Haul Syekh Maulana Akbar dan Maulid Nabi: Menjaga Akar Sejarah, Meneguhkan Arah Masa Depan Kuningan
- account_circle Jelajah TvNews
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan bukan sekadar rangkaian seremoni tahunan. Di dalamnya terdapat ruang untuk menengok kembali jejak sejarah, merawat nilai-nilai keagamaan, sekaligus meneguhkan arah perjalanan Kabupaten Kuningan menuju masa depan.
Menurut Ketua Panitia Acara, Emup Muplihudin, selaku Kabag Kesara, Menyampaikan , Salah satu rangkaian kegiatan tersebut digelar melalui Haul Syekh Maulana Akbar, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Istigasah, doa bersama, dan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustadz Solmed.
Dan Kegiatan berlangsung di Komplek Makam Astana Gede, hadir Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Forkopimnda .dan para Undangan lainya.
Momentum ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan keagamaan. Astana Gede menjadi ruang perjumpaan antara masa lalu, masa kini dan masa depan. Di tempat para pendahulu meninggalkan jejak perjuangan, generasi hari ini diajak kembali mengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral, spiritual dan identitas budaya.
“Sejarah yang diteliti hanya akan menjadi ilmu, tetapi sejarah yang dihidupkan akan menggerakkan generasi, dan sejarah yang diteruskan akan menjadi peradaban.”
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan. Sebab, daerah yang besar bukan hanya daerah yang memiliki infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga daerah yang mampu menjaga ingatan kolektif, menghormati para pendahulu dan menjadikan nilai-nilai sejarah sebagai kompas dalam menentukan arah pembangunan.
Haul Syekh Maulana Akbar juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal saleh beliau, mengampuni segala kekhilafannya, meninggikan derajatnya serta menjadikan tempat perjuangannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir.
Menurut Kiyai Didin, Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, Kuningan diharapkan tetap menjadi daerah yang kuat dalam tradisi, maju dalam ilmu, luhur dalam akhlak, terbuka terhadap kemajuan, namun tetap berakar kuat pada sejarahnya.
Dari bumi Kuningan diharapkan tumbuh generasi yang alim tanpa merasa paling tinggi, cerdas tanpa kehilangan akhlak, modern tanpa tercerabut dari akar sejarah, mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas, serta maju tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
Karena pada akhirnya, Hari Jadi Kuningan bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah daerah, tetapi tentang sejauh mana sebuah generasi mampu mewarisi nilai, memperbaiki keadaan dan meninggalkan peradaban yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
Bupati Kuningan Dr.H.Dian Rachmat Yanuar ,MSi, dalam mengenang dan haul serta istigozah dan. Tausyiah merupakan upaya ikhtiar pemerintah, dalam berupaya untuk melakukan kemajuan Kuningan,
Perjalan sejarah Kuningan ,bukan untuk mengenang masalalu, yang terpenting kita ingin membangun Kuningan tidak hanya bentuk bangunan saja, tetapi kualitas SDM dan Moralitas Harus kita bangun Bersama.
Akhlak dan karakter yang mulia dapat mendorong kemajuan pembangunan Kuningan melesat.
Tradisi yang baik harus kita pertahankan, dan menjadi moment penting dalam memperkuat keimanan dan ukhuwai yang menjadi nilai nilai agama untuk melangkah ke depan, Ujar Bupati Kuningan
- Penulis: Jelajah TvNews


