AKBP Bellen Anggara Pratama, Menapaki Jejak Pengabdian untuk Bumi Kuningan
- account_circle Admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Setiap pemimpin datang membawa kisah. Ada yang lahir dari ruang-ruang strategi, ada pula yang ditempa oleh panjangnya perjalanan pengabdian. Kini, lembaran baru itu hadir di Kabupaten Kuningan bersama AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., perwira menengah Polri yang resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Kuningan.
Lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2006 ini bukanlah sosok yang asing dengan dinamika penegakan hukum. Jejak pengabdiannya terukir di berbagai wilayah Indonesia, dari Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, hingga Sumatera Utara. Setiap penugasan menjadi ruang belajar, setiap tantangan menjadi pijakan untuk membangun ketegasan yang tetap berlandaskan profesionalisme.
Pria kelahiran Bandar Lampung, 28 Maret 1985 itu sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Spripim Polda Sumatera Utara sejak 25 Juni 2024. Kini, estafet kepemimpinan Polres Kuningan dipercayakan kepadanya, menggantikan AKBP Muhammad Ali Akbar yang mendapat amanah baru sebagai Kapolres Brebes, Polda Jawa Tengah.
Perjalanan akademiknya pun mencerminkan semangat belajar yang tak pernah berhenti. Setelah menamatkan pendidikan di Akpol, ia melanjutkan ke PTIK pada 2015, Sespimmen Polri pada 2023, serta meraih gelar Magister di Universitas Tanjungpura Pontianak pada 2021. Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa kepemimpinan dibangun melalui ilmu, pengalaman, dan ketekunan.
Kariernya banyak ditempa di bidang reserse kriminal dan pemberantasan narkoba. Jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Ketapang, Kapolsek Pontianak Selatan, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sumut, hingga Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumut menjadi bagian dari rekam jejak panjangnya sebelum dipercaya menduduki posisi strategis di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Saat penyambutan Kapolres Kuningan
Tak hanya menguasai bidang operasional, AKBP Bellen juga memperkuat kapasitasnya melalui berbagai pelatihan manajemen sumber daya manusia, assessor tingkat Polda, hingga penanganan pendanaan terorisme dan pencucian uang. Kemampuan berbahasa Inggris, Prancis, dan Melayu turut menjadi bekal dalam menghadapi tantangan kepolisian yang semakin kompleks.
Dedikasinya kepada institusi Polri pun mendapat apresiasi melalui berbagai penghargaan, termasuk Satyalancana Pengabdian 8 Tahun dan sejumlah piagam atas kinerja serta pengabdian.
Kini, masyarakat Kuningan menaruh harapan pada hadirnya pemimpin baru yang mampu merawat rasa aman, memperkuat penegakan hukum, serta membangun sinergi yang harmonis dengan pemerintah daerah, TNI, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat.
Sebab sejatinya, seorang pemimpin bukan hanya hadir untuk memimpin. Ia hadir untuk mendengar, melindungi, dan menjaga kepercayaan. Di Bumi Kuningan, pengabdian itu kini memulai babak baru.
- Penulis: Admin

