Siang itu, matahari membakar langit Kuningan, tepat di atas kepala. Panas menyengat membuatku memutuskan menepi di sebuah warung kecil di pinggir Jalan Raya Darma. Di sanalah mataku tertumbuk pada sebuah papan sederhana bertuliskan: “Balong Darma Loka.”
Didorong rasa penasaran, aku melangkah masuk, melewati ruangan kecil hingga tiba di sebuah kolam ikan yang tenang. Sepi, hanya gemerisik angin di antara ribuan pepohonan besar yang menaungi tempat itu. Di permukaan air, samar-samar kulihat bayangan seekor ikan berkilau emas, berenang perlahan, seolah menjaga rahasia masa lalu.
Bersama Juru Kunci Darmaloka
Ketika aku menoleh ke kanan, sebuah gapura bertuliskan “Syeh Rama Haji Irengan” menyambut pandangan. Saat itulah seorang bapak paruh baya menghampiriku, menyunggingkan senyum ramah.
“Hendak ke mana, Dek?” tanyanya santai.
“Aku hanya ingin melihat-lihat tempat ini, Pak,” jawabku sopan.
Bapak itu memperkenalkan diri sebagai penjaga Balong Darma Loka. Ia kemudian mengajakku duduk santai di tepi kolam ikan, menyeruput kopi hangat sambil memandang tenangnya air.
“Tempat ini,” katanya perlahan, “sekarang apa adanya saja. Tapi sebenarnya, ini adalah situs bersejarah penting untuk Kuningan.”
Aku mendengarkan dengan penuh perhatian. Dari matanya, terlihat kilatan kebanggaan sekaligus kesedihan.
“Dulu, waktu Bapak masih bujangan, tempat ini sering didatangi tokoh-tokoh besar,” lanjutnya. “Ibu Fatmawati Soekarno pernah singgah di sini, berdoa di tepi kolam ini. Gus Dur juga pernah Bapak temani, duduk di sebelah makam Syeh Rama Haji Irengan.”
Ia bercerita bahwa menurut kisah turun-temurun, Syeh Rama Haji Irengan berasal dari Pakistan, dan dikenal sebagai ulama besar yang membawa banyak ajaran penting ke tanah ini. Banyak juga para bupati terdahulu yang sering datang, memanjatkan doa di tempat ini.
Kini, kondisinya memprihatinkan. Bangunan mulai lapuk, kolam nyaris terlupakan, dan situs-situs penuh sejarah itu hampir terkubur oleh waktu.
“Di sini,” lanjut Bapak itu sambil menunjuk ke berbagai arah, “ada makam Syeh Rama Haji Irengan, makam pengawalnya, dan tempat belajar Syeh Abdul Muhyi dari Pamijahan yang dulu berguru di sini.”
Sambil menyeruput kopi, Bapak itu melanjutkan kisahnya.
“Menurut cerita Abah, Syeh Rama Irengan pernah menciptakan lima kolam dalam satu malam. Ikan-ikan Dewa mengisi kolam-kolam itu. Di Pasawahan, Balong Dalem Jalaksana, Cibulan, Cigugur, dan terakhir di sini, Balong Darma Loka.”
Di Lokasi Situs
Tak hanya itu, ada pula lima situs lain yang menyimpan kisahnya sendiri: Situs Syeh Rama Gusti, Ibu Sari Kuning dan Sari Kembang, Syeh Arya Saringsingan, hingga Situs Mbok Bukit.
Balong Darma Loka bukan hanya tentang air dan ikan-ikan keramat. Ia adalah tempat yang memegang jejak perjalanan para wali, simbol-simbol filosofi kehidupan yang dalam, dan kisah-kisah yang masih berbisik di antara hembusan angin dan rimbunnya pepohonan.
Kini, aku duduk di tepi kolam itu, membiarkan pikiranku larut dalam sejarah yang nyaris terlupakan. Membayangkan sosok-sosok besar yang pernah singgah, membayangkan doa-doa yang pernah melangit dari tempat sunyi ini.
Balong Darma Loka, jejak suci yang masih setia menunggu tangan-tangan yang mau mendengarkan kisahnya kembali. ( Sep Rhdt )
“Pembangunan Cisantana tidak hanya berada di pundak Kepala Desa. Kami memerlukan dukungan penuh dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.”
— Ano Suratno, A.Md.
Momentum ini dapat menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan perjalanan sejarah bangsa kepada generasi muda, sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”
Nu Ngora Nu Ngabuana menjadi ikrar bahwa generasi muda dapat membawa nilai luhur budaya Sunda ke ruang yang lebih luas tanpa kehilangan akar tradisinya.”
jelajahtvnews.com,– Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Kuningan terus menunjukkan eksistensinya dalam mendukung program kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dengan sukses menjadi bukti nyata bahwa KORPRI Kuningan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Bahkan, apresiasi terhadap kinerja KORPRI Kuningan tidak hanya datang dari tingkat kabupaten, tetapi juga dari KORPRI […]
“Kalian adalah generasi penerus bangsa dan negara. Kelak akan menjadi orang-orang hebat. Syaratnya satu, belajar, belajar, dan terus belajar. Itulah tugas utama kalian saat ini.” — Mugiyanto Sipin, Wamen HAM RI.
jelajahtvnews.com,- Menyikapi berbagai tanggapan dan pemberitaan yang berkembang di media sosial terkait pelayanan kesehatan, khususnya pada salah satu rumah sakit di Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, MARS, menyampaikan dengan sikap terbuka, bijak, dan membangun. Dalam keterangannya, dr. Edi menegaskan bahwa seluruh jajaran tenaga kesehatan bekerja berdasarkan aturan, tanggung jawab, dan […]
jelajahtvnews.com, Memasuki era baru penguatan ekonomi desa, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersinergi dengan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Industri (Diskopdagperin) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) rencananya akan dilakukan rapat internal bersama seluruh Camat Dikabupaten Kuningan Haltersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan industri dan perdagangan , Trisman Supriatna, Kamis 24 April 2025. Dan pembahasan tersebut terkait […]
jelajahtvnews.com,- Keberadaan Teater Mini Edukatif (TME) di Kabupaten Kuningan mencatat pencapaian luar biasa. Dalam delapan bulan terakhir, jumlah pengunjung telah menembus angka 24 ribu, melampaui target awal sebanyak 20 ribu pengunjung. Capaian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos, M.Si, saat menghadiri acara launching film edukasi “Terang di […]
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal naik kelas pada 2026. Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, anggaran yang disiapkan pemerintah akan melonjak hingga lebih dari Rp300 triliun demi memenuhi target 82,9 juta penerima manfaat. “Tahun ini Rp71 triliun, kita cadangkan tambahan Rp100 triliun. Tahun depan kalau 82 juta penerima akan mendapatkan MBG, itu lebih […]
“Investasi tentu kita terbuka, tetapi harus mengikuti aturan tata ruang, perizinan lingkungan dan ketentuan lainnya, serta tetap menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat.”
Dari alam kita belajar tentang hening dan kesabaran. Dari kebersamaan, kita belajar bahwa pengabdian akan bermakna ketika menghadirkan manfaat bagi kehidupan.”
“Yang terpenting saat ini adalah kondisi anak. Kedua keluarga sudah saling memaafkan dan keluarga dari anak yang terlibat siap membantu biaya pengobatan.”
“Pembangunan Cisantana tidak hanya berada di pundak Kepala Desa. Kami memerlukan dukungan penuh dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.”
— Ano Suratno, A.Md.
Beberapa luka tak pernah hilang, hanya belajar hidup bersama sunyi. Sebab, terkadang seseorang bukan membutuhkan penghakiman, melainkan pengertian dan persahabatan.”
Untuk kesiapan mental, fisik, dan yang lainnya sudah dipersiapkan. Sekarang tinggal menjalankan proses latihan yang sudah disusun.” — Zulnan, Coach Tim Wahana Ajaib Kuningan.
KUNINGAN – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelajar dituntut tidak hanya cakap menggunakan gadget, tetapi juga mampu melindungi diri dari berbagai ancaman di dunia maya. Pesan inilah yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfo Kabupaten Kuningan dalam kegiatan Edukasi Literasi Digital bagi siswa kelas VIII MTs Negeri 5 Kuningan, yang berlangsung di Balai […]
“Investasi tentu kita terbuka, tetapi harus mengikuti aturan tata ruang, perizinan lingkungan dan ketentuan lainnya, serta tetap menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat.”
Saat ini belum ada komentar