Sultan Siak XIII Wafat, DANRI : Kehilangan Besar Bagi Nusantara
- account_circle Jelajah TvNews
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAKARTA — Langit Nusantara seakan menundukkan kepala. Kabar duka datang dari dunia adat dan budaya, membawa kesunyian yang dalam atas berpulangnya PYM. Sultan Assayidis Syarif Nazir Abdul Jalil Saifuddien, atau Teungku Nazir, Sultan Siak Sri Inderapura XIII, pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kepergian beliau bukan hanya meninggalkan ruang sunyi di Kesultanan Siak. Lebih dari itu, berpulangnya sang sultan menjadi kehilangan bagi perjalanan adat, budaya, dan sejarah Nusantara yang selama ini dijaga dengan penuh penghormatan.
Di sepanjang pengabdiannya, almarhum dikenang sebagai sosok yang turut merawat warisan leluhur. Adat dijunjung, budaya dipelihara, sejarah dihormati, dan persatuan Nusantara senantiasa ditempatkan sebagai bagian penting dari jati diri bangsa.
Dewan Adat dan Kerajaan Nusantara Indonesia (DANRI) menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian almarhum.
Ucapan duka disampaikan PYM. Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H., selaku Ketua Umum/Dipertuan Agung DANRI, bersama PYM. Sultan Malik Samudera Pasai As Syarif Teuku Haji Badruddin Syah ZFA, selaku Sekjen Dipertuan Agung DANRI.
“Selamat jalan, PYM saudaraku Sultan Siak. Jasa dan pengabdianmu akan senantiasa dikenang.”
Kini, langkah sang penjaga warisan itu telah berhenti di dunia, namun jejaknya diharapkan tetap berjalan dalam ingatan generasi.
Sebab seorang pemangku adat boleh berpulang, tetapi nilai yang ia jaga tidak seharusnya ikut terkubur. Ia akan tetap hidup dalam sejarah, dalam budaya, dan dalam ingatan Nusantara.
Selamat jalan Sultan Siak XIII.
Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf, menerima seluruh amal dan pengabdian, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.
Al-Fatihah. 🤲
- Penulis: Jelajah TvNews


