Maulid Nabi di Masjid Syiarul Islam, Bupati Dian Ajak Masyarakat Bangun Kuningan dengan Akhlak
- account_circle Jelajah TvNews
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN,- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian.
Dewan Kemakmuran Masjid atau DKM Syiarul Islam menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu, 2 September 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, alim ulama, sesepuh, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam menjaga kerukunan dan membangun daerah.
Menurutnya, pembangunan sejati bukan hanya tentang jalan, gedung, pertumbuhan ekonomi, maupun berbagai program pemerintah.
Lebih dari itu, pembangunan pada akhirnya adalah tentang manusia.
Tentang bagaimana anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, orang tua dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan bermartabat, serta tumbuhnya kepedulian dan kasih sayang di tengah masyarakat.
Dalam mewujudkan visi “Kuningan Melesat”, Bupati Dian menegaskan bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan kekuatan moral dan akhlak.
“Kuningan Melesat tidak cukup hanya dibangun dengan kebijakan dan program, tetapi juga harus dibangun dengan akhlak.”
Sebab, pembangunan tanpa akhlak akan kehilangan jiwa.
Akhlak tercermin dari integritas aparatur dalam melayani masyarakat, amanah seorang pemimpin, kejujuran para pengusaha, hingga kesantunan setiap warga dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Dian juga mengajak masyarakat untuk belajar dari Rasulullah SAW dalam menghadapi perbedaan.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, perbedaan pandangan maupun pilihan terkadang dapat menjadi sumber gesekan.
Namun, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk tetap merangkul, menghormati, dan menjaga persaudaraan.
“Kalau ada yang berbeda, jangan buru-buru dimusuhi. Kalau ada yang salah, jangan buru-buru dihina. Kalau ada yang lemah, jangan ditinggalkan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah masyarakat bukan terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk hidup berdampingan dalam perbedaan.
Persoalan diselesaikan dengan musyawarah, sementara persaudaraan ditempatkan lebih tinggi daripada ego pribadi maupun kelompok.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Syiarul Islam pun menjadi lebih dari sekadar sebuah peringatan keagamaan.
Ia menjadi ajakan untuk menghadirkan kembali akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata.
Menjadikan iman sebagai landasan, akhlak sebagai pedoman, dan persaudaraan sebagai kekuatan untuk membangun Kuningan yang lebih maju, damai, dan bermartabat.
Kegiatan tersebut kemudian diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Saeful Hidayat, SQ., M.Pd.I.
- Penulis: Jelajah TvNews


