DIPERTUAN AGUNG DANRI SULTAN SEPUH CIREBON SERUAN NASIONAL: STOP BULLYING, SELAMATKAN MASA DEPAN ANAK INDONESIA
- account_circle jelajahtv news
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kuningan,- Seruan untuk menghentikan praktik perundungan atau bullying kembali menggema. Kanjeng Gusti Sultan Sepuh, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H., menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjadikan gerakan Stop Bullying sebagai gerakan bersama demi melindungi anak-anak Indonesia.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam seruan nasionalnya, Sultan Sepuh mengajak para tokoh bangsa, pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, insan media, orang tua, generasi muda hingga seluruh rakyat Indonesia untuk mengesampingkan perbedaan dan menyatukan kepedulian terhadap keselamatan anak.
Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan persatuan dalam menghadapi persoalan yang jauh lebih penting, yakni menjaga masa depan generasi penerus.
Perundungan, kata dia, tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan sepele. Tindakan tersebut dapat meninggalkan luka berkepanjangan bagi seorang anak, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, terganggunya pendidikan dan pergaulan, hingga berpengaruh terhadap masa depannya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk berani menyatakan:
STOP BULLYING!
STOP PERUNDUNGAN!
Sultan Sepuh menegaskan, anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, kepedulian, serta keberanian orang dewasa untuk berdiri bersama mereka ketika menghadapi persoalan.
Ia juga mengajak masyarakat mengubah budaya saling menyakiti menjadi budaya saling melindungi, mengubah kebencian menjadi kepedulian, serta mengubah perpecahan menjadi persatuan.
Gerakan tersebut, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan terdekat.
“Mari kita mulai dari rumah. Mari kita mulai dari sekolah. Mari kita mulai dari lingkungan kita. Mari kita mulai dari diri kita sendiri,” serunya.
Ia berharap tidak ada lagi anak yang tumbuh dalam ketakutan, merasa sendirian, atau kehilangan masa depan akibat menjadi korban perundungan.
Seruan tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk membangun kesadaran nasional bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, tanpa membedakan latar belakang, golongan, organisasi, agama, suku maupun pilihan masing-masing.
Di penghujung seruannya, Sultan Sepuh mengajak seluruh rakyat Indonesia menyatukan suara dan langkah untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.
“Satukan suara! Satukan langkah! Selamatkan anak-anak Indonesia!”
STOP BULLYING!
STOP PERUNDUNGAN!
SELAMATKAN MASA DEPAN GENERASI NUSANTARA!
Kanjeng Gusti Sultan Sepuh, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H., tercatat sebagai penggagas Gerakan Nasional Stop Bullying.
- Penulis: jelajahtv news

