Mimpi Kepala Desa Cisantana Menuju Desa Mandiri dan Wisata
- account_circle jelajahtv news
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
CISANTANA — Peringatan Milangkala ke-46 Desa Cisantana menjadi momentum bagi Pemerintah Desa Cisantana untuk memperkuat visi pembangunan menuju desa yang mandiri, berdaya ekonomi, serta tetap berakar pada seni dan budaya.
Kepala Desa Cisantana, Ano Suratno, A.Md., menegaskan bahwa usia 46 tahun harus menjadi titik refleksi sekaligus pijakan untuk menata masa depan desa.
Menurutnya, kemandirian Cisantana tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengembangkan potensi ekonomi, kriya, kreativitas, seni, budaya, hingga sektor pariwisata.
“Cisantana harus menjadi desa yang mandiri dalam segala arti, mulai dari kemandirian ekonomi, kriya, kreativitas, hingga berbagai sektor pendukung lainnya,” ujar Ano Suratno.
Ia menilai pembangunan desa tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah desa. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelaku seni, pelaku usaha, hingga lembaga kemasyarakatan, menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Rancang Mini Soccer hingga Pasar Wisata Desa
Sejumlah gagasan pembangunan mulai diarahkan untuk memperkuat fasilitas publik sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Salah satunya adalah rencana pembangunan lapangan mini soccer yang diproyeksikan berlanjut pada 2027. Fasilitas tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah Desa Cisantana juga merancang homestay milik desa, panggung seni dan budaya, serta pengembangan kawasan yang dapat menjadi ruang interaksi sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, kawasan Palutungan diproyeksikan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi melalui rencana pembangunan Pasar Wisata Desa. Konsep dan desain pasar disebut telah dipersiapkan, dengan tahapan selanjutnya bergantung pada penganggaran dan proses pembangunan.
Pengembangan wisata tersebut diharapkan tidak hanya menjadikan Cisantana sebagai tempat tujuan wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Menjaga Budaya di Tengah Pembangunan
Potensi seni dan budaya menjadi bagian penting dari mimpi pembangunan Cisantana. Pemerintah desa mendorong keberadaan sanggar dan ruang kreativitas agar generasi muda memiliki kesempatan untuk berekspresi sekaligus mengenal akar budayanya.
Bagi Cisantana, pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur baru. Pembangunan juga harus menjaga nilai-nilai sosial, budaya dan spiritual yang telah diwariskan para pendahulu.
Karena itu, sinergi antara pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan menjadi penting. Setiap unsur diharapkan tidak hanya menunggu program, tetapi ikut memikirkan, mengawal dan menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk aspek kesejahteraan dan kesehatan warga.
Pada akhirnya, Milangkala ke-46 Desa Cisantana bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Momentum tersebut menjadi ruang untuk kembali bertanya tentang arah perjalanan desa: bagaimana membangun ekonomi tanpa kehilangan budaya, menghadirkan pariwisata tanpa mengabaikan masyarakat, serta mengejar kemajuan tanpa meninggalkan pesan para pendahulu.
Mimpi Cisantana adalah mimpi tentang desa yang mandiri, kreatif, berbudaya dan mampu memberikan ruang bagi generasi masa depan.
Dan mimpi itu hanya akan menjadi kenyataan apabila seluruh elemen desa bergerak bersama dalam semangat gotong royong, kolaborasi dan menjaga marwah Cisantana.
- Penulis: jelajahtv news

Saat ini belum ada komentar