Sandy Tumiwa Dorong Geothermal Ciremai Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan dan Keselamatan
- account_circle Jelajah TvNews
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Rencana pengembangan energi panas bumi atau geothermal di kawasan Ciremai kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan Indonesia terhadap energi bersih, aspek teknologi, keselamatan, kelestarian lingkungan hingga kesejahteraan masyarakat dinilai harus menjadi satu kesatuan dalam setiap tahapan pengembangannya.
Humas Setya Kita Pancasila sekaligus Staf Khusus Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, Rd. Sandy Tumiwa, mendorong agar rencana pengembangan geothermal Ciremai dikaji secara komprehensif dengan mengedepankan teknologi maju dan standar keselamatan serta perlindungan lingkungan yang tinggi.
Menurut Sandy, geothermal tidak seharusnya dilihat secara hitam-putih sebagai persoalan menerima atau menolak. Kebutuhan terhadap energi bersih, kata dia, harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga alam dan memastikan masyarakat di sekitar kawasan memperoleh manfaat pembangunan secara berkelanjutan.
«“Kami tidak anti-geothermal dan tidak anti-investasi. Kami mendukung ketahanan energi nasional. Namun, apabila geothermal Ciremai dikembangkan, kita harus memastikan teknologi yang digunakan merupakan teknologi terbaik yang sesuai dengan kondisi geologi, lingkungan dan sosial masyarakat setempat.”»
Sandy mengusulkan dilakukannya technology assessment secara menyeluruh dengan melibatkan ahli independen, perguruan tinggi, lembaga penelitian serta mitra teknologi dari negara-negara yang telah berpengalaman mengembangkan energi panas bumi.
Sejumlah teknologi modern, menurutnya, dapat menjadi bagian dari kajian, seperti binary cycle, teknologi reinjeksi, Enhanced Geothermal Systems (EGS), closed-loop geothermal, hingga sistem pemantauan lingkungan berbasis sensor dan teknologi digital.
Ia menegaskan, pemilihan teknologi tidak semata-mata berdasarkan pertimbangan biaya investasi. Faktor keselamatan, efisiensi, kesesuaian dengan karakter geologi Ciremai serta kemampuan teknologi dalam meminimalkan risiko terhadap air, hutan dan ekosistem harus menjadi pertimbangan utama.
Perlindungan sumber daya air juga dinilai menjadi salah satu aspek paling penting. Sandy mendorong tersedianya data dasar mengenai mata air, air tanah, sungai, kualitas dan debit air, ekosistem serta biodiversitas sebelum kegiatan pengembangan dilakukan.
Pemantauan lingkungan secara berkelanjutan dan transparan juga diperlukan. Dengan perkembangan teknologi digital, perubahan parameter lingkungan maupun aspek keselamatan diharapkan dapat terdeteksi sedini mungkin.
«“Kemajuan teknologi memungkinkan kita melakukan pemantauan secara real-time. Prinsipnya harus pencegahan. Jika terdapat parameter yang melewati ambang keselamatan yang telah ditetapkan, harus tersedia mekanisme evaluasi dan tindakan korektif yang jelas.”»
Tak hanya berbicara mengenai energi dan lingkungan, Sandy juga menyoroti manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia mengusulkan agar program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dikembangkan menjadi skema community benefit sharing yang mampu memperkuat kemandirian masyarakat.
Program tersebut dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, air bersih, pertanian, UMKM, pelatihan tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja hijau, pengembangan ekonomi desa hingga konservasi lingkungan.
«“Masyarakat sekitar harus menjadi bagian dari manfaat pembangunan. Energi yang dihasilkan harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, bukan hanya dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi melalui program yang mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi mereka.”»
Sandy juga mendorong terbukanya peluang kerja sama teknologi dengan negara-negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan geothermal. Namun, kerja sama tersebut harus tetap menempatkan kepentingan nasional dan kesesuaian teknologi dengan kondisi Indonesia sebagai pertimbangan utama.
Ia berharap Ciremai dapat menjadi contoh bagaimana ketahanan energi dapat berjalan bersama dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
«“Ciremai harus kita jaga, tetapi menjaga Ciremai bukan berarti menutup pintu terhadap kemajuan. Tantangannya adalah bagaimana teknologi dapat kita gunakan untuk menghasilkan energi sekaligus menjaga alam dan meningkatkan kesejahteraan manusia.”»
Pada akhirnya, menurut Sandy, pembangunan energi masa depan harus mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan energi, pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan dan kepentingan kemanusiaan.
“Energi boleh berkembang, teknologi harus maju, ekonomi masyarakat harus tumbuh, tetapi air, hutan, alam dan kehidupan manusia harus tetap terlindungi.”
- Penulis: Jelajah TvNews


