba di sebuah kolam ikan yang tenang. Sepi, hanya gemerisik angin di antara ribuan pepohonan besar yang menaungi tempat itu. Di permukaan air, samar-samar kulihat bayangan seekor ikan berkilau emas, berenang perlahan, seolah menjaga rahasia masa lalu.

Bersama Juru Kunci Darmaloka

Ketika aku menoleh ke kanan, sebuah gapura bertuliskan “Syeh Rama Haji Irengan” menyambut pandangan. Saat itulah seorang bapak paruh baya menghampiriku, menyunggingkan senyum ramah.

“Hendak ke mana, Dek?” tanyanya santai.

“Aku hanya ingin melihat-lihat tempat ini, Pak,” jawabku sopan.

Bapak itu memperkenalkan diri sebagai penjaga Balong Darma Loka. Ia kemudian mengajakku duduk santai di tepi kolam ikan, menyeruput kopi hangat sambil memandang tenangnya air.

“Tempat ini,” katanya perlahan, “sekarang apa adanya saja. Tapi sebenarnya, ini adalah situs bersejarah penting untuk Kuningan.”

Aku mendengarkan dengan penuh perhatian. Dari matanya, terlihat kilatan kebanggaan sekaligus kesedihan.

“Dulu, waktu Bapak masih bujangan, tempat ini sering didatangi tokoh-tokoh besar,” lanjutnya. “Ibu Fatmawati Soekarno pernah singgah di sini, berdoa di tepi kolam ini. Gus Dur juga pernah Bapak temani, duduk di sebelah makam Syeh Rama Haji Irengan.”

Ia bercerita bahwa menurut kisah turun-temurun, Syeh Rama Haji Irengan berasal dari Pakistan, dan dikenal sebagai ulama besar yang membawa banyak ajaran penting ke tanah ini. Banyak juga para bupati terdahulu yang sering datang, memanjatkan doa di tempat ini.

Kini, kondisinya memprihatinkan. Bangunan mulai lapuk, kolam nyaris terlupakan, dan situs-situs penuh sejarah itu hampir terkubur oleh waktu.

“Di sini,” lanjut Bapak itu sambil menunjuk ke berbagai arah, “ada makam Syeh Rama Haji Irengan, makam pengawalnya, dan tempat belajar Syeh Abdul Muhyi dari Pamijahan yang dulu berguru di sini.”

Sambil menyeruput kopi, Bapak itu melanjutkan kisahnya.

“Menurut cerita Abah, Syeh Rama Irengan pernah menciptakan lima kolam dalam satu malam. Ikan-ikan Dewa mengisi kolam-kolam itu. Di Pasawahan, Balong Dalem Jalaksana, Cibulan, Cigugur, dan terakhir di sini, Balong Darma Loka.”

Di Lokasi Situs

Tak hanya itu, ada pula lima situs lain yang menyimpan kisahnya sendiri: Situs Syeh Rama Gusti, Ibu Sari Kuning dan Sari Kembang, Syeh Arya Saringsingan, hingga Situs Mbok Bukit.

Balong Darma Loka bukan hanya tentang air dan ikan-ikan keramat. Ia adalah tempat yang memegang jejak perjalanan para wali, simbol-simbol filosofi kehidupan yang dalam, dan kisah-kisah yang masih berbisik di antara hembusan angin dan rimbunnya pepohonan.

Kini, aku duduk di tepi kolam itu, membiarkan pikiranku larut dalam sejarah yang nyaris terlupakan. Membayangkan sosok-sosok besar yang pernah singgah, membayangkan doa-doa yang pernah melangit dari tempat sunyi ini.

Balong Darma Loka, jejak suci yang masih setia menunggu tangan-tangan yang mau mendengarkan kisahnya kembali. ( Sep Rhdt )

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less