Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Nungora Nu Ngabuana: Dari Secangkir Kopi Menjadi Gerakan Kebudayaan

Nungora Nu Ngabuana: Dari Secangkir Kopi Menjadi Gerakan Kebudayaan

  • account_circle jelajahtv news
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN — Kebudayaan tidak selalu lahir dari panggung megah. Kadang ia tumbuh dari ruang sederhana, dari percakapan kecil, dari secangkir kopi yang diseduh dengan ketulusan, lalu perlahan menemukan jalannya menjadi gerakan yang menghidupkan ingatan sebuah bangsa.

Enam tahun perjalanan Saung Kopi Hawu menjadi gambaran bagaimana konsistensi dapat mengubah sebuah ruang sederhana menjadi panggung kebudayaan. Dari sebuah rumah makan yang bersahaja, Saung Kopi Hawu perlahan menjelma menjadi ruang bertemunya seni, tradisi, ekonomi kreatif, komunitas, dan generasi muda.

Owner Saung Kopi Hawu Dadan A. Latif, melihat perjalanan tersebut bukan sekadar perayaan milangkala. Baginya, enam tahun adalah perjalanan panjang untuk membuktikan bahwa kebudayaan membutuhkan komitmen, konsistensi, dan keberanian untuk terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan akar.

Melalui Hibar Budaya Nusantara, ribuan pelaku seni dan budaya dihimpun dalam sebuah ruang bersama. Mereka tidak hanya datang untuk mempertontonkan karya, tetapi juga merawat nilai, mempertemukan gagasan, sekaligus membuka ruang regenerasi kebudayaan.

Di sisi lain, para pelaku ekonomi kreatif ikut tumbuh sebagai bagian penting dari ekosistem tersebut. Kuliner tradisional, kerajinan, seni pertunjukan, hingga berbagai kreativitas masyarakat menjadi kekuatan yang menggerakkan roda ekonomi sekaligus menjaga identitas lokal.

Hibar Budaya Nusantara kemudian tidak berhenti sebagai sebuah acara. Ia tumbuh menjadi bagian dari ikhtiar mengawal ajaran dan nilai-nilai Ki Sunda di Kabupaten Kuningan, dengan menjadikan budaya bukan sekadar sesuatu yang dikenang, tetapi sesuatu yang terus dihidupkan.

Perjalanan itu pun memiliki jejak tema yang menggambarkan proses pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Pada tahun pertama, “Nu Ngora Nu Ngabudaya” menjadi sebuah ajakan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton kebudayaan, tetapi mengambil peran sebagai pelaku dan penjaganya.

Memasuki tahun kedua, pesan yang dibangun semakin dalam: nilai-nilai adiluhung budaya harus mampu terpancar dalam setiap denyut kehidupan generasi muda.

Tahun ketiga membawa pesan “Balikeun Tali Paranti, Nimbang Rasa Ku Nu Ngora”. Sebuah pengingat bahwa kemajuan tidak berarti meninggalkan tata nilai. Setiap langkah perlu tetap berpijak pada aturan, etika, dan rasa.

Kemudian pada tahun keempat, “Napak Nanjeur Waluya” menjadi simbol tentang keberanian untuk berdiri, bergerak maju, dan menyambut setiap kesempatan dengan penuh keberkahan.

Memasuki tahun kelima, “Nanjeurkeun Kawaaluyaan Pancer Kabudayaan” menjadi refleksi untuk mengembalikan berbagai nilai budaya kepada satu pusat kesadaran: bahwa kebudayaan merupakan jati diri yang harus terus dirawat.

Kini, pada Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawu, lahirlah sebuah ikrar baru:

“Nu Ngora Nu Ngabuana.”

Bukan sekadar slogan, tetapi sebuah pandangan bahwa generasi muda dengan nilai-nilai luhur Ki Sunda harus mampu ngabudaya di buana—membawa kebudayaan lokal menembus ruang yang lebih luas tanpa kehilangan akar tempat ia tumbuh.

Sebab budaya bukan benda yang disimpan di dalam lemari sejarah. Budaya adalah napas yang harus dihidupkan, dipraktikkan, diwariskan, dan diperkenalkan kepada dunia.

Dadan Abdul Latif menilai, Kabupaten Kuningan memiliki begitu banyak potensi yang masih dapat digali. Perjalanan Saung Kopi Hawu menjadi salah satu bukti bahwa potensi tersebut dapat berkembang ketika masyarakat, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, tokoh masyarakat, dan generasi muda berjalan dalam satu irama.

Saung Kopi Hawu pun tidak pernah berdiri sendirian.

Di belakang setiap kegiatan terdapat ribuan pelaku seni dan budaya yang ikut bergerak. Ada komunitas yang memberikan dukungan, masyarakat yang menjaga keberlangsungan, pemerintah yang membuka ruang, para tokoh yang memberikan gagasan, serta doa-doa yang mengiringi setiap langkah.

Dari sanalah sebuah ruang sederhana menemukan maknanya.

Secangkir kopi menjadi perjumpaan.
Perjumpaan menjadi gagasan.
Gagasan menjelma gerakan.
Dan gerakan akhirnya menjadi kebudayaan yang hidup.

Kini, Hibar Budaya Nusantara melangkah lebih jauh. Perjalanannya mengantarkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kalender event Jawa Barat, membuka ruang yang lebih luas bagi Kuningan untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, tradisi, dan ekonomi kreatifnya.

Enam tahun bukanlah akhir perjalanan.

Justru menjadi penanda bahwa jalan kebudayaan baru saja menemukan cakrawalanya.

Dari Hawu untuk Nusantara. Dari akar budaya, menuju buana.

  • Penulis: jelajahtv news

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nuzul Rachdy : Apresiasi Semangat Juang Tim Putri Ajaib Wahana Kuningan, Targetkan

    Nuzul Rachdy : Apresiasi Semangat Juang Tim Putri Ajaib Wahana Kuningan, Targetkan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Harapan kita ke depan tentunya tidak cukup hanya sebagai runner-up. Tahun depan kita harus bisa meraih hasil yang lebih tinggi lagi, yaitu menjadi juara.” — Nuzul Rachdy

  • Ragam Tradisi dan Spirit Kebersamaan Di Milangkala Desa Pamulihan Ke 320 Tahun

    Ragam Tradisi dan Spirit Kebersamaan Di Milangkala Desa Pamulihan Ke 320 Tahun

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan akan menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (Milangkala) ke-320 pada Rabu, 30 April 2025. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahun ini akan diawali dengan tradisi ziarah leluhur dan prosesi panjang jimat, yang telah menjadi warisan budaya khas desa ini. Kepala Desa Pamulihan, H. Darwin Suparja, menyampaikan , bahwa peringatan Milangkala […]

  • Img 20250923 Wa0037

    Kuningan Dorong UMKM Kuasai AI, Bupati Dian Resmi Buka AI Ignition Program

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Kabupaten Kuningan terus bergerak menuju era digital. Selasa (23/9/2025), Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. secara resmi membuka AI Ignition Program di Ruang Rapat Setda Lantai 3, Kompleks Kuningan Islamic Center (KIC). Program pelatihan dua hari ini mengusung tema “From Basic to Breakthrough in AI” dan menghadirkan pakar nasional di bidang kecerdasan artifisial. […]

  • Polres Kuningan dan PAM Tirta Kamuning Salurkan 24 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

    Polres Kuningan dan PAM Tirta Kamuning Salurkan 24 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Kami hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga selama musim kemarau.” — AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., Kapolres Kuningan

  • Perwakilan Masing Masing Kecamatan

    Ratusan Siswa SD Kuningan Unjuk Ketangkasan di Ajang Otrad Penuh Semangat Budaya

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Sorak gembira dan tawa anak-anak memenuhi Lapangan Sepakbola Kelurahan Windusengkahan, Rabu (22/10/2025). Sebanyak 552 siswa SD se-Kabupaten Kuningan ambil bagian dalam Invitasi Olahraga Tradisional (Otrad) tingkat SD/sederajat, sebuah ajang yang tak hanya mengasah ketangkasan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa. Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan ini […]

  • Anggota Dpr Ri Fraksi Gerindra H. Rokhmat Ardiyan

    Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan : Tradisi Kawin Cai Wujud Harmoni Manusia dan Alam

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Sep
    • 0Komentar

    jelajahtvnews.com,- Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan (HRA), memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan tradisi Kawin Cai yang digelar di Objek Wisata Balong Dalem, Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kamis (9/10/2025). Sebagai Kapoksi Komisi XII DPR RI yang salah satu bidangnya membidangi lingkungan hidup, HRA menyampaikan rasa syukur karena pelestarian alam di Desa Babakanmulya masih […]

expand_less