87 Tahun Cibulan: Merawat Warisan, Mengenang Pendahulu, Menjemput Masa Depan
- account_circle Jelajah TvNews
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN — Di antara riuh perjalanan zaman, ada tempat yang tidak sekadar menjadi tujuan wisata, tetapi juga menyimpan jejak sejarah, doa, dan ingatan tentang para pendahulu.
Obyek Wisata Cibulan, Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, memperingati milangkala ke-87, bersamaan dengan Hari Jadi Desa Maniskidul ke-241 dan Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528.
Peringatan tahun ini dilaksanakan secara sederhana, namun berlangsung penuh makna dan khidmat.
Milangkala Cibulan yang jatuh pada 27 Agustus dirangkai dengan tawasul dan doa bersama, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Suasana kebersamaan terasa ketika para pedagang, jajaran manajemen obyek wisata, kepala desa, BPD, perangkat desa, serta sejumlah tokoh masyarakat Desa Maniskidul berkumpul dalam satu ruang kebersamaan.
Bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, momentum ini menjadi pengingat bahwa sebuah tempat wisata juga memiliki perjalanan panjang yang tidak terlepas dari tangan dan perjuangan generasi terdahulu.
Manager Obyek Wisata Cibulan, Iwan Waryono, menyampaikan hal tersebut saat ditemui media JelajahTVNews, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Iwan, doa dan tawasul menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang membangun dan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.
“Sudah sepatutnya kita mempersembahkan doa dan tawasul untuk para pendahulu yang telah banyak berjuang dan membangun demi keberlangsungan hajat hidup orang banyak,” ungkapnya.
Bagi Iwan, warisan pendahulu bukan hanya berupa tempat dan peninggalan, tetapi juga adab, budaya, tradisi, serta nilai budi pekerti yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat itu diwujudkan melalui tasyakur bin nikmah—mensyukuri segala nikmat dan perjalanan yang telah dilalui.
“Dengan hadirnya babarit ini, kita bersama masyarakat bersyukur atas apa yang hari ini telah kita capai. Kita juga melakukan doa bersama demi keselamatan dan keberkahan, khususnya bagi Wisata Cibulan dan umumnya bagi Desa Maniskidul,” tutur Iwan.
Di Cibulan, air bukan hanya mengalir sebagai bagian dari alam. Ia seakan membawa cerita dari masa ke masa.
Dan dalam setiap milangkala, yang dirayakan bukan semata angka usia, melainkan ingatan, penghormatan, rasa syukur, serta tekad untuk menjaga warisan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Sebab sebuah tradisi akan tetap memiliki makna ketika generasi hari ini tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga mampu merawat nilai-nilai kebaikan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.
- Penulis: Jelajah TvNews


