151 Anak, 151 Harapan: Khitanan Massal Warnai Milangkala Kuningan ke-528
- account_circle Jelajah TvNews
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
Bukan sekadar seremoni.
Bukan hanya tentang sebuah prosesi.
Di RSUD Linggajati Kuningan, Kamis (3/9/2026), sebanyak 151 anak dari berbagai desa dan kelurahan mengikuti khitanan massal yang digelar Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan bersama Panitia Hari Jadi Kuningan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Kuningan.
Di wajah anak-anak itu, mungkin terselip rasa takut. Namun di baliknya, ada senyum, doa, dan harapan tentang masa depan yang lebih panjang.
Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., atau yang akrab disapa Bunda Ela, menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kepedulian sosial sekaligus kekuatan kebersamaan.
“Hari ini bukan sekadar tentang khitanan, hari ini adalah tentang kepedulian yang menjadi nyata, kebersamaan yang menjadi kekuatan, dan kasih sayang yang menghadirkan kebahagiaan.”
Kalimat itu seakan menggambarkan wajah Kuningan hari itu.
Ketika pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, klinik, donatur, relawan dan berbagai elemen masyarakat berdiri dalam satu langkah, sebuah kegiatan sederhana menjelma menjadi ruang untuk berbagi manfaat.
Bunda Ela menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya para dokter dan tenaga kesehatan yang melayani para peserta dengan penuh kepedulian dan keikhlasan.
“Ketika kepedulian dipertemukan, maka kebaikan akan menjadi kekuatan yang besar.”
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan jangkauan yang semakin luas, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Kepada 151 anak yang mengikuti khitanan massal, pesan sederhana pun disampaikan: jangan takut.
Tumbuhlah menjadi generasi yang sehat, rajin belajar, menghormati orang tua, menyayangi sesama, dan berani melakukan kebaikan.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang hadir membuka kegiatan, memberikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak.
Menurutnya, khitanan massal menjadi bagian dari rasa syukur dalam memperingati Milangkala Kabupaten Kuningan ke-528 sekaligus bukti bahwa pemerintah dan masyarakat hadir memberikan manfaat bagi sesama.
“Ini membuktikan pemerintah hadir di tengah-tengah kita.”
Dian juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur serta organisasi profesi kesehatan, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Baginya, membangun Kuningan bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri.
Ada tangan-tangan masyarakat.
Ada kepedulian para relawan.
Ada keikhlasan tenaga kesehatan.
Ada dukungan para donatur.
Semuanya bertemu dalam satu semangat: gotong royong.
“Ngawangun téh teu tiasa dilaksanakeun ku pamaréntah nyalira, tapi ku sadayana. Hayu urang silih gotong-royong, silih dorong, silih bantu, silih memberikan manfaat.”
Kegiatan kemudian resmi dibuka dengan pembacaan basmalah. Setelah itu, para peserta mendapatkan pelayanan khitanan dari tenaga kesehatan yang telah disiapkan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, perwakilan Forkopimda, Panitia Hari Jadi Kuningan, Bagian Kesra Setda Kuningan, organisasi profesi serta tenaga kesehatan.
Di usia Kuningan yang ke-528, perayaan ternyata bukan hanya tentang panggung, kemeriahan, atau rangkaian acara.
Ada makna yang lebih dalam.
Tentang bagaimana sebuah daerah merayakan hari jadinya dengan menghadirkan manfaat bagi warganya.
Tentang 151 anak yang hari itu melangkah melewati rasa takut.
Dan tentang sebuah pesan yang sederhana namun berarti:
Kuningan akan menjadi lebih kuat ketika kepedulian tumbuh dari hati, kebersamaan menjadi langkah, dan gotong royong menjadi jalan untuk saling memberikan manfaat.
- Penulis: Jelajah TvNews


