Breaking News
light_mode
Beranda » Sejarah » Sipuh Asih Tepung Cai, Pesan Leluhur Menjaga Mata Air Di Milangkala Saung Kopi Hawu

Sipuh Asih Tepung Cai, Pesan Leluhur Menjaga Mata Air Di Milangkala Saung Kopi Hawu

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN – Tradisi Sipuh Asih Tepung Cai menjadi salah satu rangkaian penuh makna dalam Milangkala Saung Kopi Hawu. Bukan sekadar seremoni budaya, tradisi ini menjadi ruang untuk mengingat kembali hubungan manusia dengan air, tanah, pangan, dan kehidupan.

Tradisi menempatkan padi di leuit

Kegiatan berlangsung khidmat namun tetap dalam suasana santai. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintahan kelurahan, perwakilan masyarakat dari empat desa penyanggah, serta sejumlah undangan lainnya.

Prosesi diawali dengan memasukkan air ke dalam sebuah tempayan. Air tersebut berasal dari empat wilayah yang melambangkan arah mata angin—utara, selatan, barat dan timur. Air dari berbagai penjuru kemudian disatukan sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan harapan bahwa perbedaan wilayah tidak menjadi penghalang untuk menjaga sumber kehidupan.

Dalam filosofi masyarakat Sunda, air bukan sekadar benda yang mengalir. Air adalah lambang kehidupan yang harus dijaga dari hulu hingga hilir. Ketika air dipertemukan dalam satu tempayan, pesan yang dibawa menjadi lebih dalam: kehidupan akan tetap mengalir ketika manusia mampu menyatukan kepedulian.

Rangkaian tradisi kemudian dilanjutkan dengan doa dan tawasul. Suasana khidmat mengiringi harapan agar keberadaan sumber mata air, lingkungan, serta kehidupan masyarakat senantiasa mendapatkan keberkahan dan perlindungan.

Prosesi berikutnya adalah memasukkan padi ke dalam leuit atau lumbung padi. Padi menjadi simbol ketahanan pangan sekaligus pengingat bahwa kehidupan tidak hanya bergantung pada apa yang tersedia hari ini, tetapi juga pada bagaimana masyarakat menyiapkan kebutuhan generasi yang akan datang.

Dari air menuju padi, tradisi ini seolah menyampaikan satu pesan: menjaga sumber air berarti menjaga pangan, dan menjaga pangan berarti menjaga kehidupan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan melalui Sawala Budaya dengan tema sumber mata air. Forum tersebut mempertemukan masyarakat dari sejumlah desa penyanggah, di antaranya Cigintung, Gunungkeling, Cirendang, dan Cipari, serta unsur masyarakat lainnya.

Pembahasan tidak berhenti pada nilai budaya, tetapi menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Sejumlah titik mata air berada di wilayah yang secara kepemilikan merupakan tanah pribadi, sementara keberadaan sumber air tersebut memiliki fungsi bagi kepentingan masyarakat luas.

Kondisi tersebut melahirkan harapan agar terdapat solusi yang dapat mempertemukan kepentingan masyarakat, pemilik lahan, pelestarian lingkungan, serta peran pemerintah.

Di sinilah Milangkala Saung Kopi Hawu diharapkan tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga menjadi jembatan dialog. Budaya tidak berhenti pada ritual, melainkan dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan persoalan kehidupan secara bersama-sama.

Sipuh Asih Tepung Cai pada akhirnya mengajarkan bahwa air yang kecil sekalipun memiliki arti besar ketika dijaga bersama. Sebab ketika mata air kehilangan perlindungan, yang terancam bukan hanya alirannya, tetapi juga masa depan kehidupan di sekitarnya.

Melalui budaya, masyarakat kembali diingatkan bahwa alam bukan sekadar warisan untuk dinikmati, melainkan amanah yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpisahan SMPN 1 Cilimus: Jejak Air Mata dan Doa, Menyulam Harapan untuk Masa Depan

    Perpisahan SMPN 1 Cilimus: Jejak Air Mata dan Doa, Menyulam Harapan untuk Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com Embun pagi belum sirna, namun halaman SMP Negeri 1 Cilimus telah dipenuhi aura haru dan semangat yang membuncah. Dalam balutan seragam rapi, siswa kelas IX Tahun Ajaran 2024/2025 berdiri tegak menyambut perpisahan yang tak hanya menjadi penutup masa belajar, tapi juga awal dari perjalanan besar mereka. Dengan tema “Merajut Cita-Cita Mulia dan Sambut Masa […]

  • Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kuningan Teguhkan Komitmen “Polri untuk Masyarakat”, Siap Hadapi Tantangan Zaman

    Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kuningan Teguhkan Komitmen “Polri untuk Masyarakat”, Siap Hadapi Tantangan Zaman

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle jelajahtv news
    • 0Komentar

    “Jadikan setiap tugas sebagai ladang ibadah, jadikan setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan jadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama kita memakai seragam ini. Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju.”

  • Undian Tabungan Ciremai Ku

    Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Ribet, Tabungan Ciremaiku Berhadiah Mobil

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Mengelola keuangan agar kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) selalu terbayar tepat waktu kini semakin mudah. Bank Kuningan menghadirkan Tabungan Ciremaiku, solusi cerdas dan aman bagi masyarakat yang ingin terhindar dari tunggakan pajak sekaligus membuka peluang meraih hadiah menarik, mulai dari sepeda motor hingga satu unit mobil. Tabungan Ciremaiku dirancang khusus untuk membantu masyarakat menyiapkan […]

  • Kopi Hawu 3

    Pesta Komponis Nusantara Meriahkan Milangkala Saung Kopi Hawwu ke-5

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Dalam rangkaian Milangkala Saung Kopi Hawwu ke-5, sebuah perayaan istimewa bertajuk Pesta Komponis Nusantara digelar di Saung Kopi Hawwu, Jalan Adipati, Cirendang, Kabupaten Kuningan. 23 September 2025 Acara ini menjadi ruang terbuka bagi para pencipta lagu dan penggubah karya musik untuk menampilkan hasil kreasinya secara langsung di hadapan publik. Pesta Komponis Nusantara menghadirkan nama-nama […]

  • H. Toto Tohari: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas Sosial dan Semangat Berbagi

    H. Toto Tohari: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas Sosial dan Semangat Berbagi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUNINGAN,- Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan bukan hanya sebagai momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai ajang memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat. Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kuningan, H. Toto Tohari, SE menyampaikan bahwa Idul Adha merupakan simbol keteguhan iman, ketulusan berkorban, dan penguatan solidaritas sosial […]

  • Rageman Resto: Jejak Rasa dan Healing dalam Film “RAFA”

    Rageman Resto: Jejak Rasa dan Healing dalam Film “RAFA”

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Rafa, pemuda berbakat asal Kuningan yang dikenal lewat film pendek bertema healing dan fotografi, kembali jadi perbincangan. Kali ini, bukan hanya karena kisah hidupnya yang inspiratif, tapi juga karena kehadirannya di salah satu tempat makan paling hangat di kaki Gunung Ciremai—Rageman Resto. Terletak di daerah dataran tinggi yang sejuk dan alami, Rageman Resto bukan […]

expand_less