Di Bawah Rindang Kebun Raya Kuningan, Semangat Bela Negara Ditanam dari Desa untuk Indonesia
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN – Pagi yang teduh di hamparan hijau Kebun Raya Kuningan, Sabtu (25/7/2026), menjadi saksi bahwa pengabdian kepada negeri tidak selalu dimulai dari dentuman senjata. Ia justru lahir dari langkah-langkah kecil yang penuh ketulusan, dari tangan-tangan yang membangun desa, serta dari hati para kepala desa yang memilih melayani masyarakat sebagai jalan pengabdian kepada bangsa.
Dalam kegiatan Retret Kepala Desa se-Kabupaten Kuningan Tahun 2026, semangat Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Bela Negara ditanamkan sebagai bekal moral dan kepemimpinan. Materi disampaikan oleh jajaran Kodim 0615/Kuningan yang dipimpin Pgs. Kasdim 0615/Kuningan Kapten Kav Suharto, didampingi Pasi Ops Kodim 0615/Kuningan Kapten Kav Sutardi, serta dihadiri Ketua APDESI Kabupaten Kuningan Hj. Henny Rosdiana, S.H., S.Sos., M.Si., Sekjen APDESI Umar, dan seluruh peserta retret.
Di tengah kesejukan alam, para peserta diajak merenungi bahwa desa bukan sekadar wilayah administratif. Desa adalah akar yang menopang kokohnya Indonesia, benteng pertama ketahanan pangan nasional, penjaga budaya bangsa, sekaligus cermin kesejahteraan rakyat.
Materi yang disampaikan menegaskan bahwa makna bela negara pada masa kini bukan semata berada di garis depan peperangan. Bela negara hadir dalam setiap pelayanan yang tulus, dalam kepemimpinan yang jujur, dalam keberanian mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat, dan dalam kesetiaan menjaga persatuan bangsa.
Sebagai pemimpin terdekat dengan rakyat, kepala desa memiliki amanah untuk menjadi teladan, menghidupkan semangat gotong royong, merawat persaudaraan, serta memastikan nilai-nilai Pancasila tetap tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Sebab, cinta tanah air bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi desa.
Empat pilar bela negara—cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan kepada Pancasila, serta kerelaan berkorban—menjadi fondasi yang terus ditanamkan agar setiap kepala desa mampu menjalankan tugasnya dengan disiplin, karakter yang kuat, dan semangat pantang menyerah.
Retret ini bukan sekadar ruang pembelajaran, melainkan perjalanan batin untuk meneguhkan kembali bahwa membangun desa sejatinya adalah membangun Indonesia. Ketika desa tumbuh kuat, persatuan terjaga, dan rakyat hidup sejahtera, di situlah bela negara menemukan makna yang paling nyata.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, meninggalkan satu pesan yang terus bergema: pengabdian terbaik kepada bangsa dimulai dari desa, dari pemimpin yang melayani dengan hati, dan dari semangat bela negara yang hidup dalam setiap langkah pembangunan.
- Penulis: jelajahtv news

