Milangkala Kopi Hawu ke 6 Perkuat Ekonomi Lokal Kuningan
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 56 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Milangkala Kopi Hawu ke-6 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha, UMKM, komunitas, dan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Owner Kopi Hawu H. Nurhayati, Dadan Aminudin Latif, Sekretaris Dinas Perikanan, Kabid UEM Disporapar, Lurah Cirendang, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, H. Toni Kusumanto, AP., M.Si., menegaskan bahwa milangkala tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga harus menjadi momentum untuk melakukan perubahan dan transformasi menuju arah yang lebih positif.
Menurutnya, pengembangan ekonomi daerah perlu dibangun melalui hubungan yang baik antara pemilik usaha, pelaku budaya, pelaku ekonomi, dan masyarakat. Nilai serta tradisi yang telah dimiliki harus tetap dijaga, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Setiap milangkala harus ada kesempatan untuk melakukan perubahan dan transformasi. Kita tetap memelihara dan menjaga hubungan antara owner, pelaku budaya dan pelaku ekonomi, tetapi semuanya bergerak menuju perubahan yang positif,” ungkapnya.
Toni juga menekankan pentingnya menjaga potensi yang telah dimiliki sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pengembangan ekonomi dan produk lokal, ia menyebut tiga unsur penting yang perlu berjalan beriringan, yakni logika, estetika, dan etika.
Logika berkaitan dengan data dan informasi, estetika menyangkut keindahan serta daya tarik produk, sedangkan etika berkaitan dengan moral dan karakter.
“Kalau logika, estetika dan etika ini bergabung, bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Ketika kita menjaga dan membangun etika serta karakter yang kita miliki, itu menjadi sebuah kekuatan,” jelasnya.
Ia menilai kekuatan produk lokal tidak hanya ditentukan oleh rasa, tampilan, maupun nilai jual. Karakter dan integritas yang dibangun di dalamnya juga menjadi bagian penting untuk menciptakan kepercayaan konsumen.
Pemerintah, lanjutnya, memiliki peran dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, termasuk mendorong legalitas formal serta memastikan kelayakan dan kualitas produk.
Hal tersebut penting agar masyarakat sebagai konsumen memperoleh produk yang layak, sehat, aman, dan memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk aspek kehalalan.
“Bagaimana kita membangun keragaman dan kualitas produk, itu menjadi bagian yang harus kita dorong bersama. Konsumen harus mendapatkan produk yang layak, sehat dan memberikan rasa aman,” katanya.
Toni turut mengapresiasi Kopi Hawu yang selama ini membangun sinergi dengan para pelaku UMKM.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal Kabupaten Kuningan.
“Terima kasih kepada Kopi Hawu yang bisa bersinergi dengan para UMKM. Kita membangun ekonomi dari hulu sampai hilir,” ujarnya.
Konsep ekonomi dari hulu hingga hilir mencakup seluruh mata rantai, mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, peningkatan kualitas, pemasaran, hingga produk sampai kepada konsumen.
Kabupaten Kuningan sendiri memiliki karakter dan potensi kopi yang masih dapat terus dikembangkan. Dengan kolaborasi antara pelaku usaha, UMKM, komunitas, dan pemerintah, potensi tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.
“Karakter kopi di Kabupaten Kuningan memiliki potensi untuk bangkit. Kita akan membangun ekosistem dari hulu sampai hilir. Ujungnya adalah bagaimana ekonomi ini mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Milangkala Kopi Hawu ke-6 akhirnya bukan sekadar perayaan perjalanan usaha, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat ekonomi lokal melalui kolaborasi, peningkatan kualitas produk, legalitas, pelestarian budaya, serta penguatan karakter pelaku usaha.
- Penulis: jelajahtv news




Saat ini belum ada komentar